Home / Anime / Dragon Ball Super 2: Peringkat 6 Pengguna Ultra Instinct Baru Teratas

Dragon Ball Super 2: Peringkat 6 Pengguna Ultra Instinct Baru Teratas

bardock goku roshi

Transformasi Ultra Instinct mungkin bukan wujud terkuat dalam seri Dragon Ball saat ini, namun teknik ini menyimpan potensi besar untuk menjadi evolusi terbaik di sepanjang sejarah waralaba tersebut. Ultra Instinct tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perubahan wujud biasa, melainkan sebuah teknik tingkat tinggi yang menggabungkan peningkatan kekuatan dengan penguasaan seni bela diri matang yang hanya bisa diraih melalui latihan keras dan pengalaman bertempur selama bertahun-tahun.

Goku pertama kali membangkitkan kemampuan ini menjelang akhir cerita Dragon Ball Super pertama, tetapi kelanjutan kisahnya, yaitu Dragon Ball Super 2, dipastikan akan memperkenalkan lebih banyak karakter yang mampu menggunakan Ultra Instinct. Kehadiran para pengguna baru ini tentu membuat perjalanan Goku dalam menyempurnakan teknik tersebut menjadi semakin menarik sekaligus penuh tantangan.

Master Roshi dan Versi Awal Ultra Instinct

Ultra Instinct Roshi

Dalam versi manga Dragon Ball Super, khususnya pada arc Tournament of Power, Master Roshi berhasil menyalurkan pengalaman bertarungnya selama puluhan tahun ke dalam kondisi hibrida yang sangat mirip dengan Ultra Instinct. Meskipun tidak memiliki akses ke God Ki, Roshi memahami prinsip dasar teknik ini secara mendalam berkat statusnya sebagai seorang master seni bela diri. Pemahaman tersebut bahkan sempat membuat Lord Beerus terkesan saat melihatnya beraksi. Versi anime sempat mengambil jalur berbeda di mana Goku membangkitkan Ultra Instinct melalui bantuan Spirit Bomb, tetapi alur manga menunjukkan dinamika yang berbeda.

Kisah berlanjut ke arc Galactic Patrol, di mana para petarung manusia Z-Fighters kembali dilibatkan untuk menghadapi pasukan Moro dalam pertempuran personal. Dalam salah satu momen, Roshi harus menutup matanya dengan penutup mata demi meredam gangguan pikiran dan memicu versi Ultra Instinct miliknya saat melawan Miza, Iwaza, dan Kikaza. Dragon Ball Super 2 nantinya harus memutuskan apakah akan memasukkan adegan Roshi menggunakan teknik ini saat melawan Galactic Bandit Brigade atau tetap berpegang pada kontinuitas versi anime aslinya.

Bardock dan Varian Ultra Instinct Miliknya

Ultra Instinct Bardock

Meskipun karakternya tergolong biasa saja dalam Dragon Ball Z, Bardock diposisikan kembali sebagai figur penting dalam Granolah the Survivor Saga di Dragon Ball Super 2. Arc ini menyajikan kisah kilas balik dari sudut pandang Bardock, memberikan pemahaman baru bagi Goku mengenai sosok ayahnya serta pengorbanan yang ia lakukan demi masa depan putranya di Bumi.

Bagian cerita ini menampilkan momen ketika Bardock membangkitkan varian Ultra Instinct versinya sendiri saat bertarung melawan Gas. Berbeda dengan Roshi yang mengandalkan penguasaan teknik bela diri murni, versi Bardock berakar dari insting bertarungnya sebagai seorang pejuang Saiyan yang berpengalaman. Petunjuk mengenai penggunaan teknik ini terlihat jelas ketika Gas menyandingkan wujud True Ultra Instinct milik Goku dengan sosok Bardock. Selain itu, visual Bardock saat mengerahkan kekuatan penuh digambarkan menyerupai wujud Ultra Instinct Sign, mengindikasikan bahwa kemampuan ini mungkin diturunkan secara genetik. Peningkatan kekuatan yang drastis—dari level daya tempur di bawah 10.000 hingga mampu melukai Gas—menjadi bukti nyata dari kekuatan tersembunyi tersebut.

Merus sebagai Mentor Utama Goku

Merus trains Goku in the Dragon Ball Super manga

Kisah Dragon Ball Super: The Galactic Patrol juga memperkenalkan Merus, seorang anggota Galactic Patrol misterius yang memiliki kemampuan jauh melampaui perkiraan awal. Kecepatannya yang luar biasa bahkan sempat membuat Goku dan Vegeta kewalahan untuk bereaksi. Di balik penampilannya, Merus ternyata adalah seorang calon Angel yang bertugas membimbing Goku memahami dasar-dasar teknik ini secara menyeluruh.

Keduanya berlatih bersama selama hari-hari penuh di dalam Hyperbolic Time Chamber, di mana Merus memaksa Goku mengulang latihannya dari tingkat paling dasar agar tubuhnya mampu mengendalikan Ultra Instinct secara stabil. Pada klimaks arc Moro, Merus memilih untuk mengerahkan kekuatan penuhnya meskipun melanggar hukum para Angel, mengorbankan dirinya demi memperlihatkan cara mengaktifkan potensi penuh Ultra Instinct kepada Goku.

Moro sebagai Satu-satunya Villain Pengguna Ultra Instinct

Perfected Ultra Instinct Goku vs Ultra Instinct Moro

Moro tampil sebagai musuh utama dalam arc Galactic Patrol dan menjadi salah satu entitas terkuat dalam keseluruhan cerita. Bahkan dalam wujud Perfected Ultra Instinct, Goku mengakui bahwa Moro memiliki daya rusak dan kekuatan yang melampaui Fused Zamasu, Jiren, serta Broly, menjadikannya lawan paling merepotkan yang pernah ia hadapi hingga saat itu.

Moro berhasil mengakses Ultra Instinct setelah menyerap kekuatan Merus, yang mengubah komposisi tubuhnya menyerupai seorang Angel lengkap dengan akses ke God Ki. Kendati demikian, fisik Moro kesulitan menahan beban energi tersebut, mendorongnya untuk menyatukan diri dengan planet Bumi. Keputusan ini justru semakin meningkatkan kapasitas kekuatannya karena ia mampu menyerap energi dari seluruh makhluk hidup di sekitarnya.

Penguasaan Ultra Instinct oleh Beerus

ultra-beerus
Beerus Ultra Instinct

Serupa dengan Master Roshi, Lord Beerus dalam manga Dragon Ball Super digambarkan mampu menggunakan teknik Ultra Instinct, sebuah detail yang tidak diperlihatkan dalam versi anime. Ketika para God of Destroyers bertarung dalam sebuah pertandingan eksibisi khusus, Beerus memperlihatkan keahlian luar biasa dalam menghindari serta membalas setiap serangan tanpa celah.

Hingga saat ini, Beerus tetap mempertahankan posisinya di tingkat kekuatan yang berbeda dibandingkan para protagonis. Ia bahkan sempat mendominasi wujud Super Saiyan Blue Evolved milik Vegeta dan siap menghadapi versi terkuat Moro jika diperlukan. Penguasaan teknik Hakai sekaligus Ultra Instinct menjadikan Beerus sebagai salah satu figur paling berbahaya di multiverse.

Goku dan Masa Depan Penguasaan Ultra Instinct

Perjalanan panjang Goku dalam memahami esensi sejati dari Ultra Instinct membawanya pada tingkat kedewasaan bertarung yang baru. Melalui bimbingan para mentor seperti Merus serta pengalaman menghadapi petarung kuat lainnya, potensi transformasi ini perlahan mencapai bentuk tertingginya. Dragon Ball Super 2 dipastikan akan menjadi panggung utama bagi Goku untuk membuktikan seberapa jauh ia mampu mengendalikan teknik para dewa tersebut dalam menghadapi ancaman baru yang kian mendunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *