Menjelang rangkaian tur Eropa SPYAIR EUROPE TOUR 2026, kami berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan band rock SPYAIR mengenai arti pencapaian penting ini bagi perjalanan karier mereka, warisan lagu anime yang telah mereka bangun, kedekatan ikonik mereka dengan serial Haikyu!!, serta berbagai target mereka di masa depan.
Band yang digawangi oleh KENTA pada drum, MOMIKEN pada bass, YOSUKE sebagai vokalis, serta UZ pada gitar dan pemrograman ini akhirnya kembali menyapa penggemar di Eropa setelah vakum selama delapan tahun. Perjalanan tur ini akan dimulai pada 30 Oktober, di mana keempat personel tersebut dijadwalkan untuk manggung di berbagai kota besar seperti Wina, Paris, Eindhoven, Frankfurt, London, dan Milan.
Sebagai penanda momen spesial tersebut, SPYAIR meluncurkan album kompilasi bertajuk “BEST OF ANIME.” Album ini memuat karya-karya lagu anime terbaru mereka serta versi rekaman ulang dari lagu tema klasik yang pernah mereka bawakan. Di dalam album kompilasi ini juga terdapat “Awake,” singel terbaru dari SPYAIR yang menjadi lagu pembuka untuk anime The Exiled Heavy Knight Knows How to Game the System.
Wawancara ini dilakukan dengan bantuan seorang penerjemah. Seluruh jawaban merepresentasikan suara band secara keseluruhan kecuali jika ada keterangan lain.
Pilihan Posisi Voli dan Kedekatan dengan Haikyu!!
Tanya: Jika kalian harus memilih salah satu posisi dalam permainan bola voli (seperti setter, hitter, libero, dan lainnya), posisi apa yang akan kalian pilih dan apa alasannya?
YOSUKE: Kemungkinan besar saya akan memilih outside hitter. Saya selalu menyukai peran yang bersifat menyerang dalam berbagai cabang olahraga, jadi saya ingin menjadi pemain yang mencetak angka.
UZ: Setter. Dulu saya sempat bergabung dengan tim bola voli di sekolah selama satu tahun, dan posisi yang saya mainkan saat itu juga sebagai setter.
MOMIKEN: Libero. Menurut saya, rasanya pasti sangat memuaskan ketika berhasil menahan atau melakukan dig atas spike keras lawan yang tadinya diyakini pasti akan menghasilkan poin. Saya ingin terus menyelamatkan bola sampai lawan merasa frustrasi dan kehilangan rasa percaya diri mereka!
KENTA: Left-side hitter. Kalau saya dipercaya mengemban posisi itu, saya akan terus memukul bola sampai tangan saya rasanya mau copot!
Tanya: Menurut kalian, apa yang membuat musik kalian bisa terhubung begitu kuat dengan waralaba Haikyu!!?
UZ: Pada tahun 2023, ketika YOSUKE baru saja bergabung dengan band dan kami sedang melangkah ke babak baru sebagai SPYAIR, kami berada di titik persimpangan yang membuat kami ragu mengenai masa depan band ini. Tepat pada saat itulah kami mendapatkan tawaran untuk menggarap lagu tema untuk film Haikyu!! The Dumpster Battle.
Lagu yang lahir dari kesempatan tersebut, yaitu “Orange,” ternyata mendulang pemutaran streaming terbanyak di seluruh dunia jika dibandingkan dengan semua lagu kami sebelumnya. Bisa dibilang, karya ini membantu kami melampaui berbagai pencapaian terdahulu dan menjangkau lebih banyak pendengar baru.
Tidak diragukan lagi bahwa Haikyu!! adalah salah satu alasan terbesar mengapa kami masih bisa bertahan dan melanjutkan karier band hingga saat ini.
MOMIKEN: Sejak awal kemunculan kami, SPYAIR telah menghadapi beberapa momen krusial yang hampir mengubah arah perjalanan band. Di setiap masa sulit tersebut, kami selalu mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Haikyu!!, dan kerja sama itu terbukti sangat membantu kami melewati masa-masa berat.
Saya benar-benar yakin bahwa keterikatan kami dengan Haikyu!! menjadi salah satu faktor utama mengapa kami sekarang bisa tampil secara langsung di berbagai belahan dunia. Lewat konser-konser tersebut, kami menyaksikan secara langsung betapa besar pengaruh serial ini, tidak hanya di Jepang tetapi juga di kancah internasional.
Berkat Haikyu!! pula, semakin banyak orang yang mengenal musik SPYAIR dan tertarik untuk menonton penampilan langsung kami.
Sejarah Panjang dan Proses Kreatif Pembuatan Lagu
Tanya: Apa keuntungan yang kalian rasakan ketika memiliki sejarah panjang dengan suatu waralaba saat mulai menggarap lagu baru?
MOMIKEN: Jika mengambil contoh dari Haikyu!!, hubungan kerja sama kami bermula pada tahun 2014 lewat lagu “Imagination” yang menjadi tema musim pertama anime tersebut. Selama enam tahun berikutnya, kami terus dipercaya untuk menciptakan tiga lagu tema secara total, yaitu “Imagination,” “I’m a Believer,” dan “One Day.”
Ketika kami diminta untuk menyusun lagu tema untuk film Haikyu!! The Dumpster Battle, kami ingin karya tersebut menjadi puncak dari seluruh pencapaian kami bersama serial ini, terlebih jika melihat alur cerita dalam filmnya.
Oleh karena itu, kami menyisipkan potongan-potongan lirik dari tiga lagu sebelumnya ke dalam karya yang baru, meramunya sedemikian rupa hingga terciptalah lagu “Orange.” Hal semacam itu hanya bisa kami wujudkan berkat rekam jejak panjang bersama serial ini. Saya merasa kami berhasil meramu lagu yang menyatu sempurna dengan dunia Haikyu!!. Alhasil, “Orange” menjelma sebagai lagu kami yang paling banyak diputar serta menjadi salah satu karya ikonik SPYAIR.
Tanya: Adakah cabang olahraga lain yang ingin kalian buatkan lagu temanya?
KENTA: Saya rasa musik SPYAIR sangat selaras dengan dunia olahraga, jadi kami tentu sangat antusias jika mendapat kesempatan terlibat dalam berbagai proyek bertema olahraga. Sebelumnya, kami pernah membuat lagu tema untuk sebuah universitas olahraga di Jepang serta untuk B.LEAGUE, liga bola basket profesional di Jepang. Jadi, mungkin sepak bola bisa menjadi pilihan berikutnya! [tertawa]
Tanya: Para penggemar juga sangat menyukai lagu-lagu kalian untuk anime Gintama yang menonjolkan sisi emosional cerita. Adakah karakter atau adegan tertentu yang menginspirasi kalian saat menciptakan lagu-lagu tersebut?
YOSUKE: Hasegawa.
UZ: Kagura.
MOMIKEN: Tsukuyo.
KENTA: Jirocho Doromizu.
Di Balik Pembuatan Singel “Awake”
Tanya: Singel anime terbaru kalian adalah “Awake” untuk serial The Exiled Heavy Knight Knows How to Game the System. Bisakah kalian menceritakan bagaimana proses di balik pembuatannya?
UZ: Sesaat sebelum kami mulai menggarap lagu ini, kami sempat manggung di sebuah festival bersama beberapa band rock beraliran keras, dan penampilan mereka sangat menginspirasi kami. Berbekal pengaruh tersebut serta penyesuaian dengan latar dunia animenya, kami ingin menyajikan karya yang bernuansa berat, agresif, dan bertempo cepat. Kami juga memikirkan secara matang struktur lagunya agar terasa sangat membakar semangat saat dibawakan secara langsung di panggung.
MOMIKEN: Pesan utama yang ingin disampaikan lewat liriknya adalah tentang tekad untuk terus melangkah maju melewati rutinitas harian biasa hingga akhirnya mencapai tujuan akhir yang diidamkan. Saya mendapatkan banyak inspirasi dari musiknya langsung, yang kemudian mendorong saya memilih rangkaian kata-kata yang lugas dan jujur untuk menyampaikan pesan tersebut.
YOSUKE: Ada banyak bagian teriak atau scream yang saya lakukan di lagu ini! Ide untuk teriakan di bagian awal sebenarnya saya susun sendiri. Saat pertama kali mendengarkan demonya, saya membayangkan untuk meneriakkan sesuatu yang memiliki arti nyata, bukan sekadar menggunakan suara untuk menciptakan efek bising. Waktu itu, saya sedang menyukai frasa “until the day I die,” jadi saya memutuskan untuk memasukkannya ke dalam lagu.
KENTA: Dulu, gaya permainan drum saya lebih berfokus pada transisi yang mengalir mulus dari satu ketukan ke ketukan berikutnya. Namun untuk lagu ini, saya sengaja membuat setiap pukulan terasa tajam dan tegas. Saya belum pernah mengaplikasikan gaya menabuh drum dengan mengerahkan seluruh energi ke dalam satu pukulan tunggal yang bertenaga, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya rasa jika dimainkan dengan cara biasa, lagu ini justru bisa terdengar semakin berat. Namun, dengan memberikan penegasan di akhir setiap ketukan, saya berhasil memunculkan kekuatan dari setiap pukulan secara maksimal.
Tur Eropa dan Rencana Masa Depan SPYAIR
Tanya: Mengingat kalian telah berkarier selama sekitar dua dekade, apa arti tur baru ini bagi SPYAIR?
UZ: Baik saat memproduksi musik maupun tampil di panggung, prinsip kami selalu sama, yaitu menikmati setiap prosesnya sebaik mungkin. Kami telah melalui banyak suka duka selama bertahun-tahun, dan band ini telah menorehkan sejarah yang cukup panjang.
Namun, kenyataan bahwa kami masih dapat merilis karya baru dan terus manggung di atas panggung memiliki makna yang sangat besar bagi kami. Jadi, lebih dari apa pun, kami hanya ingin terus menikmati kebersamaan di dalam band ini serta berkarya bersama.
Tanya: Karena ini bukan pertama kalinya berkunjung ke Eropa, adakah tempat khusus yang ingin kalian kunjungi selama tur berlangsung?
YOSUKE: Saya sangat menggemari pakaian bergaya vintage, jadi saya ingin sekali mampir ke toko-toko pakaian vintage di setiap negara yang kami singgahi. Saya juga ingin menikmati pemandangan, menyelami budaya lokal, dan menyerap sebanyak mungkin pengalaman dari setiap tempat yang kami datangi.
UZ: Setiap kali bepergian ke luar negeri, saya senang memanfaatkan waktu luang untuk berjalan-jalan menyusuri jalanan kota guna merasakan langsung atmosfer budaya setempat. Ada beberapa negara yang baru pertama kali akan kami kunjungi dalam tur ini, jadi saya sudah merasa sangat antusias!
MOMIKEN: Untuk negara-negara yang pernah kami datangi sebelumnya, saya ingin menjelajahi sudut-sudut yang belum sempat saya kunjungi dulu. Contohnya di Prancis, saya ingin berkunjung ke Musée d’Orsay, menikmati karya seni, dan bersantai sambil menikmati secangkir teh. Kami juga akan mendatangi banyak negara baru dalam tur kali ini. Saya sangat ingin mencicipi musik klasik autentik di Wina serta menikmati hidangan carbonara asli di Italia. Sejujurnya, daftar hal yang ingin saya lakukan sangat panjang! [tertawa]
KENTA: Karena kami akan mengunjungi begitu banyak negara untuk pertama kalinya, saya sangat menantikan momen berjalan-jalan menyusuri jalanan kota dan menikmati suasana di sana. Saya juga tidak sabar untuk berburu berbagai suvenir menarik!
Tanya: Apakah kalian memiliki target tertentu sebagai sebuah band dalam waktu dekat, seperti negara atau tempat tertentu di mana kalian ingin tampil?
KENTA: Belakangan ini, kami semakin sering mendapat kesempatan berkunjung ke negara-negara yang sudah lama tidak kami datangi, serta tempat-tempat baru yang belum pernah kami singgahi sebelumnya. Kami ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jangkauan negara tempat kami bisa rutin menggelar konser mandiri.
YOSUKE: Tahun ini, kami menggelar konsernya tahunan outdoor bertajuk JUST LIKE THIS, tidak hanya di Jepang tetapi juga di Korea, yang menjadi tonggak sejarah ekspansi perdana acara tersebut ke luar negeri. Impian kami adalah membawa JUST LIKE THIS melangkah lebih jauh lagi ke berbagai negara di seluruh dunia.
Tanya: Terakhir, adakah pesan yang ingin kalian sampaikan kepada para penggemar di Eropa?
Jawab: Sudah delapan tahun berlalu sejak kunjungan terakhir kami ke Eropa! Kendati demikian, SPYAIR tetaplah SPYAIR, dan hal itu tidak pernah berubah. Sama seperti delapan tahun silam, kami ingin kalian menikmati karya musik serta pertunjukan langsung kami bersama-sama. Baik saat berjumpa kembali dengan para penggemar lama maupun saat berkenalan dengan pendengar baru, kami bertekad menjadikan tur ini sebagai kenangan indah yang akan terus membekas dalam waktu lama. Kami sudah tidak sabar untuk segera bertemu kalian semua!
Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada SPYAIR karena telah meluangkan waktu untuk membagikan makna tur baru ini serta menceritakan kisah di balik lagu-lagu anime ikonis mereka. Kami yakin para penggemar akan menikmati album “BEST OF ANIME” sekaligus rangkaian tur Eropa yang akan segera dimulai.








