Bagi banyak penggemar anime, mengoleksi figur sering kali melibatkan dilema klasik antara kebutuhan finansial dan hasrat untuk meminang figur karakter favorit. Produsen figur sangat memahami daya tarik visual ini, sehingga mereka selalu menampilkan foto produk yang memukau. Namun, bagi sebagian otaku, memotret figur dan Nendoroid telah berkembang menjadi hobi yang serius, dan salah satu figur paling menonjol di bidang ini adalah Gale XV.
Berasal dari Toronto, Gale XV dikenal luas di kalangan komunitas pencinta fotografi figur anime. Anime Corner berkesempatan untuk berbincang-bincang mengenai awal mula perjalanan fotografinya, perangkat yang digunakan, hingga proses kreatif di balik karya-karyanya.
Beberapa bagian dari wawancara ini telah disunting demi ringkasan dan tata bahasa.
T: Bagaimana awalnya Anda tertarik untuk memotret Nendoroid dan figur anime?
J: Ketertarikan saya bermula pada tahun 2015. Saat itu saya sedang gemar merakit dan memodifikasi perangkat Gundam, dan saya selalu ingin membuat hasil rakitan tersebut tampak lebih hidup saat difoto. Dari sanalah saya menemukan seni fotografi figur dengan latar belakang penuh di DeviantArt, yang kemudian memicu minat saya hingga akhirnya benar-benar mendalaminya.


T: Bisakah Anda menjelaskan perlengkapan apa saja yang Anda gunakan?
J: Ketika pertama kali memulai hobi ini, saya menggunakan kamera Nikon D3100.
Saat ini, saya menggunakan Sony A6300 yang telah menjadi kamera utama saya sejak tahun 2019. Bergantung pada konsep pemotretan, saya menggunakan berbagai jenis pencahayaan, seperti lampu meja yang dilapisi tisu untuk menghasilkan cahaya yang lembut.
Saya juga memiliki sepasang lampu lembut dan satu set perlengkapan pencahayaan. Perlengkapan lainnya mencakup reflektor, rangka lampu untuk memantulkan cahaya, serta lampu kilat khusus kamera guna menerangi area yang sulit dijangkau oleh lampu biasa. Selain itu, saya membawa dua buah tripod: satu untuk kamera dan satu lagi untuk platform portabel yang dipakai saat pemotretan di luar ruangan.
T: Apakah itu perangkat yang sama yang Anda rekomendasikan bagi pemula?
J: Tidak. Saya menyarankan mereka menggunakan kamera apa pun yang ada, termasuk ponsel pintar atau kamera pemula bekas seperti yang saya pakai dulu, untuk membiasakan diri mengambil foto.
Untuk urusan pencahayaan, lampu meja sudah menjadi awal yang baik, bahkan senter toko kelontong dengan tingkat kecerahan yang bisa diatur juga bisa diandalkan. Pada tahap awal, perangkat Anda tidak harus mahal; Anda bisa meningkatkannya nanti jika sudah memiliki anggaran. Kendati demikian, saya selalu menyarankan untuk berinvestasi pada tripod yang bagus.




T: Banyak orang mengira memotret figur itu mudah, padahal ekspresi figur anime dan Nendoroid sangat terbatas. Namun, hasil foto Anda selalu berhasil menangkap ciri khas karakternya. Bagaimana Anda melakukannya?
J: Pertanyaan yang bagus.
Sebelum melakukan pemotretan, saya selalu meriset karakternya terlebih dahulu. Biasanya saya mencari berbagai ilustrasi dari seniman berbeda untuk mendapatkan inspirasi, lalu mempelajari pencahayaan serta komposisi karya mereka. Mengenal karakter secara mendalam tentu membuat saya lebih mudah menangkap nuansa mereka seolah-olah terhubung secara emosional. Jadi, mengenal karakter yang akan difoto membantu menentukan suasana dan atmosfer yang ingin ditampilkan.
Selain itu, saya mengandalkan pengaturan cahaya, komposisi, dan proses penyuntingan foto guna menyelaraskan ekspresi wajah serta pose karakternya.

Oh ya, musik juga berperan penting! Terkadang saat bekerja, saya mendengarkan musik yang berkaitan dengan karakternya, seperti lagu tema resmi atau musik latar dari adegan yang menjadi referensi set tersebut.
Ketika memotret Mayano Top Gun, saya mendengarkan lagu tema Top Gun berjudul “Danger Zone” serta “Tokimeki Scramble”. Hal itu sangat membantu saya mendapatkan suasana yang tepat.
T: Properti apa saja yang biasanya Anda gunakan, apakah dibuat sendiri atau membelinya?
J: Properti saya merupakan gabungan antara buatan tangan dan barang siap pakai. Untuk barang buatan tangan, saya biasanya membuat diorama, furnitur, kendaraan, atau bangunan. Dulu saya juga pernah mengecat ulang aksesori siap pakai seperti perabotan Barbie. Intinya, apa pun yang bisa saya temukan dapat dimodifikasi menjadi sesuatu yang baru. Saya bahkan pernah mengubah botol air minum menjadi Astral Express dari Honkai: Star Rail.
Sementara itu, properti siap pakai sebagian besar merupakan barang koleksi berskala 1/12 atau lebih kecil yang ditujukan untuk Nendoroid, terutama miniatur dari Re-Ment dan Ashland. Saya juga sering memanfaatkan dekorasi taman dan akuarium.



T: Apakah memotret figur berukuran kecil memiliki tantangan tersendiri dibandingkan jenis fotografi lainnya?
J: Tantangan utamanya adalah menjaga agar figur tersebut tetap bisa berdiri dengan stabil. Nendoroid sering kali lebih merepotkan karena ukurannya yang kecil namun memiliki kepala yang relatif besar dan berat. Selain itu, ruang yang sempit untuk mengatur pencahayaan juga menjadi kendala tersendiri, sehingga membutuhkan banyak percobaan untuk mendapatkan posisi lampu yang pas di dalam diorama.
Sesi foto Nendoroid juga memakan waktu yang cukup lama karena banyaknya variasi pose dan adegan. Terkadang saya butuh waktu hingga 6 jam hanya untuk menyelesaikan satu sesi pemotretan.




T: Penggunaan latar belakang dan pencahayaan Anda sangat luar biasa. Bagaimana Anda menentukan pilihan latar dan tata cahaya yang paling sesuai untuk setiap figur?
J: Semuanya tergantung pada konsep yang ingin saya angkat. Terkadang saya ingin menonjolkan set diorama terlebih dahulu lalu memilih figur yang cocok, namun di lain waktu saya lebih suka memakai latar belakang umum agar lebih fleksibel dalam memilih karakternya. Sebagai contoh, diorama interior tradisional Tiongkok milik Momo dari To Love Ru dapat saya gunakan kembali untuk figur lain yang bernuansa budaya Tiongkok.











