Tokyo sering kali dipandang sebagai kota yang serba cepat dan modern. Bangunan-bangunan baru terus bermunculan menggantikan yang lama, membuat sebagian besar wilayah kota ini tampak baru sejak Perang Dunia. Namun, terdapat sebuah kawasan lama bergaya shitamachi yang selamat dari kehancuran gempa bumi serta perang pada abad ke-20. Kawasan tersebut bernama Yanesen, sebuah gabungan inisial dari tiga wilayah: Yanaka, Nezu, dan Sendagi. Tempat ini menawarkan suasana lorong-lorong berliku, toko-toko kecil, serta pesona distrik yang bernuansa klasik.

Terletak di sebelah timur Taman Ueno, Yanesen berada di luar jalur wisata konvensional yang biasa dikunjungi pelancong. Menariknya lagi, banyak warga lokal Tokyo sendiri yang bahkan belum begitu mengenal sudut kota ini. Dengan sedikit penjelajahan, kawasan ini bisa menjadi destinasi unik untuk dikenalkan kepada penduduk asli ibu kota.

Sejarah kawasan ini sangat kaya dengan lebih dari seratus kuil yang berdiri di sekitarnya. Wilayah ini juga telah lama menjadi pusat seni, yang ditandai dengan keberadaan toko-toko penyedia kuas tradisional serta pigmen warna alami. Meski demikian, kegiatan paling menyenangkan di sini adalah berjalan kaki menyusuri jalanan sambil mengamati aktivitas warga setempat.

Yanaka menampilkan perpaduan harmonis antara usaha lama dan baru. Mulai dari toko kerupuk beras yang telah beroperasi turun-temurun, hingga para perajin serta pembuat roti muda yang menempati bangunan-bangunan bersejarah di kawasan tersebut.

Titik awal terbaik untuk menikmati suasana ini adalah kawasan belanja Yanaka Ginza, yang dapat diakses dengan naik kereta hingga Stasiun Nippori. Dari pintu keluar barat, pengunjung dapat langsung memutuskan untuk berjalan sebentar menuju Pemakaman Yanaka yang terkenal sebagai lokasi menikmati bunga sakura dengan jajaran pohon tua yang rindang.

Kucing-kucing liar telah menjadi ikon tersendiri bagi lingkungan ini. Di Yanaka, pengunjung tidak perlu pergi ke kafe kucing berbayar karena hewan-hewan ini dapat ditemui langsung di jalanan atau sedang diberi makan oleh warga di area pemakaman.

Setelah melewati area pemakaman, perjalanan berlanjut ke sebuah tangga yang mengarah langsung ke jalanan Yanaka Ginza. Tangga ini cukup populer dan sering dijadikan latar lokasi untuk berbagai drama televisi Jepang.

Kucing-kucing juga kerap terlihat bersantai di sekitar tangga ini, bahkan ada yang dibuatkan kotak tempat tinggal kecil di sisinya.

Berbagai suvenir bertema kucing dapat ditemukan di sepanjang jalan ini, termasuk sebuah toko khusus yang menjual segala macam atribut bertema kucing sebelum menuruni tangga.

Di bagian bawah tangga, terdapat toko kerajinan bambu tradisional serta kedai teh yang menyajikan kue sus dengan krim teh hijau. Tempat-tempat ini mencerminkan bagaimana tradisi dan modernitas berpadu dengan pas di kawasan tersebut.

Beberapa langkah dari sana terdapat bangunan menarik yang menjual permen tradisional, seperti permen keras beraroma kinako dan yuzu yang cocok dijadikan oleh-oleh.

Produk kerajinan tangan tradisional lainnya yang bisa dijumpai adalah toko sandal khas Jepang.

Selain barang-barang klasik, terdapat pula kerajinan bergaya kontemporer. Pengunjung dapat memesan stempel nama hanko kustom dengan ukiran hewan yang tidak biasa.

Toko tersebut juga menyediakan layanan cetak kaus dengan ilustrasi asli yang unik dan jarang ditemui di tempat lain.

Yanaka Ginza pada dasarnya adalah pusat perbelanjaan harian bagi warga lokal. Oleh karena itu, terdapat berbagai keperluan praktis mulai dari apotek, supermarket kecil, toko pakaian diskon, toko daging yang terkenal dengan sajian menchi katsu, hingga kios penjual pasta ikan dan bento siap saji.

Kawasan ini juga surga bagi para pecinta camilan. Selepas menikmati kue sus teh hijau, pengunjung dapat mampir ke kedai yang menjual es krim lembut serta taiyaki berbentuk kucing.

pusat jajanan bergaya Barat juga tersedia di toko roti Atom yang dihiasi berbagai cendera mata Astro Boy.

Setelah puas menjelajahi Yanaka Ginza, berjalan-jalan tanpa arah di lorong-lorong perumahan akan membawa pengunjung menemukan berbagai kuil tersembunyi.

Beberapa bangunan lama di kawasan ini dialihfungsikan alih-alih dibongkar, seperti bekas pemandian umum dan rumah gadai yang kini berubah wujud menjadi galeri seni. Toko-toko lama penjual kerupuk beras juga berdampingan dengan bisnis modern seperti toko roti vegan.


Lebih jauh ke dalam, terdapat pula sebuah kafe bergaya chalet Swiss yang dikelola oleh warga negara Swiss yang telah lama menetap di area tersebut.

Toko perlengkapan seni tradisional juga masih dapat ditemukan di sini. Bahkan, sebagian besar toko yang menjual pigmen tradisional di Jepang berlokasi di kawasan Yanaka.

Pemandangan lain yang tak kalah menarik adalah deretan pot tanaman di depan rumah warga yang memberikan kesan asri di tengah keterbatasan lahan.



Kehidupan yang lebih tenang di Yanaka sangat cocok dikunjungi pada siang hari, mengingat kawasan ini bukan pusat hiburan malam dan banyak toko independen yang tutup pada hari tertentu seperti hari Senin.
Akses
- Pusat informasi wisata Yanesen
- Situs web resmi Yanaka Ginza
Ulasan Kristen
Menghabiskan waktu santai di Yanaka Ginza terasa sangat menenangkan. Tata letak kawasan ini menciptakan suasana ideal untuk melepas penat dari kesibukan kota besar sekaligus mencari suvenir khas Jepang.
Ulasan Kanae
Yanaka merupakan tempat favorit untuk mengawali hari di Tokyo. Pengalaman tinggal di kawasan ini membuktikan bahwa tempat ini sangat nyaman baik untuk dikunjungi maupun ditinggali.
Yanaka, Tokyo
Informasi Tambahan
Yanaka, Taito, Tokyo Prefecture 110-0001
Japan
View on map
Yanaka, Tokyo’s website








