Ulasan untuk The Blood of Dawnwalker mulai bermunculan, dan tampaknya studio baru Rebel Wolves meraih awal yang cukup baik melalui karya debutnya. Meskipun demikian, masih ada banyak aspek yang perlu disempurnakan, dengan hambatan terbesar terletak pada fitur paling menarik dari game ini, yaitu batas waktu dalam permainan. The Blood of Dawnwalker menjanjikan banyak konsep hebat, namun eksekusinya masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Perhatian yang cukup besar tertuju pada cara kerja mekanik pewaktu di dalam RPG bertema vampir ini, dan meskipun konsep tersebut terdengar memikat, fitur ini belum tentu menghadirkan tingkat urgensi seperti yang diharapkan oleh Rebel Wolves.
Situasi ini mungkin akan mengecewakan para pemain yang sudah tidak sabar untuk mencoba mekanik pewaktu tersebut. Hal ini tentu menjadi sedikit kekecewaan, tetapi masih ada potensi bagi pengembang untuk memperbaikinya di kemudian hari. Kendati demikian, dalam kondisi saat ini, batas waktu dalam The Blood of Dawnwalker justru terasa lebih mirip sebagai gimik semata ketimbang fitur fungsional yang benar-benar memaksa pemain untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Batas Waktu The Blood of Dawnwalker Seharusnya Memberikan Urgensi pada Cerita Coen, Namun Justru Menjadi Sebuah Ilusi
Tentu saja, batas waktu dalam The Blood of Dawnwalker menjadi salah satu sorotan utama dalam sebagian besar ulasan. Bahkan ulasan yang lebih positif sekalipun menyebutkan bahwa pewaktu tersebut tidak memberikan urgensi sebesar yang mereka antisipasi. Setiap ulasan membahas masalah ini dengan cara yang beragam. Beberapa pihak memberikan kelonggaran kepada Rebel Wolves mengingat status mereka sebagai studio baru, sementara yang lain secara terang-terangan menilai eksekusi pewaktu yang kasar ini sebagai hambatan bagi pengalaman bermain secara keseluruhan.
Pendapat setiap orang tentu akan sedikit berbeda, tetapi mengingat mekanik pewaktu 30 hari merupakan nilai jual utama dari aspek gameplay The Blood of Dawnwalker, kritik-kritik tersebut patut untuk dipertimbangkan. Walaupun debut dari Rebel Wolves ini masih memiliki beberapa kekurangan, hal itu tidak serta-merta membuat game ini tidak layak dimainkan; namun, status studio yang masih baru dan game yang mengusung IP orisinal juga tidak bisa dijadikan alasan untuk menghindari kritik yang valid.
Kurangnya Urgensi Nyata dan Logika Mekanik yang Membingungkan Ciptakan Kombinasi Aneh
Josh Cotts dari GameRant mengulas The Blood of Dawnwalker, dan fakta bahwa ia masih menyisakan sekitar 12 hari dalam game setelah menaikkan level Coen cukup tinggi untuk menghadapi vampir utama Brencis bukanlah satu-satunya masalah terkait batas waktu tersebut. Logika dari mekanik ini terasa sangat membingungkan, di mana beberapa misi yang tampak penting justru tidak membuang waktu sama sekali, sementara pilihan lain yang terkesan sepele malah memicu perubahan signifikan pada pewaktu.
Batas waktu tersebut hadir untuk memberikan tekanan pada pilihan-pilihan Anda menjelang klimaks cerita, dan dirancang agar Anda memikirkan dengan matang bagaimana memanfaatkan waktu guna bersiap menghadapi Brencis. Namun, ketika hampir segala hal di dalam game seolah berniat merenggut waktu Anda, dan aturan mengenai apa yang memajukan atau tidak memajukan waktu terasa begitu tidak konsisten, tekanan tersebut mulai terasa sangat arbitrer.








