Don’t Nod Entertainment, pengembang asli di balik franchise Life is Strange, saat ini dikabarkan tengah menghadapi krisis keuangan yang parah dan berpotensi mengubah struktur studio secara drastis. Walaupun sempat menorehkan sejumlah kesuksesan dalam satu dekade terakhir, situasi bagi sang kreator game naratif ini tampaknya sedang tidak baik-baik saja.
Sepanjang perjalanan operasionalnya, Don’t Nod telah melahirkan beberapa judul populer, namun game-game terbarunya justru menemui berbagai kendala. Lost Records: Bloom and Rage yang diluncurkan pada tahun 2025 sebenarnya mendapatkan ulasan yang cukup positif secara keseluruhan, tetapi pada bulan Oktober pihak studio mengumumkan bahwa penjualan game tersebut berada di bawah ekspektasi. Sementara itu, proyek terbaru mereka, Aphelion, yang dirilis pada 2026, mendapat tanggapan yang beragam dari para kritikus dan kesulitan besar di pasaran dengan catatan puncak pemain bersamaan di Steam hanya mencapai 219 orang.
Laporan Keuangan Tunjukkan Prospek Mengkhawatirkan bagi Masa Depan Don’t Nod
Dalam laporan pembaruan finansial untuk paruh pertama tahun 2026, Don’t Nod menjelaskan kondisi terkini mereka serta langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah yang ada. Perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 56% secara tahun ke tahun dengan perolehan sebesar €6.1 juta (sekitar $7.1 juta USD). Sebagai upaya bertahan di tengah persaingan industri, studio ini terpaksa merancang model bisnis baru yang berisiko memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 90 karyawannya.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kombinasi antara kondisi ekonomi makro, iklim industri video game saat ini, serta penurunan indikator keuangan utama membuat langkah restrukturisasi ini menjadi suatu keharusan demi menjaga kelangsungan hidup studio. Selain itu, pihak manajemen menegaskan perlunya pencarian pendanaan eksternal, mengingat adanya ketidakpastian apakah studio mampu bertahan melewati tanggal 31 Januari 2027 tanpa suntikan dana tambahan.
Rencana strategis baru ini telah mendapat lampu hijau dari dewan direksi Don’t Nod, dan proses negosiasi dengan perwakilan serikat pekerja dikabarkan telah dimulai. Perubahan ini akan mengubah fokus operasional perusahaan secara signifikan dengan memusatkan seluruh jalur produksi pada satu lini tunggal di Prancis sebagai negara asal mereka. Sistem anyar tersebut dirancang untuk mengonsolidasikan keahlian yang diperlukan dalam meluncurkan proyek-proyek baru sebelum produksi yang sedang berjalan rampung sepenuhnya. Melalui pengurangan ukuran tim, realokasi sumber daya, dan peningkatan efisiensi, manajemen berharap studio dapat bertahan cukup lama untuk merilis game-game baru yang sukses di pasaran demi memulihkan kondisi finansial mereka.
Bagi para penggemar setia Don’t Nod dan Life is Strange, kabar ini bukanlah yang pertama kalinya mendiskusikan masalah keuangan studio belakangan ini. Pada bulan Juni lalu, sempat terungkap pula bahwa Don’t Nod berada di ambang kehabisan pendanaan total menjelang bulan November. Pengumuman rencana bisnis dan penyesuaian finansial terbaru ini sengaja dipercepat untuk mencegah skenario terburuk tersebut terjadi. Sayangnya, situasi semakin pelik setelah pemegang saham mayoritas mereka, Tencent, menolak untuk memberikan dukungan finansial lanjutan maupun menambah kepemilikan saham di perusahaan pengembang tersebut.








