Ada kalanya sebuah permainan langsung bisa ditebak arah pengalamannya, namun ada pula judul seperti Welcome to Elderfield yang membuat saya terus bertanya-tanya mengenai keunikan yang disajikannya. RPG horor bernuansa santai garapan pengembang Chris Cote dan penerbit Kwalee ini dijadwalkan rilis di Steam pada 10 September 2026. Meskipun pengaruh dari Stardew Valley sangat terasa di berbagai aspek, Elderfield menawarkan atmosfer yang jauh lebih aneh. Setelah mencoba versi demonya selama beberapa jam, saya merasa sulit untuk berhenti memainkannya.
Welcome to Elderfield mengambil premis klasik tentang kepindahan ke sebuah kota kecil, lalu memolesnya hingga menyerupai film horor era 80-an. Pemain bertugas mengurus sebuah peternakan dan dapat berinteraksi dengan warga sekitar layaknya Stardew Valley. Kendati demikian, ada kejanggalan yang menyelimuti wilayah ini. Semakin jauh demo Steam ini dieksplorasi, semakin jelas pula kesan misterius tersebut, membuat peluncuran resminya pada 10 September mendatang menjadi momen yang sangat dinantikan untuk mengungkap misteri di baliknya.
Welcome to Elderfield Hadir dengan Keunikan yang Menggelisahkan
Kesan paling kuat dari permainan ini adalah keunikannya yang tidak biasa. Walaupun mungkin tidak selalu tampak menakutkan bagi semua orang, suasananya terasa sangat meresahkan, bagaikan sebuah mimpi di mana segalanya tampak tidak beres. Demo Welcome to Elderfield menghadirkan pengalaman menegangkan yang justru membuat penasaran.
Atmosfer horor menjadi salah satu daya tarik utamanya. Kota kecil bergaya 80-an ini memancarkan pendar oranye redup yang menawan setiap kali malam tiba. Mengendarai sepeda keliling kota ditemani cahaya temaram tersebut menghadirkan perpaduan rasa nostalgia dan ketegangan yang pas.
Karakter-karakter penduduk di Elderfield turut memperkuat keanehan kota ini, terutama anak-anak kecilnya. Salah satu anak meminta pemain pergi ke pusat perbelanjaan untuk memukul makhluk mengerikan yang disebut sebagai Shopper. Tidak hanya anak-anak, para orang dewasa pun memiliki keunikan tersendiri, seperti seorang pria lanjut usia yang meminta bantuan untuk merangkai ranting dan bebatuan demi menyulap gantungan baju menjadi sosok istri guna mengusir kesepiannya.
Interaksi-interaksi tak lazim inilah yang membuat dunia dalam Welcome to Elderfield terasa begitu hidup. Alih-alih mengandalkan kejutan murahan, game ini membangun rasa ngeri lewat aturan-aturan tersembunyi di kota tersebut.
Lebih dari Sekadar Simulasi Bertani
Di balik aktivitas berkebun dan mengurus ladang, Welcome to Elderfield menyimpan dinamika permainan yang jauh lebih kompleks dan misterius untuk dijelajahi oleh para pemain yang menyukai tantangan bernuansa horor.








