Grand Theft Auto 6 tampaknya akan menjadi gim yang jauh lebih ambisius dibandingkan GTA 5, dan hal tersebut bukan sekadar karena Rockstar menghadirkan versi Vice City yang jauh lebih luas. Dunia di dalam gim ini dirancang agar jauh lebih interaktif, dengan lebih banyak bangunan yang bisa dimasuki, aktivitas beragam, interaksi NPC yang kaya, serta berbagai detail kecil yang membuat lingkungan terasa lebih hidup. Namun, Rockstar juga melakukan beberapa perubahan penting dalam cara GTA 6 menyampaikan narasinya.
GTA 5 menghadirkan tiga karakter utama (Michael, Franklin, Trevor) dengan struktur misi yang tergolong lurus, memungkinkan pemain berpindah-pindah karakter seiring berjalannya cerita. Sementara itu, Red Dead Redemption 2 berfokus pada satu karakter utama sebelum beralih ke karakter kedua di bagian epilog, sehingga pengembang bisa berfokus penuh pada kisah Arthur Morgan hingga tuntas dalam beberapa babak. Sistem babak tersebut terbukti sukses diterapkan pada Red Dead Redemption 2, dan Rockstar telah mengonfirmasi bahwa format ini akan kembali digunakan dalam GTA 6.
GTA 6 Menggunakan Sistem Babak Seperti RDR2
Dalam wawancara baru-baru ini mengenai proses kreatif cerita di Rockstar, co-studio head Rob Nelson mengonfirmasi bahwa GTA 6 akan dibagi ke dalam beberapa babak. Nelson memang belum merinci jumlah pasti babak yang akan ada di GTA 6, namun ia menjelaskan bagaimana pendekatan ini membantu tim pengembang mengarahkan cerita dari satu area ke area lain secara natural. Seiring terbentuknya poin-poin naratif utama, Rockstar dapat berfokus pada aspek gameplay, dunia, serta berbagai pengalaman yang dihadapi Jason dan Lucia di sepanjang Vice City. Ini merupakan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan GTA 5 yang tidak mengandalkan struktur babak serupa. Seperti yang dijelaskan oleh Nelson, proses ini bermula dari gagasan Rupert Humphries selaku Senior Vice President of Narrative:
“Rupert akan mulai menulis, lalu ia menyerahkan draf cerita sepanjang satu halaman setengah: ‘Begini, mereka mulai di sini, ini situasi mereka. Hal ini terjadi, memicu mereka pindah ke sini, lalu mereka tinggal di sini sebentar dan melakukan hal-hal semacam ini, lalu bum, pindah ke sana.’ Jadi kami harus memikirkan secara sadar bagaimana kami akan mendorong dan menarik pemain melintasi peta melalui alur naratif. Kami kemudian berkata, ‘Oke, misi dan set-piece seperti apa yang akan ada di sana,’ dan membangun lokasinya di sekitar itu. Dan setelah kami memiliki poin-poin besar narasi yang menggerakkan cerita, kami mulai mengembangkan misi-misi utama ini lebih jauh…”
Menariknya, penggunaan babak ini tidak lantas membuat GTA 6 menjadi gim yang sepenuhnya linear. Rockstar menjelaskan bahwa mereka menetapkan poin cerita utama terlebih dahulu, kemudian merancang misi dan lokasi agar selaras dengan momen-momen tersebut. Setelah itu, tim mempertimbangkan berbagai kemungkinan jika pemain memilih untuk melakukan hal yang berbeda, termasuk memberi ruang bagi pemain untuk keluar dari jalur utama. Pendekatan ini tampak selaras dengan elemen gameplay GTA 6 lainnya yang telah diperlihatkan, di mana Nelson melanjutkan:
“Bagian ini akan menjadi katalis yang memindahkan mereka dari satu bagian gim ke bagian gim lainnya. Gim ini diatur dalam beberapa babak, yang juga membantu kami menentukan bagaimana alur pergerakan gim. Lalu, setelah kami memiliki misi-misi utama dengan berbagai poin plot yang berbeda, pertanyaannya menjadi ‘Bagaimana ini akan berjalan?’ dan ‘Bagaimana jika pemain melakukan sesuatu yang berbeda, apakah kami bisa mewadahinya jika pemain ingin keluar jalur?’ Jadi, semuanya dibangun secara berlapis, sambil melihat apa yang berfungsi dan apa yang tidak.”




Rockstar sebelumnya memanfaatkan sistem babak dalam Red Dead Redemption 2 untuk menggerakkan Arthur dan geng Van der Linde melalui berbagai lokasi serta fase cerita yang berbeda, sembari tetap memberikan kebebasan bagi pemain di sela-sela misi utama. GTA 6 tampaknya mengadopsi metode serupa, namun menerapkannya pada Jason dan luka latar dunia Grand Theft Auto yang jauh lebih modern. Mengingat betapa besarnya penekanan Rockstar pada hubungan antar karakter serta konsekuensi dari tindakan mereka, pembagian babak ini diyakini mampu menghadirkan progres cerita yang lebih jelas seiring berkembangnya situasi mereka.
Meskipun GTA 6 tetap memosisikan diri sebagai gim open-world, penerapan sistem babak menunjukkan bahwa Rockstar mengambil inspirasi lebih jauh dari Red Dead Redemption 2, tidak hanya sebatas kedalaman dunianya saja. GTA 5 tidak memerlukan struktur semacam itu berkat format tiga karakternya, sementara fokus GTA 6 pada Jason dan Lucia membuka peluang naratif yang berbeda. Jika sistem babak ini berjalan sebaik di Red Dead Redemption 2, fitur tersebut dapat memberikan rasa progres yang lebih kuat pada GTA 6 tanpa harus mengorbankan elemen kebebasan yang selalu menjadi ciri khas utama dari seri Grand Theft Auto.









