Home / Travel / Tropes Manga: Mimisan, Gelembung Siput, & Lainnya yang Membuat Manga Tak Tergantikan

Tropes Manga: Mimisan, Gelembung Siput, & Lainnya yang Membuat Manga Tak Tergantikan

Halo, nama saya Fiona dan saya adalah seorang otaku—atau setidaknya, dulu begitu. Kegemaran utama saya adalah komik. Saya sangat menyukai semuanya. Dulu, koleksi besar saya mencakup Spiderman, Garfield, The Far Side, hingga Doraemon dan Dragonball (tentunya dalam versi terjemahan).

Hari-hari ini, ketertarikan saya pada komik sudah jauh berkurang. Saya rasa saya sudah beranjak dewasa, ditambah lagi kesibukan menghadapi ujian sekolah menengah. Meskipun demikian, dulu saya menyukai komik Amerika maupun manga Jepang secara berimbang, dan saya menyadari ada perbedaan yang cukup mencolok di antara keduanya.

group picture of Marvel Comics characters

Komik Marvel dan DC, misalnya, hampir selalu berkutat pada formula pahlawan super melawan penjahat super. Di sisi lain, manga memiliki genre yang begitu beragam hingga hampir tak terhitung jumlahnya. Gaya gambarnya sangat berbeda, begitu pula dengan unsur humornya—terutama berbagai kiasan visual atau trope yang sering digunakan dalam manga. Jujur saja, semua itu terasa sangat membingungkan di awal.

Menariknya, begitu Anda sering melihat trope tersebut, Anda perlahan akan mengerti apa maksudnya. Rasanya sangat menyenangkan, seperti menjadi bagian dari sebuah lelucon rahasia. Jadi, bagi Anda yang belum sepenuhnya memahaminya, mari simak pembahasan mengenai beberapa trope manga yang paling umum berikut ini.

Trope #1: Mimisan (Nosebleeds)

Di dunia manga yang unik, mimisan merupakan lambang dari gairah seksual.

cartoon woman flashing old man

Saya pertama kali melihat trope ini dalam Dragonball, ketika Bulma mengangkat gaunnya dan Master Roshi yang genap meluncurkan darah dari hidungnya. Meskipun saat itu Bulma tidak mengenakan pakaian dalam, mimisan sebenarnya bisa dipicu oleh hal sepele seperti melihat sepasang celana dalam. Pada kasus anak laki-laki di gambar berikutnya, darah yang keluar dari hidungnya tampaknya lebih disebabkan oleh fetis terhadap pakaian renang alih-alih gadis yang mengenakannya:

four panel comic about swimsuit fetish

Tentu saja, para pria genit tidak akan mengalami mimisan secara spontan di dunia nyata. Jadi, mengapa hal itu terjadi di dalam manga? Banyak yang sepakat bahwa aliran darah yang mendadak naik ke kepala dan menyebabkan mimisan adalah metafora visual untuk aliran darah yang mengalir ke… bagian tubuh lainnya. Barangkali itu juga sebabnya saya hanya pernah melihat karakter pria mengalami mimisan.

Trope #2: Tetes Keringat (Sweat Drops)

Tetes keringat biasanya merepresentasikan reaksi “Gawat, aku dalam masalah!”, meski bisa juga muncul saat seseorang merasa malu atau frustrasi. Seseorang bisa digambarkan memiliki satu tetes keringat raksasa atau banyak tetes keringat kecil, yang hampir selalu berada di sekitar kepala.

comic character nervous reaction

Trope yang satu ini terbilang cukup mudah dipahami dan sangat relevan. Mengeluarkan keringat dingin adalah hal yang wajar jika Anda merasa gugup atau takut mendapat masalah.

Trope #3: Gelembung Snot (Snot Bubble)

Gelembung snot adalah salah satu trope favorit saya. Bentuknya terlihat lucu sekaligus agak menjijikkan, dan biasanya dipakai untuk menunjukkan bahwa seseorang sedang tidur.

Pertama kali saya melihat gelembung snot adalah di dalam Doraemon, dalam salah satu adegan ketika Nobita yang malas sedang tertidur. Terkadang Anda juga bisa menjumpai gelembung snot ini dalam anime, di mana gelembung tersebut mengembang dan mengempis secara perlahan seiring napas karakter, atau meletup hilang ketika orang tersebut terbangun. Berbeda dengan mimisan, gelembung snot bisa dialami oleh karakter pria maupun wanita.

comic characters vacant expressions

Tentu saja, hubungan antara gelembung snot berukuran raksasa dan tidur sama sekali tidak masuk akal di dunia nyata. Padanan dalam budaya Barat yaitu “Zzzz” juga sebenarnya tidak kalah abstrak. Saya rasa ini bermula dari kesulitan para kreator komik saat harus menggambarkan seseorang yang sedang tidur dibandingkan dengan orang yang hanya menutup mata—sehingga para mangaka Jepang akhirnya menetapkan gelembung snot sebagai simbol visualnya.

Trope #4: Urat Menonjol (Popping Veins)

Pernahkah Anda merasa begitu kesal hingga bisa merasakan urat di pelipis Anda berdenyut? Trope ini pada dasarnya mengambil sensasi tersebut dan memperbesarnya melebihi ukuran normal—pas sekali untuk standar visual manga.

Bentuk standar dari urat yang menonjol ini adalah sebuah garis berlekuk mirip tanda silang, yang biasanya digambarkan di bagian dahi seseorang. Kendati demikian, karena tanda tersebut sudah cukup jelas menyimbolkan kemarahan, ukurannya bisa dibuat bermacam-macam dan muncul di mana saja. Pada gambar di bawah ini, misalnya, Anda dapat melihat urat menonjol di rambut Inuyasha bahkan di dalam balon teks milik Watanuki.

various manga characters showing throbbing vein in forehead

Sangat lumrah juga untuk menggabungkan simbol urat ini dengan emosi lainnya. Ingin menunjukkan seorang pelayan yang tetap tersopan namun sebenarnya sebal pada pelanggan? Berikan saja satu atau dua urat menonjol di kepalanya! Atau, seperti pada ilustrasi berikut, seorang karakter bisa digambarkan merasa sedih dan marah secara bersamaan:

girl holding turtle with a letter

Trope #5: Tersungkur (Faceplant)

Tersungkur biasanya menjadi reaksi spontan ketika mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan atau tidak masuk akal, membuat karakter tersebut jatuh tertelungkup dengan tangan dan kaki merentang kacau. Terkadang ada pula kepulan debu untuk menegaskan seberapa keras benturan mereka dengan lantai.

various manga characters falling on their faces

Mangaka bahkan terkadang hanya menyiratkan adegan tersungkur ini. Gadis pada gambar di atas—yang mengetahui gebetannya pindah sekolah—menjadi contoh yang sangat pas. Perhatikan bagaimana rambutnya tersibak ke belakang untuk menunjukkan seberapa cepat ia meluncur jatuh ke lantai, lengkap dengan tangan lurus ke depan yang siap menghantam tanah tanpa pengaman.

Meskipun pada pandangan pertama terlihat konyol, trope tersungkur ini sebenarnya cukup masuk akal. Bagi saya, ini adalah evolusi alami dari gerakan menepuk jidat hingga membenturkan kepala ke meja yang semakin lama semakin ekstrem. Tentu saja, dalam bahasa sehari-hari kita juga sering bilang “terkejut sampai lemas”.

Trope #6 dan Seterusnya

Berbagai trope yang telah dibahas di atas hanyalah sebagian kecil dari apa yang ada di luar sana. Masih banyak sekali trope lain yang berseliweran, seperti garis-garis keterkejutan, arwah yang keluar dari tubuh, perampok dengan kain penutup yang diikat di bawah hidung, dan masih banyak lagi.

various other manga tropes

Banyaknya jumlah trope yang ada membuat katalogisasi menyeluruh hampir mustahil dilakukan, terlebih hanya dalam satu artikel. Saya telah merangkum beberapa trope yang paling sering dijumpai, tetapi menurut Anda, trope apa lagi yang paling sering muncul? Adakah yang sempat membuat Anda kebingungan atau punya trope favorit tersendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *