Meskipun Final Fantasy 15 mungkin bukan judul yang paling diagungkan dalam keseluruhan seri, game ini tetap mendapatkan tempat spesial di hati para penggemarnya, terutama berkat kelompok karakter utamanya yang memikat. Perjalanan melintasi dunia Eos bersama Ignis, Prompto, Gladiolus, dan sang protagonis Noctis berhasil membangun kedekatan emosional yang kuat antara para tokoh dan pemain sepanjang permainan. Kini, sang pemimpin kelompok tersebut bersiap untuk kembali menyapa para penggemar lewat petualangan baru di alam semesta Final Fantasy pada 22 Oktober mendatang.
Perjalanan pembuatan Final Fantasy 15 sendiri memakan waktu yang cukup panjang hingga hampir satu dekade, termasuk mengalami perombakan total serta pergantian perangkat keras di tengah masa produksi. Berawal dari proyek pendamping untuk Final Fantasy 13 dengan judul awal Final Fantasy Versus 13, game ini bertransformasi menjadi Final Fantasy 15 dan resmi diluncurkan pada 2016 dengan tanggapan yang beragam dari publik. Berbagai konten DLC yang berfokus pada karakter individu kemudian dirilis untuk memperkaya narasinya, meski sebagian penggemar masih merasa haus akan eksplorasi lanjutan dari dunia game tersebut.
Kembalinya Noctis dalam Final Fantasy Resonance
Sebuah cuplikan terbaru untuk Final Fantasy Resonance yang dirilis oleh Square Enix memperlihatkan aksi permainan dari Noctis, yang hadir sebagai salah satu Vision di dalam game mendatang. Final Fantasy Resonance mengambil fondasi dari game seluler Final Fantasy Brave Exvius yang kini sudah tidak aktif, lalu mengubahnya menjadi permainan pemain tunggal mandiri demi melestarikan cerita serta mekanisme dari versi aslinya. Melalui sistem permainan Resonance, para pemain berkesempatan untuk memanggil berbagai figur ikonis dari seri-seri terdahulu guna membantu jalannya pertempuran.
Di dalam trailer tersebut, para penggemar disajikan kilas balik perjalanan naratif dari Final Fantasy 15, termasuk kisah Pangeran Noctis Lucis Caelum yang harus menerima takdirnya sebagai pemimpin masa depan demi menghentikan ancaman Starscourge agar dunia tidak jatuh ke dalam kegelapan abadi. Ketika Noctis dipanggil dalam Final Fantasy Resonance, game ini menanggalkan gaya visual HD-2D konvensional dan menampilkan adegan sinematik 3D penuh saat ia melancarkan kemampuan Armiger untuk memanggil seluruh Royal Weapons secara bersamaan dalam serangan yang mematikan.
Noctis bukanlah satu-satunya wajah lama yang dipastikan hadir dalam FF Resonance. Ia bergabung dengan jajaran karakter legendaris lainnya seperti Firion dari Final Fantasy 2, Zidane dari Final Fantasy 9, serta Terra dari Final Fantasy 6 sebagai Vision. Setiap judul utama dalam waralaba ini akan menghadirkan Vision yang dapat dipanggil, menjadikan game tersebut sebagai bentuk penghormatan bagi sejarah panjang seri ini.
Selain Final Fantasy Resonance dan game asalnya, Noctis juga pernah singgah di berbagai judul lepas seperti seri Dissidia Final Fantasy serta World of Final Fantasy Maxima. Karakter ini bahkan sempat melompat ke luar waralaba utamanya sebagai petarung tamu dalam daftar karakter Tekken 7, serta mendapatkan kostum khusus di dalam game seperti Minecraft dan The Sims 4. Pada 22 Oktober nanti, Final Fantasy Resonance secara resmi menandai kepulangan sang pangeran ke rumah utamanya di dalam seri Final Fantasy.








