Home / Anime / Wawancara: Kensuke Ushio tentang Pembuatan Musik Agents of the Four Seasons

Wawancara: Kensuke Ushio tentang Pembuatan Musik Agents of the Four Seasons

1782923795 b6eabd7879929fe4c328f6f2d8c15b8c 1024x576 1

Musik untuk anime Agents of the Four Seasons Dance of Spring menggabungkan berbagai elemen khas dari karya Kensuke Ushio, mulai dari melodi piano yang lembut, tekstur elektronik, motif bernuansa Jepang, hingga sentuhan supranatural yang tetap selaras dengan inti emosional cerita. Album jalur suara ini sudah bisa didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

Bagi Ushio, proyek ini menjadi kesempatan langka untuk terlibat dalam ranah fantasi yang terinspirasi oleh cerita-cerita masa remaja dulu. Dalam wawancara ini, ia membahas proses keterlibatannya dalam anime tersebut, bagaimana album konsep awal membantu membentuk identitas musikal serial ini, tantangan dalam menggubah “Songs of the Four Seasons”, serta pentingnya kerja sama dengan sutradara Ken Yamamoto, pengarah suara Eriko Kimura, dan pemilih musik Maiko Goda.

Wawancara berikut ini disediakan atas kerja sama dengan Milan Records.

Bagaimana Awal Mula Keterlibatan dalam Proyek Ini?

Ushio mengungkapkan bahwa ia pertama kali mendengar tentang proyek ini dari produser musik Shinji Yamauchi. Keduanya sudah lama saling mengenal, dan Yamauchi sering mengajaknya bekerja sama sebelumnya, meski jadwal mereka selalu bentrok. Selain itu, Ushio sempat mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam proyek lain yang melibatkan sutradara Ken Yamamoto. Ajakan dari orang-orang yang sudah lama ingin ia ajak bekerja sama membuat keputusannya menjadi jauh lebih mudah.

Menghidupkan Kembali Nuansa Fantasi Remaja

Meskipun materi sumbernya adalah novel ringan terbitan Dengeki Bunko yang berada di luar genre yang biasanya ia tangani, Ushio merasa tertantang untuk mencobanya. Saat remaja, ia adalah seorang penggemar berat cerita-cerita fantasi semacam itu. Agents of the Four Seasons memiliki elemen-elemen yang sejalan dengan pengalaman masa lalunya, dan ia penasaran bagaimana hasilnya jika ia menuangkan pengaruh tersebut secara jujur.

Ushio juga menyebutkan bahwa karya masa lalunya seperti Boogiepop Phantom memiliki kedekatan dengan proyek ini, mengingat pengaruh mendalam yang ia terima dari karya tersebut saat masih remaja. Dukungan dari Yamauchi dan Yamamoto, serta keterlibatan pengarah suara Eriko Kimura yang sudah bekerja sama dengannya sejak Ping Pong, membuatnya semakin mantap untuk fokus menggubah musik tanpa keraguan berlebih.

Proses Kreatif dan Pembuatan Album Konsep Awal

Alih-alih merancang konsep yang kaku sejak awal, Ushio memilih pendekatan yang lebih intuitif. Ia mulai dengan menciptakan album citra (image album) awal setelah melihat desain karakter dan membiarkan imajinasinya berkembang. Ia memadukan motif melodi bergaya Jepang dengan aransemen elektronika, techno, serta tekstur bernuansa fiksi ilmiah.

Salah satu lagu dari tahap awal tersebut adalah “Hinagiku – theme from ‘Agents of the Four Seasons: Dance of Spring'”. Melodi tersebut muncul secara alami saat ia sedang bermain piano tanpa banyak berpikir panjang. Lagu-lagu lain seperti “Hinagiku and Sakura” dan “montage” juga lahir dari sesi eksperimen awal ini, memadukan melodi romantis dengan elemen elektronik yang unik padat glitch.

Kolaborasi dengan Sutradara dan Tantangan Lagu Musim

Sutradara Ken Yamamoto memberikan kebebasan penuh kepada Ushio dalam menggarap musik. Pendekatan yang sama juga diterapkan pada “Songs of the Four Seasons”. Meskipun sempat ragu apakah perlu menambahkan lebih banyak instrumen untuk lagu-lagu vokal tersebut, ia diminta untuk menjaga aransemennya tetap sederhana—hanya vokal dan ritme bergaya Jepang.

Menggubah lagu vokal menjadi tantangan tersendiri bagi Ushio karena liriknya diambil langsung dari materi sumber. Lagu “Winter Song” menuntut vokal bersuara pria dengan register rendah sesuai dengan liriknya yang kelam, sementara proses pembuatan tiga lagu lainnya cukup menguras tenaga hingga membuat sang komposer merasa frustrasi di studio.

Sentuhan Supranatural dan Peran Tim Produksi

Untuk memperkuat kesan transenden, Ushio menyertakan elemen paduan suara (paduan suara) dalam lagu seperti “Hinagiku and Sakura”. Ia menghindari nuansa gerejawi Kristen maupun tradisional Jepang yang terlalu kental, lalu memilih suara yang mendekati gaya musik Keltik. Unsur paduan suara ini, dipadukan dengan drum dan lonceng, menghadirkan nuansa supranatural yang selaras dengan melodi romantisnya.

Di akhir wawancara, Ushio memuji hasil akhir visual anime ini serta kerja luar biasa dari Eriko Kimura dan Maiko Goda. Ia menyoroti bagaimana penempatan jeda musik pada adegan tertentu—seperti dalam episode pertama setelah tarian Hinagiku—mampu menciptakan dampak emosional yang jauh berbeda dan jauh lebih kuat dibandingkan versi album jalur suara biasa.

1782923036 96a12e7efff6ff1b8049d3f0f3904f2f

Komentar Ushio menunjukkan bagaimana sebagian besar jalur suara ini lahir dari kepercayaan pada intuisi ketimbang konsep yang dibatasi aturan ketat sejak awal. Apresiasinya terhadap kerja sama tim membuktikan bahwa musik dapat bermutasi dan hidup dengan cara baru ketika disatukan dengan gambar dalam sebuah episode anime.

Novel ringan aslinya ditulis oleh Kana Akatsuki (Violet Evergarden) dan mulai diterbitkan di bawah imprint Dengeki Bunko milik ASCII Media Works pada April 2021, dengan terbitan bahasa Inggris dipegang oleh Yen Press.

Adaptasi anime ini diproduksi oleh WIT STUDIO dengan Ken Yamamoto sebagai sutradara, serta ditayangkan sebanyak 14 episode mulai 29 Maret hingga 28 Juni 2026.

©Kana Akatsuki, Suoh / Straight Edge, KADOKAWA/Shunkashuto Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *