Home / Travel / Panduan Bertahan Hidup Kancho atau Cara Melindungi Pantat Anda dari Anak-Anak Jepang

Panduan Bertahan Hidup Kancho atau Cara Melindungi Pantat Anda dari Anak-Anak Jepang

Bagi siapa pun yang pernah menonton episode Naruto di mana ia mencoba melakukan teknik kanchou pada Kakashi, tentu sudah memiliki gambaran jelas mengenai lelucon カンチョー ini. Permainan anak-anak ini cukup sederhana: menyatukan kedua tangan dengan jari telunjuk mengarah ke depan, lalu mencoba menusukkannya ke arah bokong teman atau bahkan guru Anda.

japanese kids ready to kancho
Source: Norihiro Kataoka

Anak-anak kecil di Jepang sangat mahir melakukan aksi ini karena dua alasan utama:

  1. Mereka adalah anak kecil. Artinya, ukuran tubuh mereka kecil, bergerak cepat, serta belum memiliki empati atau rasa malu yang matang.
  2. Para orang tua dan guru di Jepang sangat permisif terhadap anak-anak di bawah usia enam tahun. Budaya di sana sangat merangkul prinsip bahwa anak-anak adalah anak-anak.

Kondisi ini membuat para guru sering kali harus menghadapi kelompok anak-anak kecil sebelum mereka masuk sekolah dasar. Meskipun sebagian besar dari mereka berperilaku baik, jika Anda terlihat lemah atau berasal dari luar negeri, mereka bisa bergerombol menyerang layaknya piranha.

Serangan Iseng Lainnya

Bahkan Sinterklas pun tidak aman…

Aksi kanchou hanyalah permulaan. Anak-anak usia prasekolah memiliki berbagai macam trik usil yang kerap membuat kewalahan karena mereka tiba-tiba berlari menghampiri dan menyentuh area sensitif.

  • Meremas dada: Ini tampaknya menjadi serangan kedua yang paling sering dialami kaum hawa, sementara anak laki-laki biasanya menjadi sasaran sedikit ke bawah. Baik anak laki-laki maupun perempuan tidak ragu berlari untuk meremasnya, hampir seperti jabat tangan ala prasekolah.
  • Memukul dada: Versi pukulan lima jari ala prasekolah yang tentu saja terasa lebih nyeri.
  • Menarik area selangkangan: Lebih sering ditujukan kepada anak laki-laki. Para murid yang belum memahami perbedaan anatomi tubuh sering kali mencoba berbagai cara dan kebingungan sendiri saat aksi usil tersebut tidak mempan.
  • Memukul perut atau bokong: Batasan ini biasanya dipengaruhi oleh tinggi badan mereka yang masih pendek. Anak-anak kecil sangat suka memukul, bahkan mereka sering melakukannya kepada ibu mereka sendiri tanpa mendapat hukuman berarti. Jika kandung kemih Anda sedang penuh, ini bisa terasa cukup menyakitkan sekaligus memalukan.
  • Menampar wajah: Anak-anak suka melompat untuk mencoba memukul area wajah.
  • Menggigit: Hal ini cukup membingungkan. Para guru mengatakan bahwa mereka melakukannya karena terlalu senang dan bersemangat dengan kehadiran seseorang, sehingga mereka harus menggigit sesuatu.

Tips Bertahan dari Kanchou

a woman giving kancho to a painting of a sumo wrestlers butt
Source: John Cant

Setelah diterjunkan langsung ke lingkungan prasekolah, seseorang akan mengembangkan teknik bertahan hidup tertentu yang tidak pernah diajarkan di bangku kuliah atau sesi orientasi.

  1. Kenakan pakaian longgar: Cara ini efektif mengurangi dampak dari hampir semua serangan kecuali tamparan wajah, serta mampu meredam gigitan.
  2. Posisikan punggung menghadap tembok: Melindungi diri dari kanchou dan pukulan bokong, meski serangan ke arah selangkangan mungkin akan meningkat.
  3. Selalu pantau keberadaan murid: Membantu menurunkan peluang mereka untuk sukses melancarkan serangan.
  4. Jadikan seseorang sebagai sandera: Mampu meredam semua serangan dari depan, termasuk remasan atau pukulan di dada serta gigitan. Ini adalah pertahanan yang sangat kuat.
  5. Bersembunyi di ruang guru: Melindungi diri dari seluruh serangan. Namun tetap harus waspada terhadap murid yang nekat menyusup.

Sebagai catatan akhir, terlepas dari berbagai serangan konstan yang mengincar bagian belakang tubuh, mengajar di berbagai sekolah prasekolah ini tetap merupakan pengalaman yang menyenangkan. Sebagian besar waktu dihabiskan dengan anak-anak yang antusias belajar bahasa Inggris, kontras dengan siswa sekolah menengah yang biasanya membencinya. Ditambah lagi, wajah mereka yang menggemaskan membuat kita sulit merasa kesal terlalu lama kepada jari-jari usil tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *