Beberapa waktu yang lalu, band MyGO!!!! merilis video musik untuk lagu mereka yang berjudul “Egakumirai.” Sejak pertama kali menontonnya, ada sesuatu dari video tersebut yang begitu membekas di hati. Suasana di kota pesisir yang tenang dan nyaman membuat saya merasa ingin berada di sana juga. Oleh karena itu, dalam perjalanan saya ke Jepang, saya memutuskan untuk “tersesat” di Hayama Town mengikuti jejak para anggota MyGO.
Awalnya, saya sama sekali tidak tahu di mana letak Hayama. Saya sempat membayangkan lokasinya berada jauh di Shizuoka, tempat yang memerlukan perjalanan panjang seharian dari Tokyo. Namun, setelah mencari tahu dan menyadari bahwa wilayah ini hanya bergeser sedikit melewati Kamakura, saya tahu saya harus berkunjung ke sana. Keesokan harinya usai konser gabungan MyGO dan Ave Mujica, saya menaiki kereta dengan satu tujuan: menelusuri kota damai yang menjadi inspirasi video musik “Egakumirai.”
Perjalanan menuju ke sana ternyata sangat mudah. Dari Shinjuku atau Shibuya, Anda bisa menaiki Jalur Shonan-Shinjuku, sedangkan dari Stasiun Tokyo tersedia Jalur Yokosuka. Keduanya menuju langsung ke Stasiun Zushi. Pemandangan perlahan berubah dari gedung-gedung tinggi perkotaan menjadi lanskap pesisir yang menenangkan, seolah-olah saya sedang memasuki dunia di dalam video musik tersebut.
Setibanya di Stasiun Zushi yang menjadi pemberhentian terakhir, dimulailah perjalanan ziarah anime atau yang biasa disebut seichi junrei oleh para penggemar untuk mengunjungi lokasi nyata dalam media pop kultur. Bagi yang ingin berjalan kaki seperti saya, bersiaplah karena total perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam berjalan kaki.
Dari Stasiun Zushi, saya berjalan ke arah tenggara menuju Pantai Zushi. Begitu laut mulai terlihat, saya langsung mengenali tempat di mana Raana berlari ke arah air pada bagian awal video musik. Berdiri di sana secara langsung menghadirkan emosi tersendiri, dan saya pun ikut berlari kecil mengikuti adegan tersebut. Ombaknya tenang, anginnya sepoi-sepoi, dan suasana sekitar terasa begitu damai.
Ada beberapa pintu masuk pantai di sana yang diberi nomor, dan saya menghabiskan cukup banyak waktu untuk menebak pintu masuk mana yang digunakan oleh Raana dalam video musik tersebut. Sepertinya itu adalah Pintu Masuk Nomor 2, meskipun ada pagar pembatas yang membuat pemandangannya sedikit berbeda dari dalam video.
Saat menyusuri pantai, saya tak sengaja bertemu dengan sesama penggemar MyGO yang juga sedang melakukan perjalanan penelusuran lokasi. Kami sempat tertawa bersama membahas betapa melelahkannya mencari titik-titik tersebut. Pertemuan singkat dengan orang asing dari tempat yang jauh ini terasa sangat berkesan karena kami dipersatukan oleh kecintaan pada karakter fiksi dan band yang sama.
Setelah meninggalkan pantai, saya berjalan ke arah barat dan menemukan jembatan tempat Anon berdiri di dalam video musik.
Tepat di seberangnya terdapat cabang Family Mart yang dikunjungi para anggota band untuk membeli camilan. Saya pun masuk ke dalam untuk membeli makanan ringan sebagai pengganjal perut, mengingat hari masih pagi dan saya belum sarapan.
Di luar toko kelontong tersebut terdapat persimpangan tempat para anggota mengambil foto satu sama lain, serta karya seni yang sempat dijadikan latar berpose oleh Tomori di seberang jalan.
Dari sana, saya melanjutkan perjalanan ke selatan menyusuri jalan pesisir hingga tiba di dekat halte bus La Marée de Chaya dengan pemandangan laut yang membentang indah. Toko tersebut masih tutup karena hari masih terlalu pagi, namun suasananya tetap menyenangkan untuk disinggahi.
Perjalanan berlanjut ke Hayama Marina, yang menjadi puncak emosional dari penelusuran lokasi ini karena begitu banyak adegan video musik yang diambil di area tersebut.








