Menjelang peluncurannya, Marvel’s Wolverine buatan Insomniac Games kembali menjadi sorotan publik setelah menuai perdebatan hangat di dunia maya. Game yang diproyeksikan sebagai salah satu rilis eksklusif terbesar dari Sony menjelang akhir tahun 2026 ini tampaknya harus menghadapi berbagai kontroversi sebelum resmi menyapa para pemain.
Kontroversi Fitur Jejak Aroma
Ulasan yang mulai bermunculan di internet menunjukkan skor Metacritic yang lebih rendah dari perkiraan banyak pihak. Meskipun sebagian besar kritikus memuji sistem pertarungan yang intens, mereka juga menyoroti sejumlah kekurangan. Salah satu topik yang paling banyak diperdebatkan adalah kemampuan Logan dalam melacak musuh dan item, yang oleh sebagian pemain dianggap terlalu agresif dan terlalu memanjakan pemain.
Banyak warganet yang mencari cara untuk menonaktifkan fitur tersebut dengan asumsi bahwa hal itu merupakan opsi aksesibilitas yang bisa diubah, mengingat reputasi Insomniac yang sering menghadirkan pengaturan aksesibilitas yang mendalam pada game-game mereka.
Menanggapi berbagai permintaan agar fitur jejak aroma ini bisa dimatikan secara total, James Stevenson selaku Direktur Komunitas dan Pemasaran Insomniac memberikan klarifikasi bahwa permintaan tersebut tidak dapat diwujudkan. Menurutnya, jejak aroma tersebut merepresentasikan indra super mutant kanonik dan kemampuan melacak tingkat tinggi milik Logan. Fitur ini hanya muncul ketika Logan mendeteksi aroma atau suara spesifik seperti seseorang, wiski, petunjuk tertentu, momen cerita, atau saat berada di dekat item koleksi, sehingga tidak selalu aktif sepanjang waktu.
Beberapa pemain tetap mempertanyakan kegunaan fitur ini, terutama ketika digunakan untuk mencari kostum dan koleksi tersembunyi. Stevenson menjelaskan bahwa pemain tetap harus mendekati area tertentu untuk mendeteksi aroma tersebut, sehingga unsur eksplorasi masih tetap diperlukan. Selain itu, game ini menyediakan penyesuaian yang dapat melengkapi karakter untuk memperluas jangkauan deteksi aroma jika pemain menginginkannya.
Gelombang Negativitas yang Terus Datang
Kendala ini menambah daftar panjang gelombang negatif yang menerpa game tersebut secara online. Sebelumnya, cuplikan pertarungan bos melawan Sentinel berukuran besar sempat diejek oleh sebagian penggemar yang membandingkannya dengan game Ben 10 rilis tahun 2007.
James Stevenson sebelumnya juga mengakui bahwa rentetan kritik pedas seputar Marvel’s Wolverine membuatnya mempertimbangkan kembali kebijakan bagi para pengembang lain untuk aktif di media sosial. Kontroversi terbaru ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim pengembang dalam mempertahankan antusiasme menjelang hari perilisan game tersebut.







