Volume ke-18 dari manga I’ve Been Killing Slimes for 300 Years and Maxed Out My Level telah mengonfirmasi bahwa edisi berikutnya akan menjadi penutup bagi seri tersebut. Manga ini di ilustrasikan oleh Yusuke Shiba dan merupakan adaptasi dari seri light novel karya Kisetsu Morita serta Benio. Square Enix telah menerbitkan manga ini melalui situs web dan aplikasi Gangan Online sejak bulan Juni 2017.
I’ve Been Killing Slimes for 300 Years and Maxed Out My Level Franchise Details
Kisetsu Morita pertama kali merilis cerita Suraimu Taoshite Sanbyaku-nen, Shiranai Uchi ni Reberu Makkusu ni Nattemashita secara mandiri di situs Shosetsuka ni Naro pada tahun 2016. SB Creative kemudian mengambil alih hak terbitnya dalam bentuk fisik mulai tahun 2017 di bawah label GA Novel dengan ilustrasi garapan Benio. Hingga kini, penerbit tersebut telah meluncurkan 29 volume light novel. Sementara itu, Yen Press memegang lisensi untuk perilisan light novel dan manga tersebut dalam bahasa Inggris.
Seri light novel I’ve Been Killing Slimes for 300 Years sendiri dijadwalkan akan berakhir pada volume ke-30 yang rilis bulan Oktober ini.
Selain cerita utama, Kisetsu Morita juga telah menelurkan beberapa karya spin-off dengan menggandeng ilustrator yang berbeda:
- I Was a Bottom-Tier Bureaucrat for 1,500 Years, and the Demon King Made Me a Minister (Ilustrasi oleh Meishi Murakami).
- Food for an Elf
- Red Dragon’s Women Academy (Ilustrasi oleh Hitsujibako)
- The White Journey of Margrave
Baik Red Dragon’s Women Academy maupun I Was a Bottom-tier Bureaucrat juga mendapatkan adaptasi manga yang dikerjakan oleh masing-masing ilustratornya.
Adaptasi serial anime televisi untuk I’ve Been Killing Slimes for 300 Years dikerjakan oleh Studio Revoroot dan Studio Teddy. Studio Revoroot bertanggung jawab atas animasi musim pertama, sementara Studio Teddy menangani musim kedua. Crunchyroll menyediakan layanan penayangan untuk kedua musim anime tersebut.
Synopsis
Kehidupan yang dipenuhi jam kerja panjang dan kelelahan kerja pada akhirnya hanya akan membawa seseorang kepada kematian dini. Hal inilah yang dialami oleh Azusa Aizawa, sebelum akhirnya ia bereinkarnasi ke dunia lain. Merasa iba dengan penderitaan Azusa semasa hidup, sesosok dewa yang baik hati memindahkannya ke sebuah dunia fantasi yang dipenuhi keajaiban sihir, memberinya keabadian, serta mengembalikan penampilannya menjadi seorang gadis berusia 17 tahun.
Sejak saat itu, Azusa menghabiskan waktu selama 300 tahun dengan memburu para slime demi menjalani kehidupan yang tenang di dataran tinggi. Tanpa disadari, kebiasaan mengalahkan slime tersebut mendongkrak tingkat kemampuannya hingga mencapai level dewa. Meskipun memiliki kekuatan yang luar biasa, Azusa tetap teguh pada pendiriannya untuk menikmati hidup santai yang telah ia idamkan. Berbagai kehadiran naga, elf, roh slime, maupun hantu yang mencoba mengganggu ketenangannya justru disambut hangat ke kediamannya untuk merasakan kenyamanan hidup bersama.
Source: I’ve Been Killing Slimes for 300 Years and Maxed Out My Level manga
© Kisetsu Morita • Yusuke Shiba / Square Enix








