Meskipun The Blood of Dawnwalker baru dirilis pada 3 September dan belum genap berusia sepekan, developer Rebel Wolves sudah bersiap melangkah ke proyek sekuel. Mengingat ada banyak game yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk menelurkan sekuel—atau bahkan tidak pernah dibuat sama sekali—sebagian orang mungkin terkejut mendengar kabar bahwa tim di balik The Blood of Dawnwalker kini mulai bergerak maju, meskipun saat ini masih dalam skala kecil demi mendukung perilisan utamanya.
Keputusan tersebut terasa masuk akal jika melihat kesepakatan dan kesuksesan yang diraih game vampir baru ini. Menariknya, gim ini menjadi salah satu dari sedikit judul di mana ulasan positif dari para kritikus selaras dengan kepuasan para pemain. Di Metacritic, The Blood of Dawnwalker mengantongi skor 83 yang tergolong sangat positif dari 63 kritikus, serta meraih skor pengguna sebesar 8,2 dari hampir 600 pemain. Capaian impresif ini turut mendongkrak angka penjualan, di mana The Blood of Dawnwalker sukses melampaui 1 juta kopi terjual hanya dalam kurun waktu akhir pekan pertama peluncurannya. Melanjutkan momentum ini tentu menjadi langkah yang tepat, yang memang sejalan dengan visi awal Rebel Wolves.
Langkah Awal Menuju Babak Baru Saga Dawnwalker
Sebelumnya pada tahun ini, Rebel Wolves sempat mengungkapkan bahwa The Blood of Dawnwalker dirancang sebagai judul pembuka dalam The Dawnwalker Saga yang akan mengeksplorasi berbagai latar tempat dan era berbeda melalui elemen vampir, mirip seperti pendekatan yang digunakan dalam franchise Assassin’s Creed. Keputusan dan pilihan pemain juga diyakini akan memengaruhi kondisi dunia seiring dengan berkembangnya narasi Saga ini. Bagaimana detail pastinya nanti masih patut dinantikan, namun Narrative Director Jakub Szamalek baru-baru ini menegaskan melalui LinkedIn bahwa timnya tidak ingin cepat berpuas diri.
Szamalek menyampaikan bahwa dirinya sedang mencari posisi Lead Writer untuk membantu dirinya beserta tim naratif dalam merancang babak berikutnya dari Dawnwalker Saga. Secara teori, istilah “babak” ini bisa saja merujuk pada bentuk konten lain di dalam The Blood of Dawnwalker, tetapi jika melihat skala rencana jangka panjang dari franchise ini, tim pengembang tampaknya bertekad untuk terus berkarya. Pembuatan game tentu memerlukan waktu bertahun-tahun dan pengumuman ini baru merupakan langkah awal yang kecil, namun para penggemar dapat merasa tenang karena Rebel Wolves konsisten memegang teguh rencana dan visi mereka.

Berdasarkan pengumuman terdahulu, babak lanjutan ini kemungkinan besar akan meninggalkan wilayah Vale Sangora dan beralih ke luar daratan Eropa abad ke-14. Destinasi berikutnya memang belum diumumkan secara resmi, namun kehadiran konteks situasi baru, dunia yang berbeda, serta atmosfer yang segar akan menjadi cara terbaik untuk memperluas kisah vampir tersebut tanpa membuat batasan naratif yang terlalu mengikat. Perjalanan ini masih panjang, tetapi kesuksesan awal ini diharapkan mampu mengukuhkan Blood of Dawnwalker sebagai salah satu waralaba RPG yang patut diperhitungkan.
Rebel Wolves didirikan pada tahun 2022 oleh sejumlah mantan pengembang CDPR yang pernah menggarap The Witcher 3. Mengingat kondisi industri game yang penuh gejolak sejak saat itu, merilis sebuah karya saja sudah merupakan pencapaian luar biasa. Terlebih lagi bagi sebuah studio baru yang sukses meluncurkan game perdana, membangun IP baru, sekaligus menorehkan angka penjualan yang gemilang di tengah situasi industri saat ini. Semua pencapaian tersebut tentu diraih berkat pengalaman matang serta kerja keras dari para talenta di Rebel Wolves.










