Home / Study / Arti “Yoroshiku Onegaishimasu”: Pelangi Ganda dalam Bahasa Jepang

Arti “Yoroshiku Onegaishimasu”: Pelangi Ganda dalam Bahasa Jepang

Bagi siapa pun yang tengah mempelajari bahasa Jepang, ini bukanlah sekadar artikel biasa yang mengupas arti dasar sebuah frasa seperti yang sering ditemui di situs tanya jawab. Pembahasan kali ini jauh lebih mendalam, terutama ketika kita mulai melihat bentuk kanji dari frasa tersebut.

Arti dan Definisi Yoroshiku Onegaishimasu

Mendefinisikan “yoroshiku onegaishimasu” bukanlah perkara mudah karena frasa ini pada dasarnya sulit diterjemahkan secara pas. Konsepnya sangat abstrak dan sukar dicari padanannya yang benar-benar akurat dalam bahasa lain. Penggunaannya pun sangat bergantung pada situasi yang ada. Selain bentuk panjangnya, kita juga akan melihat versi yang lebih kasual, yaitu yoroshiku.

Mari kita lihat beberapa percobaan terjemahan yang ada, meski maknanya sering kali terasa kaku jika diartikan secara harfiah.

“Yoroshiku onegaishimasu”

Secara umum, bentuk ini digunakan dalam situasi yang lebih formal, kepada orang yang kedudukannya lebih tinggi, atau kapan pun Anda merasa ragu harus menggunakan bentuk yang mana. Ungkapan ini lebih sopan sekaligus lebih aman dibandingkan sekadar memakai yoroshiku.

  • “Bersikaplah baik kepadaku”
  • “Aku berhutang budi kepadamu”
  • “Aku mengandalkanmu”
  • “Tolong bantu aku”
  • “Mohon bimbingannya”
  • “Salam kenal”

“Yoroshiku”

Ungkapan ini memiliki esensi yang sama persis dengan bentuk lengkapnya, namun dengan tingkat kebakuan yang lebih longgar. Jika Anda merasa tidak yakin apakah aman menggunakan bentuk pendek ini, sebaiknya tetap gunakan yoroshiku onegaishimasu.

Kendati terjemahan kasarnya ada, kata-kata ini sebenarnya tidak memiliki arti literal yang kaku. Bagaimana, kapan, dan mengapa frasa ini digunakan adalah hal-hal yang jauh lebih penting untuk dipahami.

Seseorang biasanya perlu sering melihat dan mengalami langsung penggunaannya sebelum definisi-definisi tersebut terasa masuk akal. Sebab, terjemahan harfiahnya tidak pernah 100% pas untuk mewakili perasaan di balik kata tersebut.

Contoh Penggunaan Yoroshiku Onegaishimasu

Meskipun melihat contoh saja belum tentu langsung menjadikan Anda ahli, cara ini sangat membantu untuk memahami nuansa situasional dari frasa ini. Anda tidak harus menjadi mahir berbahasa Jepang, karena terjemahan yang disertakan sudah cukup untuk memberi gambaran.

  • 私はコウイチです。よろしくおねがいします。
    Saya adalah Koichi. Salam kenal / Mohon bimbingannya.

Tentu saja, ucapan ini bukan berarti meminta orang lain berbuat baik karena menganggap mereka jahat. Kalimat ini diucapkan sebagai bentuk rasa syukur atas penerimaan perkenalan tersebut, sekaligus menyadari posisi diri yang masih baru dan mengharapkan hubungan yang baik ke depannya.

  • ボビーさんによろしくおねがいします。
    Tolong sampaikan salamku untuk Bobby.

Dalam konteks ini, frasa tersebut digunakan untuk menitipkan salam kepada seseorang yang sudah dikenal akrab, mirip seperti ucapan “Sampaikan salamku ya!” kepada orang lain.

  • Menyerahkan tugas kepada rekan kerja atau saat rekan kerja membantu meringankan pekerjaan ekstra Anda.

Saat hendak meninggalkan kantor, seseorang kerap mengucapkan yoroshiku onegaishimasu kepada rekan yang membantu menangani sebuah proyek. Ungkapan ini mirip dengan “terima kasih sebelumnya” atau “aku titip ya”.

  • 今年もよろしくお願いします
    Mohon kerjasamanya untuk tahun ini juga.

Frasa ini membawa nuansa “mari bekerja sama dengan baik lagi tahun ini” atau “mohon bantuannya lagi ya untuk periode ini”, tergantung pada kedekatan hubungan antar pembicara.

  • Saat bergabung dengan kelompok baru, sekolah baru, atau perusahaan baru.

Ucapan ini menyiratkan arti “saya akan berusaha sebaik mungkin ke depannya” atau “mohon bantuannya dalam situasi-situasi yang akan datang”.

Kanji untuk Yoroshiku: 夜露死苦

Kanji yang digunakan untuk menuliskan yoroshiku ternyata cukup unik dan mengejutkan. Frasa ini hampir selalu ditulis menggunakan huruf kana, sehingga jarang sekali dilihat dalam bentuk kanji. Salah satu bentuk penulisan kanjinya adalah sebagai berikut:

夜露死苦

Namun, ada pula cara penulisan kanji yang jauh lebih lazim dan tepat:

宜しく

Bentuk ini merupakan wujud adverbia dari kata yoroshii yang berarti “baik” atau “pantas”. Jika digabungkan dengan onegaishimasu (お願いします()) yang berarti “mohon bantuannya”, kita bisa mendapatkan gambaran makna yang sedikit lebih konsisten mengenai harapan akan masa depan yang baik serta ketergantungan pada bantuan orang lain.

Selain bentuk standar tersebut, terdapat pula versi ateji dari yoroshiku. Ateji merujuk pada penggunaan kanji semata-mata untuk mencocokkan bunyi pengucapannya tanpa terikat makna aslinya. Versi ateji yang sempat disinggung sebelumnya tampak seperti ini:

夜露死苦

Jika dijabarkan satu per satu, keempat kanji tersebut memiliki arti harfiah:

  • 夜: Malam
  • 露: Embun
  • 死: Kematian
  • 苦: Penderitaan atau kesusahan

Biasanya, penggabungan kanji dalam kosakata bahasa Jepang (jukugo) akan menghasilkan makna baru yang logis. Akan tetapi, pada kata yang menggunakan sistem ateji, arti harfiah tiap kanjinya sama sekali tidak berhubungan dengan makna kata yang sebenarnya—hanya bunyinya saja yang disamakan. Kendati demikian, kombinasi kanji tersebut terasa sangat puitis dan dramatis.

Melalui pemahaman definisi, berbagai konteks situasi, hingga penelusuran bentuk kanjinya, bagaimana Anda sendiri akan mendefinisikan frasa ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *