Gim multiplayer FPS yang akan datang, Wardogs, mengumumkan bahwa mereka tidak akan memberikan dukungan untuk PC berbasis Linux, meskipun sempat ada pernyataan sebelumnya dari pengembang yang mengisyaratkan sebaliknya. Pada umumnya, memprioritaskan Windows di atas Linux bukanlah hal yang mengejutkan karena sebagian besar pengembang berfokus pada sistem operasi tersebut demi basis pengguna yang lebih luas. Kendati demikian, situasi seputar Wardogs menjadi sorotan karena sebagian penggemar merasa telah dikecewakan.
Pada tanggal 21 Agustus, Wardogs mengadakan sesi uji coba yang berujung pada kesuksesan besar. Berdasarkan data dari SteamDB, uji coba tersebut berhasil melampaui 100.000 pemain aktif secara bersamaan di Steam. Beberapa hari kemudian, pengembang Bulkhead mengumumkan tahap beta terbuka untuk Wardogs yang kembali memecahkan rekor pada 5 September dengan meraih lebih dari 245.000 pemain serentak. Terlepas dari pencapaian angka yang mengesankan ini, pengembang juga harus menghadapi gelombang kritik dari komunitas Linux.
Wardogs Tarik Ucapan Dukungan Linux dan Sebut sebagai Kesalahan Komunikasi
Pada tanggal 4 September, seorang pengembang Bulkhead menulis di komunitas Steam Wardogs bahwa mereka tidak secara resmi mendukung Linux dan tidak dapat berkomitmen untuk menghadirkan dukungan tersebut saat peluncuran. Para penggemar langsung memberikan tanggapan dengan mengingatkan pengembang bahwa komentar sebelumnya dari tim sempat mengonfirmasi dukungan Linux dan beberapa uji coba awal terbukti bisa berjalan di sistem operasi tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pengembang mengakui adanya kekeliruan komunikasi. Mereka menyatakan bahwa sempat terjadi kesalahan penyampaian informasi oleh manajer komunitas mereka yang kemudian tersebar di Discord dan diteruskan ke Reddit Linux, padahal pendirian resmi mereka sejak awal adalah sedang mengupayakan kompatibilitas Proton.
Wardogs telah menjadi salah satu gim tembak-menembak sudut pandang orang pertama yang paling diantisipasi dan masuk ke dalam daftar wishlist lebih dari satu juta kali di Steam. Oleh karena itu, ketiadaan dukungan Linux saat peluncuran tentu mengecewakan banyak penggemar. Walaupun basis pemain di Linux mungkin tidak sebesar Windows, mengabaikan para pengguna tersebut berarti Wardogs melewatkan ribuan potensi pemain baru.
Bulkhead telah menyampaikan permintaan maaf atas salah komunikasi ini dan menawarkan pengembalian dana bagi pemain yang membeli gim tersebut dengan keyakinan bahwa gim itu kompatibel dengan Linux atau Proton. Kendati demikian, komunitas masih merasa kurang puas dengan penjelasan tersebut.
Sebagian penggemar Linux meyakini bahwa gim ini memang dirancang dengan memperhitungkan dukungan Proton, bahkan statusnya di ProtonDB sempat mendominasi peringkat emas yang menandakan kompatibilitas yang baik. Mereka menduga Bulkhead kemudian memutuskan untuk menggunakan sistem anti-kecurangan baru yang mirip dengan gim-gim seperti Call of Duty, sehingga mempersulit gim tersebut untuk terus berjalan di Linux. Meskipun demikian, semua ini baru sebatas dugaan, dan pengembang Bulkhead menegaskan bahwa mereka tidak pernah berniat menyatakan gim ini pasti berjalan di Linux, serta mengeklaim bahwa keberhasilan uji coba sebelumnya di sistem operasi tersebut terjadi secara kebetulan.
Dukungan Proton untuk Wardogs Belum Sepenuhnya Ditinggalkan
Melalui platform X, CEO Bulkhead memberikan tanggapan kepada para penggemar yang menanyakan tentang dukungan Linux dengan menyatakan bahwa mereka akan segera menghadirkan dukungan Proton yang layak secepatnya, yang diperkirakan tidak lama setelah peluncuran. Dalam kicauan lainnya, ia juga menegaskan keinginan agar para pengguna Linux dapat ikut bermain dan memprioritaskan hal tersebut, terutama untuk perangkat Steam Deck, tanpa harus mengorbankan aspek keamanan.
Wardogs berencana untuk bergabung ke dalam daftar panjang gim Steam yang memasuki tahap early access pada 10 September 2026. Saat ini, gim tersebut masih terbatas untuk platform PC melalui Steam, namun Bulkhead telah menyatakan ketertarikannya untuk merilis gim ini ke konsol-konsol utama di masa mendatang.








