Menulis karya tulis ilmiah atau tugas akademis sering kali menuntut kita untuk mencantumkan sumber referensi dengan tepat. Panduan tata cara pengutipan sebenarnya sudah sangat berlimpah di internet. Namun, tantangan baru biasanya muncul ketika Anda harus mengutip sumber yang menggunakan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang, di mana panduan praktis sering kali sulit ditemukan.
Mengenal Kolofon (Okudzuke)
Bagi Anda yang terbiasa membaca buku, Anda mungkin sering melihat sebuah halaman khusus di awal atau akhir buku yang memuat berbagai informasi penerbitan, namun tidak tahu apa sebutannya. Halaman tersebut dinamakan kolofon.

Kolofon adalah tempat di mana seluruh informasi penting untuk menyusun daftar pustaka diletakkan secara teratur. Baik Anda menggunakan gaya MLA, Chicago, maupun APA, semua data yang diperlukan umumnya dapat ditemukan di sini. Meskipun terkadang terdapat informasi tambahan yang tidak Anda perlukan—seperti jenis huruf yang digunakan—halaman ini akan sangat membantu proses penulisan Anda.
Dalam bahasa Jepang, halaman ini disebut sebagai okudzuke (奥付). Kolofon dalam publikasi Jepang memiliki sedikit perbedaan dibandingkan buku berbahasa Inggris. Biasanya, halaman ini memuat informasi yang jauh lebih detail, menggunakan istilah gaya penulisan tertentu, dan letaknya hampir selalu berada di bagian paling belakang buku (meskipun beberapa edisi sesekali menempatkannya di bagian depan). Walaupun tampak membingungkan pada awalnya, proses pembacaannya menjadi cukup mudah setelah Anda memahami pola dan kata kunci yang dicari.
Istilah Penting dalam Publikasi Jepang
Mengetahui keberadaan kolofon saja tidak cukup jika Anda tidak memahami arti teks di dalamnya. Secara umum, sebuah kutipan pustaka yang lengkap memerlukan beberapa elemen dasar berikut:
- Judul
- Penulis
- Penerbit
- Kota Penerbitan
- Tahun Terbit
Agar dapat menemukannya pada sumber berbahasa Jepang, Anda perlu mengenali beberapa kosakata penting berikut:
- 著 / 著者 – Penulis
- 発行所 / 出版社 – Penerbit
- 出版 / 発行日 / 発行の年月日 – Tanggal Terbit
Judul biasanya dapat ditemukan dengan mudah di bagian sampul depan serta pada bagian atas halaman kolofon. Sementara itu, informasi tanggal juga relatif mudah diidentifikasi apabila menggunakan angka Arab. Namun, jika Anda menggunakan literatur klasik yang lebih tua, tanggal penerbitan mungkin ditulis menggunakan penanggalan tradisional Jepang. Sebagai contoh, tahun 1989 dapat ditulis sebagai tahun Showa 64 (昭和64) atau tahun Heisei 1. Pastikan Anda memahami sistem penanggalan tradisional Jepang jika diperlukan, lalu konversikan ke dalam kalender Gregorian menggunakan angka standar.
Jika Anda ingin memahami informasi tambahan lain yang tertera pada kolofon, berikut adalah daftar kosakata pendukung:
- 発行者 – Penerbit (Perorangan)
- 発行人 – Penerbit / Pimpinan Penerbitan (Perorangan)
- 印刷者 – Pihak Pencetak
- 印刷所 – Percetakan / Rumah Cetak
- 編集 – Editor
- 組版所 – Perusahaan Penata Huruf (Typesetter)
Informasi Edisi:
- 初版 / 初版発行 – Cetakan Pertama / Edisi Pertama
- 〜版発行 – Edisi ke-(nomor)
- 第〜版発行 – Terbitan / Edisi ke-(nomor)
- 印行 – Cetak Ulang
Istilah teknis yang kini lebih jarang ditemui:
- 本文製版 – Pembuatan Plat Cetak Teks
- 印刷 – Percetakan
- 製本 / 製本所 – Penjilidan Buku / Rumah Jilid
- 製版所 – Bengkel Pembuatan Plat
Praktik Membaca Kolofon
Cara terbaik untuk menguasai keterampilan ini adalah melalui contoh dan latihan langsung. Mari kita perhatikan halaman kolofon dari beberapa volume manga populer untuk mencari data yang dibutuhkan dalam penyusunan daftar pustaka.

- Penulis: 貴家悠
- Judul: テラフォーマーズ
- Penerbit: 株式会社集英社
- Kota Penerbitan: 東京都 (Tokyo)
- Tahun: 2012

- Penulis: 奥 浩哉
- Judul: GANTZ -ガンツ-
- Penerbit: 株式会社集英社
- Kota Penerbitan: 東京都 (Tokyo)
- Tahun: 2000
Kedua contoh di atas menunjukkan gaya penataan yang sangat mirip karena diterbitkan oleh perusahaan yang sama, yaitu 株式会社集英社 (Shueisha Publishing Co., Ltd.), yang merupakan salah satu korporasi penerbitan manga terbesar di Jepang.
Gaya dan Konsistensi Penulisan
Sebelum mulai merangkum informasi tersebut ke dalam format daftar pustaka, Anda harus menentukan gaya penulisan yang akan digunakan. Pemilihan format ini bersifat fleksibel, asalkan Anda konsisten menerapkannya sepanjang makalah. Beberapa keputusan gaya penulisan yang perlu diambil meliputi:
- Pemilihan format (MLA, Chicago, atau APA)
- Penggunaan bahasa (sepenuhnya Jepang, sepenuhnya Inggris, atau campuran)
- Penggunaan huruf miring (italics) atau tidak
Dosen atau pengajar Anda mungkin sudah menetapkan format tertentu untuk digunakan. Format Chicago sering menjadi pilihan favorit dalam bidang humaniora karena kesederhanaannya. Pastikan Anda mematuhi pedoman yang berlaku secara konsisten. Format APA umumnya lebih sering digunakan untuk bidang psikologi, sehingga Anda mungkin lebih sering berurusan dengan MLA atau Chicago.
Memilih antara menggunakan bahasa Jepang, bahasa Inggris, atau kombinasi keduanya merupakan langkah yang cukup menentukan. Apabila Anda memutuskan untuk mencantumkan terjemahan bahasa Inggris untuk satu sumber, maka Anda harus melakukannya secara konsisten untuk seluruh sumber berbahasa Jepang dalam daftar pustaka Anda. Jika dosen Anda tidak memahami bahasa Jepang, menyediakan terjemahan judul dan nama penulis dalam bahasa Inggris tentu akan sangat membantu. Sebaliknya, jika Anda menulis untuk institusi di Jepang dengan pengajar yang fasih berbahasa Jepang, penggunaan aksara Jepang secara penuh adalah pilihan yang paling tepat.
Selain itu, Anda perlu menentukan kebijakan penggunaan huruf miring untuk penulisan romaji. Apabila Anda menulis menggunakan aksara Jepang asli, jangan pernah menggunakan huruf miring karena akan mengurangi keterbacaan. Namun, untuk teks romaji, penggunaan huruf miring pada kemunculan pertama dapat membantu memperjelas teks, atau Anda bisa memilih untuk tidak menggunakan huruf miring sama sekali asalkan diterapkan secara seragam.
Daftar Pustaka (Works Cited)
Daftar pustaka adalah wadah utama untuk menerapkan seluruh informasi yang telah Anda kumpulkan. Setelah menentukan gaya sitasi dan mengumpulkan data dari kolofon, perhatikan beberapa aturan penting saat mengutip sumber Jepang:
- Nama keluarga selalu diletakkan di depan, baik dalam format Jepang maupun Inggris.
- Jika Anda menyertakan terjemahan bahasa Inggris untuk satu judul, Anda wajib melakukannya untuk seluruh judul.
- Tentukan penggunaan makron (tanda panjang vokal) secara konsisten.
Dalam penulisan nama Jepang, urutan penulisan tradisional harus dipertahankan, yakni nama keluarga mendahului nama pemberian. Berbeda dengan standar penulisan barat, Anda tidak perlu menambahkan tanda koma setelah nama keluarga.
Makron adalah tanda diakritik yang diletakkan di atas huruf vokal untuk menunjukkan bunyi panjang, seperti membedakan bunyi よう dan よ. Tanda ini biasanya ditulis sebagai ā, ī, ū, ē, dan ō. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan makron, Anda harus konsisten menerapkannya pada seluruh penulisan romaji, kecuali jika suatu entitas perusahaan atau tokoh memiliki preferensi ejaan resmi tersendiri dalam bahasa Inggris (seperti penulisan Shueisha).
Berikut adalah contoh hasil sitasi untuk manga Terra Formars dalam berbagai gaya:
MLA
貴家悠. テラフォーマーズ. 東京都: 株式会社集英社, 2012. Print.
Sasuga Yuu 貴家悠. Terra Formars テラフォーマーズ. Tokyo 東京都: Shueisha Inc. 株式会社集英社, 2012. Print.
Sasuga Yuu. Terra Formars. Tokyo: Shueisha Inc., 2012. Print.
Chicago
貴家悠. テラフォーマーズ. 東京都: 株式会社集英社, 2012.
Sasuga Yuu 貴家悠. Terra Formars テラフォーマーズ. Tokyo 東京都: Shueisha Inc. 株式会社集英社, 2012.
Sasuga Yuu. Terra Formars. Tokyo: Shueisha Inc., 2012.
APA
貴家悠. (2012). テラフォーマーズ. 東京都: 株式会社集英社.
Sasuga Yuu 貴家悠 (2012). Terra Formars テラフォーマーズ. Tokyo 東京都: Shueisha Inc. 株式会社集英社.
Sasuga Yuu. (2012). Terra Formars. Tokyo: Shueisha Inc.
(Jika Anda memilih menggunakan makron, nama penulis Sasuga Yuu akan ditulis menjadi Sasuga Yū.)
Kutipan Dalam Teks (In-Text Citations)
Format kutipan di dalam badan teks umumnya selaras dengan entri daftar pustaka Anda, meskipun terdapat beberapa penyesuaian singkat tergantung gaya yang dipilih.
MLA
Gaya MLA menggunakan format yang ringkas dengan mencantumkan nama belakang penulis serta nomor halaman di dalam tanda kurung setelah kutipan atau informasi yang diambil.
Karakter pertama yang tewas dalam cerita mengalami nasib tragis di tangan salah satu makhluk tersebut (Sasuga 30).
Sasuga mengeliminasi karakter pertamanya hanya dalam beberapa menit setelah kemunculannya (30).
Chicago
Gaya Chicago memanfaatkan sistem catatan kaki (footnotes) atau catatan akhir (endnotes) yang ditandai dengan angka. Setelah sumber yang sama dikutip untuk pertama kalinya, Anda dapat menggunakan format yang disingkat untuk kutipan berikutnya.
Sasuga Yuu 貴家悠. Terra Formars テラフォーマーズ. (Tokyo 東京都: Shueisha Inc. 株式会社集英社, 2012), 3-40.
Sasuga, Terra Formars, 3-40.
APA
Gaya APA juga menggunakan catatan kaki, namun lebih difokuskan untuk penjelasan tambahan ketimbang informasi sumber pustaka. Pengutipan dalam teks umumnya menyertakan tahun penerbitan.
Karakter utama berteriak secara berulang-ulang setelah insiden tersebut (Sasuga, 2012, hlm. 45-46).
Latihan Tambahan
Untuk menguji pemahaman Anda mengenai pengutipan sumber berbahasa Jepang, Anda dapat berlatih menggunakan materi latihan mandiri guna menyusun halaman daftar pustaka secara akurat.








