Banyak wisatawan mengira mereka sudah tahu apa yang diharapkan dari toilet di Jepang karena reputasinya yang unik. Namun, kenyataan saat harus menggunakannya sering kali mengejutkan. Panduan ini akan membantu Anda menemukan toilet umum di Jepang serta memahami apa saja yang ada di dalamnya.
Saat Anda sedang bepergian di Jepang dan perlu menggunakan fasilitas umum, tempat paling andal untuk menemukannya adalah di pusat perbelanjaan besar, toserba, gedung perkuliahan seperti Tokyo International Forum, serta museum atau objek wisata. Restoran dan stasiun kereta juga biasanya menyediakan toilet. Di jalur kereta jarak jauh atau bus tertentu, toilet juga tersedia, meskipun tidak selalu ada di kereta komuter atau kereta bawah tanah yang perjalanannya singkat.
Pengalaman menggunakan toilet di Jepang bisa sangat beragam. Secara umum, toilet di area wisata terbuka atau stasiun transportasi sering kali kurang nyaman. Sebaliknya, toilet di department store besar biasanya sangat bersih dan terawat. Bagi penyandang disabilitas, penting untuk merencanakan kunjungan ke toilet dengan baik karena fasilitas umum di Jepang belum sepenuhnya ramah disabilitas.
Menanyakan Letak Toilet

Jika Anda berada di pusat perbelanjaan besar seperti Mitsukoshi dan mendadak perlu ke toilet, biasanya ada papan penunjuk arah yang jelas. Namun, jika Anda kesulitan menemukannya, Anda bisa bertanya kepada staf menggunakan kalimat berikut:
- すみません、トイレはどこですか? (Permisi, di mana letak toilet?)
Kata toire umumnya langsung dimengerti. Anda juga bisa menggunakan alternatif lain seperti otearai, keshoushitsu, atau benjo jika diperlukan.
Memasuki Area Toilet

Sebagian besar fasilitas umum di Jepang tidak mengharuskan Anda melepas sepatu atau menggantinya dengan sandal khusus toilet. Namun, jika Anda berada di penginapan tradisional, rumah penduduk, atau melihat ada sandal karet yang disediakan tepat di depan pintu masuk toilet, Anda wajib melepas sepatu dan mengenakan sandal tersebut.
Menggunakan Berbagai Jenis Toilet
Di dalam area istirahat, Anda akan menemukan kombinasi antara toilet gaya barat dan toilet tradisional Jepang. Toilet jongkok tradisional kerap membuat wisatawan asing merasa cemas, padahal cara penggunaannya cukup mudah. Anda hanya perlu menghadap ke arah kubah toilet, menurunkan celana atau mengangkat rok, lalu berjongkok dengan posisi yang cukup dekat dengan bagian depan agar tidak meleset.

Beberapa toilet jongkok dilengkapi dengan pegangan pipa untuk menjaga keseimbangan. Setelah selesai, Anda tinggal menekan tombol penyiram seperti biasa.

Jenis toilet lainnya adalah toilet duduk bergaya barat, yang seringkali dilengkapi panel elektronik canggih dengan belasan tombol. Di Jepang, toilet jenis ini populer disebut washlet.

Panel tombol yang rumit ini memiliki berbagai fungsi menarik:
- ビデ: Mengaktifkan bidet
- おしり: Mengarahkan semprotan air ke bagian bawah tubuh
- 水勢: Mengatur tekanan air
- 音姫: Menyalakan suara tiruan untuk meredam kebisingan
- 音量: Mengatur volume suara
- 止: Menghentikan seluruh fungsi yang sedang berjalan
- 乾燥: Menyalakan pengering udara
- 強: Memperkuat semprotan
- 弱: Memperlemah semprotan
- ノズル: Mengatur posisi nosel bidet
- 前: Menggerakkan nosel ke depan
- 後: Menggerakkan nosel ke belakang
- 脱臭: Menyalakan pewangi atau penghilang bau
- 暖房便座: Menghangatkan dudukan toilet
- マッサージ: Mengaktifkan fungsi pijat
- 流す: Menyiram toilet
- 準備中: Menunjukkan mode hemat energi
Menyiram dan Mencuci Tangan

Setelah selesai menggunakan bidet dan pengering, Anda mungkin kebingungan mencari tombol penyiram. Terkadang, berdiri dari dudukan toilet akan memicu sistem siram otomatis. Jika tidak, cari tuas krom tradisional di sisi toilet atau sensor otomatis di dinding belakang. Sebagai upaya terakhir jika tidak ada tombol yang berfungsi, Anda bisa menekan tombol pada panel, meski tombol tertentu terkadang terhubung langsung dengan tombol darurat untuk memanggil petugas.
Untuk urusan mencuci tangan, beberapa toilet memiliki keran air di bagian atas tangki penampungan, sementara yang lain menyediakan area cuci tangan terpisah di luar bilik. Sabun cuci tangan tidak selalu tersedia di setiap tempat umum, dan kualitasnya pun bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, disarankan untuk membawa tisu basah, sabun portabel, atau sapu tangan kecil sendiri di dalam tas Anda.
Kesimpulan

Dengan memahami berbagai fitur ini, Anda kini sudah siap menghadapi berbagai jenis toilet di Jepang. Industri sanitasi di Jepang terus berkembang, menghadirkan teknologi canggih seperti toilet berteknologi tinggi hingga fitur medis otomatis.
[[MEDIA_0]]
[[MEDIA_1]]
[[MEDIA_2]]
[[MEDIA_3]]
[[MEDIA_4]]
Jika Anda penasaran dengan inovasi toilet masa depan saat berada di Tokyo, Anda dapat mengunjungi pusat pameran Toto di Shinjuku untuk melihat langsung berbagai produk sanitasi paling mutakhir.








