Meskipun ada banyak hal unik dari Jepang yang sering dirindukan, ada pula beberapa aspek yang sama sekali tidak membuat rindu. Setiap orang tentu memiliki preferensi yang berbeda, tetapi hal-hal berikut adalah beberapa contoh yang secara pribadi tidak terlalu disayangkan dari Negeri Sakura, dan rasanya akan lebih baik jika hal tersebut bisa diperbaiki.
1. Daging Bacon

Bacon di Jepang (dan di berbagai belahan dunia lainnya) sering kali terasa kurang tepat. Seharusnya bacon menjadi hidangan yang luar biasa lezat, namun di sana daging ini kerap disajikan seperti daging biasa pada umumnya. Teksturnya tidak boleh lembek, basah, atau hambar, melainkan harus memberikan sensasi gurih yang memuaskan. Jika saja ada restoran atau kedai khusus yang menyajikan bacon otentik, tempat itu pasti akan sangat diminati.
2. Lift yang Terlalu Cepat

Lift di beberapa negara barat biasanya cenderung lebih ramah dan lambat saat pintu akan ditutup. Namun di Jepang, sebagian lift terasa begitu agresif. Tombol tutup pintunya berfungsi dengan sangat cepat dan pintunya menutup dengan kuat tanpa ragu-ragu. Oleh karena itu, berjalan terburu-buru masuk ke dalam lift yang sedang menutup bisa menjadi pengalaman yang menegangkan karena pintunya menutup dengan sangat cepat dan rapat.
3. Gelas Air Ukuran Mini

Karena bir sering kali dikonsumsi dalam jumlah besar layaknya air putih di Jepang, air minum biasa terkadang seolah dikesampingkan. Air putih biasanya disajikan dalam gelas-gelas kecil berukuran hampir sebesar gelas seloki. Bagi orang yang terbiasa minum air dalam jumlah banyak, kondisi ini tentu cukup merepotkan karena harus sering meminta tambahan kepada pelayan jika tidak tersedia fasilitas isi ulang mandiri.
4. Jadwal Kereta Terakhir yang Cepat

Untuk negara dengan kota-kota besar yang sibuk seperti Tokyo, jadwal operasional kereta yang berakhir sekitar tengah malam terasa cukup cepat. Jika tertinggal kereta terakhir, pilihannya adalah berjalan kaki, naik taksi dengan biaya yang tidak sedikit, atau menginap di hotel kapsul dan kafe manga. Rasanya akan jauh lebih membantu jika jadwal kereta terakhir bisa diundur satu atau dua jam lebih lama.
5. Asap Rokok di Ruangan

Meskipun regulasi merokok telah diperketat dalam beberapa tahun terakhir di Jepang, masih banyak area indoor dengan ventilasi kurang memadai di mana orang-orang bebas merokok. Situasi ini membuat aroma asap rokok kerap menempel pada pakaian setelah berkunjung ke restoran atau izakaya tertentu, sehingga keberadaan ruang bebas asap rokok yang lebih luas tentu sangat dinantikan.
6. Pemanas Ruangan yang Berlebihan

Suhu ruangan di dalam bangunan sering kali terasa sangat ekstrem selama musim tertentu, entah itu terlalu panas atau justru sangat dingin tanpa ada titik tengahnya. Orang-orang di wilayah utara terkadang berpakaian terlalu tipis, sementara di selatan yang lebih hangat justru mengenakan pakaian berlapis-lapis di dalam ruangan berpemanas kuat.
7. Minimnya Wi-Fi Gratis

Menemukan koneksi Wi-Fi gratis di ruang publik Jepang bukanlah hal yang mudah. Berbeda dengan negara-negara di mana fasilitas internet gratis tersedia di hampir setiap sudut tempat umum, kafe dan restoran di Jepang cenderung menghindari penyediaan Wi-Fi gratis agar pelanggan tidak berlama-lama menghabiskan waktu di tempat duduk mereka.
8. Toilet Jongkok Tradisional

Meskipun toilet jongkok dinilai memiliki keunggulan tersendiri dari segi kesehatan, kenyamanan yang ditawarkan oleh toilet duduk modern berteknologi tinggi di Jepang jauh lebih memanjakan. Menemukan fasilitas umum yang hanya menyediakan toilet jongkok, terutama dalam kondisi yang kurang terawat dan dingin, tentu menjadi hal yang dihindari ketika mendambakan kenyamanan maksimal.
9. Makanan “Pedas” yang Kurang Pedas

Bagi para pencinta makanan pedas sejati, hidangan berlabel “pedas” di Jepang sering kali terasa lebih condong ke arah manis atau hambar. Kuliner di sana lebih sering menonjolkan cita rasa umami yang cenderung manis daripada sensasi pedas yang membakar lidah, yang terkadang membuat ekspektasi terhadap makanan pedas menjadi sedikit berkurang.
Bonus: AKB48

Keberadaan grup idol seperti AKB48 merupakan fenomena budaya pop yang begitu masif di Jepang, hingga sering kali menjadi topik perbincangan yang tidak pernah habis di berbagai kolom komentar pembaca.







