Perjalanan pengembangan State of Decay 3 memang cukup panjang, namun babak baru dari seri permainan bertahan hidup dari serangan mayat hidup ini terasa semakin dekat. Pertama kali diumumkan enam tahun lalu, ajang Xbox Games Showcase terbaru memberikan salah satu pratinjau terbesar yang pernah dilihat oleh para penggemar. Meskipun masih banyak misteri yang menyelubungi permainan ini, satu fitur terkonfirmasi yang paling menarik perhatian adalah kehadiran dunia kerja sama atau co-op yang sepenuhnya terintegrasi bersama.
Genre bertahan hidup di dunia terbuka mengalami berbagai perubahan sejak masa kejayaan State of Decay 2. Para pemain terbiasa berkumpul untuk mendirikan markas dan bertahan hidup, tetapi sistem co-op saat itu memiliki batasan utama. Mirip dengan kebanyakan judul yang mendukung fitur daring bersama, sistem multipemain pada State of Decay 2 mewajibkan satu pemain bertindak sebagai host sementara yang lainnya menjadi tamu. Konsep tersebut lumrah bagi para gamer, namun State of Decay 3 melangkah lebih jauh dengan menawarkan kebebasan yang lebih luas sekaligus menghadirkan risiko yang lebih besar.
Ketika Sistem Co-op State of Decay 3 Menghilangkan Batasan Tali Pengikat
Kali ini, para pengembang di Undead Labs memberikan ruang yang jauh lebih luas bagi kebebasan regu co-op. Sistem multipemain State of Decay 3 tidak lagi menggunakan model host-and-gues milik pendahulunya yang mengikat pemain tamu pada sang host utama. Sebagai gantinya, seri terbaru ini membebaskan setiap orang untuk menjelajah ke mana saja dan kapan saja mereka mau. Konsep ini mungkin bukan hal yang sepenuhnya baru, mengingat permainan seperti Grounded telah menerapkan pendekatan serupa pada mekanik kerja sama mereka. Kendati demikian, daya tarik utama saat State of Decay 3 mengadopsi fitur ini adalah peningkatan intensitas elemen bertahan hidup ke tingkat yang jauh lebih serius.
Seri State of Decay memiliki beberapa elemen fundamental yang membentuk identitas intinya, dan salah satu yang paling ikonik adalah sistem permadeath. Kehilangan sesama pemain saat sedang melakukan penjelajahan atau perburuan tidak akan membuat mereka sekadar bangkit kembali di markas utama. Kematian di dalam permainan ini bersifat permanen, dan kehadiran sistem co-op tanpa batas ini menuntut tingkat kepercayaan yang tinggi di antara rekan satu tim.
Co-op State of Decay 3 Menjadikan Kepercayaan Sebagai Mekanik Utama
Ada banyak permainan bertahan hidup yang terkenal sangat menantang, tetapi State of Decay 3 berpotensi memicu ketegangan dalam hubungan pertemanan. Tanpa adanya pemain yang bertindak sebagai host utama, fitur co-op di sini dirancang layaknya peladen khusus yang bisa dimasuki oleh salah satu dari keempat pemain kapan saja. Sistem ini memang membuat sesi permainan menjadi jauh lebih fleksibel, namun di sisi lain, karakter seorang pemain akan berada dalam posisi yang rentan apabila rekan satu skuad masuk ke dalam permainan tanpa kehadiran mereka.








