Saat sedang menelusuri berbagai informasi beberapa waktu lalu, sebuah penemuan yang cukup tidak biasa berhasil menarik perhatian. Objek tersebut adalah sebuah gulungan naskah kuno asal Jepang yang mengangkat tema tentang buang angin alias kentut.

Pembaca tidak salah baca. Seluruh isi gulungan yang dikenal dengan judul He-Gassen (“Pertempuran Kentut”) ini menceritakan tentang orang-orang yang saling berkentut. Mulai dari mengarahkannya ke orang lain, kepada kucing, di atas kuda, hingga memasukkannya ke dalam kantong; benar-benar aksi kentut yang terjadi di mana-mana.

Apa alasannya? Belum tentu ada jawaban pasti. Upaya pencarian literatur akademik mengenai topik kentut di Jepang ini ternyata sangat langka dan sulit ditemukan.

Beberapa artikel yang relevan sempat ditemukan melalui database universitas lama, namun syarat untuk mendapatkannya adalah dengan meminta cetakan fisik secara langsung di lokasi, sebuah hal yang tentu terasa agak janggal untuk dilakukan.

Bayangan situasi saat mengambil literatur tersebut di perpustakaan tentu mengundang senyum:
“Halo, ada yang bisa kami bantu?”
“Saya ingin mengambil beberapa artikel yang sudah saya pesan.”
“Baik, tentang apa topiknya?”
“Begini, itu tentang… kentut.”
“…”

Berdasarkan informasi yang terkumpul, ternyata gulungan semacam ini bukan satu-satunya yang pernah ada. Pada era 90-an, sebuah koleksi gulungan gambar kentut bahkan berhasil terjual seharga $1,500 di balai lelang ternama Christie’s.

Seniman ukiyo-e terkenal, Utagawa Kuniyoshi, rupanya juga pernah bereksperimen dengan seni bertema kentut melalui karyanya yang menggambarkan sekumpulan pria saling melancarkan kentut.

Salah satu karya terbesar dari seri gulungan ini menampilkan panorama empat orang pria yang melepaskan kentut ke dalam sebuah bangunan, memicu kekacauan di dalamnya.

Pada akhirnya, analisis berlebihan terhadap karya ini mungkin tidak diperlukan. Ekspektasi untuk menemukan filosofi budaya yang mendalam di balik pembuatan gulungan tersebut tidak membuahkan hasil, karena semuanya bermuara pada satu kebenaran universal: kentut memang hal yang lucu.

Manusia boleh saja mencoba menampilkan selera humor yang terkesan lebih berkelas, namun pada kenyataannya, suara kentut tetap saja mengundang tawa.

Sebagai pelengkap, sebuah video khusus juga telah disiapkan untuk membahas topik ini.







