Ramen merupakan salah satu kuliner impor asal Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi obsesi nasional di Jepang serta ikon kuliner global. Daya tarik hidangan ini terletak pada keragaman gaya dan varietas regionalnya yang membuat banyak orang rela mengantre panjang demi mencicipinya.
Alih-alih harus pergi jauh ke Kyushu untuk menikmati ramen khas wilayah tersebut, perjalanan ke Yokohama sudah cukup untuk memuaskan hasrat kuliner ini. Di Shin-Yokohama Raumen Museum, pengunjung tidak hanya dapat menikmati semangkuk mi hangat, tetapi juga merasakan pengalaman bersantap di lingkungan yang unik.

Museum ini mengeja kata ramen dengan huruf “u” (raumen) untuk memberikan kesan retro. Pemilihan tema era Showa didasarkan pada tahun 1958 yang merupakan tahun diciptakannya ramen instan, meskipun museum ini sendiri tidak menampilkan mi instan.
Area lantai dasar mungkin tampak sederhana dengan beberapa foto ramen dan toko suvenir yang menjual berbagai cinderamata bertema ramen. Namun, ketika pengunjung turun ke lantai bawah, tersaji replika kawasan perbelanjaan era 1950-an dua tingkat yang selalu berada dalam suasana senja.

Menelusuri lantai atas memperlihatkan berbagai fasad toko tiruan yang menawan, mulai dari kantor pos, restoran soba, hingga rumah gadai.

Terdapat pula satu toko sungguhan yang beroperasi dan menjual berbagai mainan serta permen bergaya retro.

Bagi pengunjung yang sudah kelaparan, perjalanan dapat dilanjutkan ke lantai bawah. Ada banyak pilihan gerai makanan yang tersedia sehingga strategi pemesanan sangat diperlukan.

Brosur berbahasa Inggris tersedia untuk memandu pengunjung mengenai daftar kedai dan menu yang ditawarkan, yang terkadang berganti secara berkala. Beberapa pilihan yang sering tersedia meliputi miso ramen paling terkenal dari Hokkaido hingga ramen dari resep kedai yang terdampak gempa dan tsunami 11 Maret.

Brosur tersebut memberikan informasi rinci mengenai karakteristik kaldu dan mi di setiap kedai, termasuk tingkat ketebalan mi dalam skala lima poin, bentuk lurus atau keriting, serta tingkat kekentalan kuah.

Pengunjung yang merasa bingung dapat memilih porsi mini yang ditawarkan oleh beberapa gerai agar bisa mencicipi lebih dari satu mangkuk. Antrean panjang juga menjadi bagian dari pengalaman otentik di tempat ini.

Pemesanan makanan menggunakan sistem tiket mesin otomatis yang dilengkapi tombol berbeda untuk tiap menu, dengan staf yang siap membantu jika pengunjung mengalami kesulitan.

Salah satu kedai menyajikan ramen dari Kyushu yang telah berbisnis sejak tahun 1950-an, dihiasi dengan maskot Kumamon.

Meskipun mi tipis dan lurus yang dipilih menyerupai spageti, kaldu dan taburan bawang putih renyah di atasnya terasa lezat, didukung oleh suasana ruangan yang luar biasa.
Yokohama sendiri menawarkan banyak destinasi menarik lainnya, seperti Yokohama Chinatown serta Cup Noodles Museum bagi pengunjung yang ingin menjelajahi lebih jauh dunia mi instan.
Viet’s Review
Saya tidak memiliki ekspektasi tinggi, tetapi tempat ini memberikan wawasan baru tentang sejarah ramen. Lorong ramen bawah tanahnya sangat menarik, dan ramen yang saya coba cukup memuaskan.
Michael’s Review
Destinasi ini sangat layak dikunjungi saat berada di Yokohama. Rekonstruksi kota era Showa terasa sangat mengesankan, begitu pula dengan rasa ramennya yang nikmat.
Shin-Yokohama Raumen Museum
Informasi Tambahan
港北区新横浜2丁目14−21
Yokohama, Kanagawa Prefecture 222-0033
Japan
81 45-471-0503






