Musim dingin di Jepang terkenal cukup menusuk tulang. Walaupun suhu udara di Tokyo jarang sekali mencapai titik yang sangat ekstrem, kelembapan udaranya yang tinggi membuat hawa dingin seolah meresap langsung ke dalam tubuh. Uniknya, sebagian besar rumah di Jepang tradisional tidak dilengkapi dengan insulasi maupun penghangat ruangan sentral seperti di negara-negara barat. Alih-alih menghangatkan seluruh ruangan secara sia-sia, masyarakat Jepang memiliki cara tersendiri untuk menghadapi hawa dingin, yaitu dengan menghangatkan tubuhnya secara langsung.
Di era modern saat ini, alat penghangat yang paling diandalkan oleh masyarakat Jepang adalah kotatsu. Perabotan ini berupa meja rendah yang dilengkapi selimut tebal dan pemanas elektrik di bagian bawahnya. Biasanya, keluarga akan berkumpul di ruang keluarga dan menyelubungi separuh tubuh mereka di bawah meja ini untuk mengusir hawa dingin. Pemandangan ini sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang dan sering digambarkan dalam berbagai karya fiksi.

Sebelum adanya kotatsu, masyarakat Jepang mengandalkan perapian tradisional yang disebut irori untuk bertahan hidup selama musim dingin. Perapian tanam ini biasanya dipasang di tengah lantai rumah petani maupun bangunan tradisional lainnya. Mengingat rumah-rumah tradisional Jepang pada masa lalu sebagian besar terbuat dari kayu, dinding kertas geser, serta tikar jerami tatami, keberadaan api terbuka di dalam rumah tentu menjadi sebuah keajaiban teknik tersendiri tanpa memicu kebakaran besar.
Agar tidak terjadi kebakaran, perapian irori diisi dengan campuran pasir dan abu di bagian lubang tengahnya sehingga api dapat dikendalikan dengan aman. Selama kayu yang terbakar tidak mencapai bagian pinggirnya, risiko api menjalar tergolong sangat kecil. Selain itu, seringkali terdapat tikar anyaman yang digantung di atas perapian untuk mencegah percikan api menyebar, yang sekaligus berfungsi ganda sebagai tempat mengeringkan ikan dan mengawetkan buah.
Selain berfungsi sebagai sumber panas dan cahaya sebelum adanya listrik, irori dimanfaatkan untuk berbagai keperluan penting seperti mendidihkan air, memasak makanan, hingga mengeringkan pakaian. Perapian ini juga menjadi pusat berkumpulnya keluarga untuk saling berinteraksi. Asap dari irori secara tidak langsung turut membantu mengeringkan balok-balok kayu bangunan rumah, sehingga terhindar dari jamur dan pembusukan. Tidak heran jika banyak rumah petani kuno yang masih bertahan hingga saat ini berkat keberadaan irori.
Salah satu komponen paling ikonik dari irori adalah jizaikagi, yaitu sepotong bambu berongga yang digantung dari langit-langit dengan batang logam atau rantai di dalamnya. Pengait ini digunakan untuk mengatur ketinggian panci atau alat masak dari api di bawahnya, sehingga suhu masakan bisa dikontrol dengan mudah. Tuas pengaturnya kerap dibentuk menyerupai ikan karena masyarakat Jepang percaya bahwa ikan tidak pernah menutup mata saat tidur, sehingga dianggap sebagai penjaga yang tepat untuk mengawasi api tetap menyala dengan aman.
Menghangat di Sisi Perapian Irori

Menikmati kehangatan di dekat perapian irori sambil memandangi nyala apinya merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di musim dingin. Kendati demikian, perapian tradisional ini kini semakin sulit ditemukan kecuali di tempat-tempat tertentu seperti upacara minum teh, beberapa penginapan ryokan, atau rumah tradisional tertentu yang masih melestarikannya.
Bagi wisatawan yang ingin melihatnya secara langsung di Tokyo, Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum adalah salah satu lokasi terbaik. Kompleks museum di Tokyo bagian barat ini menyimpan banyak koleksi rumah tradisional yang terawat dengan sangat baik. Di dalamnya, pengunjung sering kali dapat melihat irori yang sedang menyala lengkap dengan petugas yang siap menemani berbincang hangat di dekat perapian.
Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman menginap secara langsung dengan fasilitas irori, Kamakura Guesthouse bisa menjadi pilihan yang menarik. Terletak di Kamakura, penginapan ini dulunya merupakan sebuah restoran tradisional Jepang dan kini menyediakan ruang bersama dengan irori yang menciptakan atmosfer pedesaan Jepang yang autentik serta ramah wisatawan.








