Penayangan episode perdana dari BLEACH: Thousand-Year Blood War Part 4 The Calamity baru saja dimulai pekan ini. Menandai babak akhir dari seri tersebut, bagian penutup ini langsung menyuguhkan episode yang memukau dengan penampilan luar biasa dari para karakter favorit penggemar. Sepanjang penayangan BLEACH: Thousand-Year Blood War, penonton telah disuguhkan perkembangan karakter yang masif, kekuatan baru, serta sudut pandang segar yang diperkaya dengan berbagai adegan tambahan yang tidak ada di manga aslinya.
Tidak ada karakter yang mengalami pertumbuhan sepesat sang protagonis, Ichigo Kurosaki. Mulai dari keputusasaan saat kehilangan Zanpakuto hingga akhirnya memahami jati diri dan kekuatan warisannya, perjalanan hidup Ichigo digambarkan secara mendalam dan semakin diperkaya oleh adegan-adegan baru di anime, seperti sesi latihannya bersama Ichibe dari Squad 0. Menjelang berakhirnya adaptasi anime BLEACH, antusiasme para penggemar masih sangat tinggi untuk melihat bagaimana kisah ini ditutup.
Dalam ajang Anime Expo, kami mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan dua pengisi suara legendaris Ichigo Kurosaki, yaitu Masakazu Morita sebagai pengisi suara bahasa Jepang dan Johnny Yong Bosch sebagai pengisi suara bahasa Inggris. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam industri ini, terutama karena telah mendedikasikan waktu puluhan tahun untuk menghidupkan karakter Ichigo. Pada kesempatan tersebut, mereka mengenang awal mula perjumpaan mereka dengan seri ini serta perkembangan unik yang dialami Ichigo.
Awal Mula Mengenal BLEACH
Johnny Yong Bosch: Ceritanya bermula ketika saya sedang berada di tempat latihan band dan datang lebih awal. Drummer saya sedang menonton anime di ruangannya. Saya bertanya apa yang sedang ia tonton, dan ternyata itu adalah BLEACH. Ia lalu menceritakan banyak hal tentang alur ceritanya kepada saya, dan saya pikir itu terdengar sangat keren. Tak lama kemudian, ia menyarankan agar saya mencoba ikut audisi jika ada kesempatan. Lucunya, saya langsung bilang bahwa saya justru baru saja mendapat panggilan audisi untuk proyek yang sama. Jadi, itu adalah momen aneh di mana saya sempat mengintip sedikit tentang serialnya sebelum benar-benar mengikuti audisinya.
Masakazu Morita: Saya pertama kali mengenal versi manganya. Saya membaca kisah tersebut di majalah Shonen Jump saat masih terbit secara berkala. Sejak awal, ceritanya langsung meninggalkan kesan mendalam. Menurut saya, belum pernah ada seri sebelumnya yang benar-benar berfokus pada Soul Reaper atau menjadikan mereka sebagai pusat cerita. Itulah salah satu hal yang membuat serial ini terasa begitu epik. Sebagai catatan tambahan, saya sebenarnya hampir terlambat datang ke audisi saya. Itu bukan kesalahan saya, melainkan pihak manajer dan agensi saya yang memberikan tanggal yang salah. Nyaris saja saya kehilangan kesempatan itu.
Perkembangan Suara Seiring Tumbuhnya Karakter
Q: Ichigo telah mengalami banyak perkembangan sepanjang cerita BLEACH, terutama dalam hal pencarian jati diri selama Thousand-Year Blood War. Apakah cara Anda membawakan suara Ichigo ikut berubah seiring bertambahnya kepercayaan diri dan pemahaman karakternya?
Johnny Yong Bosch: Pertanyaan yang bagus. Tentu saja ada sedikit penyesuaian, apalagi rentang waktunya sudah berjalan sekitar 20 tahun. Dari versi orisinal hingga sekarang, ada tekstur dan lapisan suara baru yang dimasukkan ke dalam penokohannya.
Masakazu Morita: Pendapat saya sama dengan Johnny. Ichigo telah berkembang begitu pesat, dan cerita di majalah Shonen Jump memang kerap berfokus pada pertumbuhan karakter. Oleh karena itu, tidak ada keraguan bagi saya untuk memasukkan elemen perkembangan tersebut ke dalam suara Ichigo dan melakukan penyesuaian. Jika Anda membandingkan suara Ichigo di awal cerita dengan saat ini, perbedaannya akan terasa cukup signifikan, dan saya berharap para penggemar juga menikmati proses perubahan tersebut.
Tantangan Mengisi Suara Karakter dalam Jangka Panjang
Q: Jika dikenang kembali, apakah memerankan karakter yang sama dalam jangka waktu yang sangat lama terasa lebih mudah atau justru lebih sulit dibandingkan memerankan karakter untuk satu atau dua musim saja?
Johnny Yong Bosch: Saya merasa setelah memerankan karakter ini begitu lama, bahkan dengan jeda waktu di antaranya, rasanya tetap sangat nyaman ketika saya kembali ke studio. Memang ada beberapa perbedaan dan penyesuaian nada suara, tetapi suasananya sudah seperti rumah sendiri. Saya merasa sangat familier dan nyaman dengan karakternya, mungkin juga karena saya selalu merasa antusias. Terkadang saat bekerja pada suatu proyek, ada sedikit rasa gugup, tetapi yang mendominasi justru rasa tidak sabar untuk segera memulai pekerjaan.
Masakazu Morita: Untuk serial yang hanya berjalan satu atau dua musim, Anda harus memperlihatkan perkembangan karakter secara instan dalam waktu singkat, yang justru menambah tingkat kerumitan dalam seni pengisian suara. Namun, melalui BLEACH, pertumbuhan Ichigo terbentang dalam periode yang jauh lebih panjang. Anda bisa meluangkan waktu untuk membentuk kedalaman karakternya. Kendati demikian, di sisi lain, Anda dituntut untuk melakukan penyesuaian yang sangat kecil dan detail di setiap langkahnya, dan hal itulah yang justru menjadi tantangan tersendiri.
Menghidupkan Adegan Orisinal di Anime
Q: Salah satu hal unik dalam arc Thousand-Year Blood War adalah kehadiran adegan-adegan orisinal yang tidak ada di manga, yang diproduksi langsung di bawah pengawasan kreator Tite Kubo. Bagaimana strategi Anda dalam membawakan adegan baru tersebut, dan bimbingan seperti apa yang Anda terima?
Johnny Yong Bosch: Pengalaman saya sedikit berbeda karena episodenya sudah selesai dianimasikan saat saya mulai bekerja. Jadi, semuanya terasa baru bagi saya. Saya tidak menerima naskah lebih awal untuk dipelajari di rumah. Begitu jadwal saya tiba, saya langsung datang ke studio dan melihat materi tersebut untuk pertama kalinya. Saya biasanya hanya melihat bagian adegan yang melibatkan Ichigo saja. Itulah mengapa menonton tiga episode terakhir kemarin menjadi pengalaman yang sangat unik bagi saya, karena saya akhirnya bisa melihat bagian karakter lain dan menyaksikan bagaimana mereka menyampaikan emosi karakternya di depan penonton.
Masakazu Morita: Ada banyak sekali adegan orisinal dalam Thousand-Year Blood War, sehingga prosesnya memang tidak mudah. Kami sering bertanya langsung kepada staf produksi maupun kepada Kubo-sensei. Kami mendiskusikan detail-detail kecil secara bolak-balik. Ada seluruh alam semesta yang luas di dalam kepala Kubo-sensei, dan terkadang kami harus memastikan apa yang sebenarnya ada di dalam pemikirannya. Proses ini terasa seperti pertarungan pemikiran antara imajinasi sang kreator asli dengan imajinasi saya sendiri dalam merangkainya. Rasanya bagaikan sebuah pertarungan yang terus berlanjut.
Harapan yang Belum Terwujud untuk Ichigo
Q: Sebagai pengisi suara Ichigo, adakah hal atau kemampuan tertentu yang masih ingin Anda lakukan sebagai Ichigo, baik itu menggunakan teknik bertarung tertentu, berinteraksi dengan karakter lain, maupun melakukan adegan laga?
Johnny Yong Bosch: Ada banyak sekali momen di sepanjang cerita di mana saya merasa ingin mengeksplorasi lebih jauh, misalnya saat wujud Hollow Ichigo muncul. Saya ingin porsi adegan seperti itu lebih banyak, bahkan dalam wujud Vasto Lorde. Saya tahu wujud tersebut sebagian besar hanya berisi teriakan, tetapi saya sangat menyukainya dan ingin merasakannya lebih sering lagi. Untungnya, sesekali kami mendapat kesempatan untuk mengisi suara dalam permainan video, sehingga kami bisa menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman tersebut.
Masakazu Morita: Saya juga sangat menyukai saat mengisi suara mode Hollow, di mana kita bisa berteriak sepuasnya tanpa batas. Di dalam serial utama BLEACH kita tidak terlalu sering melakukannya, tetapi secara pribadi saya juga ingin berteriak melafalkan mantra Kido.
Menyampaikan Emosi yang Tak Terucap
Q: Aspek kepribadian mana dari Ichigo yang paling menantang untuk digambarkan?
Johnny Yong Bosch: Sebenarnya bagian mana pun bisa menjadi tantangan tersendiri, tergantung pada tingkat kehalusan emosi yang dibutuhkan pada saat itu. Kadang-kadang karakter mengucapkan suatu kalimat tetapi menyiratkan makna yang sepenuhnya berbeda, sehingga kita tetap harus menyampaikan dialog batin yang tersembunyi di balik ucapan tersebut. Hal-hal semacam itulah yang kerap menghadirkan tantangan tersendiri.
Masakazu Morita: Pendapat saya sama persis. Karena kami memerankan karakter yang sama, kami juga menghadapi kerumitan yang serupa. Saya yakin bagian yang dianggap sulit oleh Johnny juga dirasakan sebagai hal yang sulit oleh saya. Bagian paling berat dari memerankan Ichigo adalah bagaimana cara menyuarakan hal-hal yang tidak diucapkan secara lantang oleh kata-kata.
Antusiasme Menjelang Akhir Cerita
Q: Tanpa membocorkan detail cerita, hal apa yang paling dinantikan oleh para penggemar dari arc penutup BLEACH ini?
Johnny Yong Bosch: Hal yang paling dinantikan? Saya rasa, setelah penantian yang begitu panjang, adalah kepuasan dan rasa genap dari keseluruhan kisah BLEACH. Sehingga ketika menyaksikannya, para penonton bisa merasa benar-benar puas. Tentu saja wajar jika mereka menginginkan lebih, tetapi setidaknya ada perasaan lega dan bersyukur bahwa kita semua dapat berbagi momen penyelesaian yang sangat mendebarkan ini bersama-sama.
Masakazu Morita: Bukan berarti kami mengharapkan tepuk tangan meriah dari para penggemar, tetapi kami sebagai tim produksi benar-benar mengerahkan kemampuan terbaik untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas. Saya tidak ragu sedikit pun bahwa hasil akhirnya akan membuat semua orang merasa bahagia. Kami telah mencurahkan seluruh hati dan tenaga kami secara kolektif ke dalam proyek ini. Oleh karena itu, kami sangat bangga dan menaruh kepercayaan penuh pada karya yang telah kami buat.
© Tite Kubo/​Shueisha, TV TOKYO, dentsu, Pierrot







