Musim panas segera tiba, membawa serta cuaca panas terik, es krim Crunky edisi terbatas, dan gelombang baru Assistant Language Teacher (ALT). Mungkin impian Anda untuk datang ke Jepang akhirnya menjadi kenyataan. Sebanyak apa pun Anda dan para ALT lainnya disebar ke berbagai penjuru pedesaan di Jepang, Anda tetap akan bersiap menghadapi kelas pertama Anda.
Tiga tahun lalu, saya mendapati diri berdiri di hadapan 40 anak SMA untuk pertama kalinya. Saya memang pernah bekerja dengan anak-anak sebelumnya, meskipun mereka cenderung melempar barang ke arah saya alih-alih duduk diam menatap. Situasi kali ini benar-benar berbeda. Oleh karena itu, saya menulis panduan ALT yang sedikit tidak konvensional ini agar Anda bisa belajar dari kesalahan saya. Tulisan ini merupakan gabungan dari kiat-kiat praktis dan beberapa hal yang lebih abstrak yang semoga dapat membantu Anda melewati beberapa minggu pertama dengan lebih lancar dibanding saya dulu.
ALT dan Seni Improvisasi

Jika saya mengadakan orientasi untuk para ALT baru, saya akan mengganti hampir semua sesi ceramah dengan kelas improvisasi selama tiga hari. “Setiap situasi berbeda,” adalah kalimat realistis yang sering kali terdengar membuat frustrasi dalam orientasi-orientasi tersebut. Baiklah, jadi semua situasi Anda memang akan berbeda. Kalau begitu, mari belajar cara berimprovisasi agar sesuai dengan situasi apa pun!
Seperti yang saya katakan, saya pernah bekerja dengan anak-anak sebelumnya, tetapi pengalaman tersebut tidak memberikan keterampilan ALT sebanyak kelas Improvisasi Komedi yang saya ambil saat kuliah.
Utamanya, yang saya maksud adalah pola pikir (meskipun beberapa permainan improvisasi juga dapat diadaptasi dengan rapi menjadi permainan bahasa Inggris). Menurut saya, yang paling penting adalah mentalitasnya. Dalam permainan improvisasi klasik, Anda harus menerima apa pun yang dikatakan oleh rekan Anda (ya). Kemudian, Anda menambahkan elemen Anda sendiri ke dalam cerita atau pertunjukan (dan…). Ini adalah latihan dalam hal positivisme dan menerima apa pun yang menghampiri Anda.
Ketika seorang Japanese Teacher of English (JTE) meminta Anda melakukan sesuatu yang terasa aneh (“Tolong bicarakan tentang [hal acak]”), gunakan prinsip “Ya, dan…”. Ketika seorang murid mengatakan sesuatu yang sedikit aneh, lancang, atau bahkan kasar, cukup balas dengan “Ya, dan…”.
Murid: “Kamu jadi gemuk.”
Saya: “Ya, dan saya sedang latihan sumo.”
Sikap ini akan membantu Anda menghindari situasi buruk berupa rasa gugup di depan kelas. Hal ini tentu membutuhkan latihan, tetapi bisa dipelajari. Secara pribadi, saya menggunakan prinsip “Ya, dan…” hampir setiap hari, bahkan saat saya tidak sedang berbicara. Saya banyak menggunakan gestur tubuh. Terkadang murid meniru dan mengejek saya karena gestur tersebut. Saya hanya akan memperbesar dan membuat gestur itu menjadi lebih konyol. Hal itu mengundang tawa dan saya berhasil mempertahankan kendali atas kelas sekaligus diri saya sendiri.
Prinsip “Ya, dan…” bukan berarti Anda harus menyetujui segalanya. Anda juga bisa menggunakan “Tidak, tetapi…” sebagai gantinya. Hal yang paling penting adalah menerima bahwa Anda telah diberi tahu sesuatu dan menambahkan informasi Anda sendiri.
Tersenyumlah Sampai Wajah Anda Kaku

Saya tiba-tiba menjadi ALT yang jauh, jauh lebih baik pada suatu hari yang suram di bulan Oktober. Saya hanya perlu mengubah satu hal, yaitu wajah saya. Sejak tiba di bulan Agustus, saya berjalan-jalan dengan ekspresi yang sedikit ketakutan, seperti anjing yang bingung melihat buah lemon. Lalu pada suatu hari, saya memutuskan untuk tersenyum. Itu bukan hari yang luar biasa, saya juga tidak tersenyum karena sedang bahagia. Saya hanya memutuskan untuk tersenyum, apa pun yang terjadi.
Lalu tiba-tiba hari itu berubah menjadi hari yang menyenangkan. Murid-murid membalas senyuman saya. Murid yang pemalu mulai bersuara. Murid yang berisik menjadi berisik menggunakan bahasa Inggris. Saya merasa seperti menemukan sesuatu yang ajaib. Pada minggu-minggu pertama tersebut, wajah saya benar-benar terasa sakit karena menyempurnakan wajah ALT saya, tetapi manfaat dari tersenyum sungguh luar biasa. Beberapa perubahan terjadi pada anak-anak. Mereka menjadi lebih bersemangat untuk berbicara dengan saya, tidak begitu mengantuk di kelas, dan masalah kedisiplinan berkurang. Ketika murid-murid menulis surat untuk saya, banyak dari mereka yang menuliskan betapa mereka menyukai senyuman saya.
Perubahan lainnya terjadi pada diri saya sendiri. Itu adalah lingkaran umpan balik yang positif. Saya tersenyum, anak-anak tersenyum, saya merasa bahagia, saya semakin banyak tersenyum. Saya merasa lebih percaya diri, yang membuat perbedaan besar dalam cara saya bertindak di kelas. Tersenyum itu gratis. Hal ini sederhana, tetapi dapat membawa perubahan besar.
Suara Khas ALT

Baiklah, Anda sudah memasang wajah ALT Anda. Sekarang mari kita latih suara Anda. Senyuman yang sedang Anda kenakan itu memengaruhi suara Anda. Cobalah sekarang. Dengan wajah tanpa ekspresi, katakan, “This is a weird experiment that Tofugu is making me do.” Setelah itu, tersenyumlah dan ucapkan kalimat yang sama. Dengarkan bagaimana suara Anda berubah. Suara tersenyum tersebut adalah bagian dari pembentukan suara khas ALT.
Sekarang, perlambat tempo bicara Anda dan keraskan suara Anda.
Benar-benar lambat dan benar-benar keras.
Lebih lambat lagi! Lebih keras lagi!
Nah, seperti itu. Itulah suara khas ALT Anda. Butuh waktu berminggu-minggu dengan tatapan bingung dari para murid sebelum seorang guru menarik saya ke samping dan memberi tahu bahwa saya berbicara terlalu cepat dan terlalu pelan. Tiga tahun berlalu dan suara ALT saya berhasil membuat para murid duduk tegak dan mendengarkan. Saya bahkan pernah menggunakannya dengan sukses pada seorang pria Rusia setengah telanjang yang sedang mabuk, tetapi itu adalah cerita untuk lain waktu.
Jangan memaksakan diri secara berlebihan. Sebagai seorang ALT, suara Anda adalah alat terpenting, jadi jagalah dengan baik. Memproyeksikan suara bukan berarti Anda harus berteriak. Cobalah berbicara dari diafragma Anda. Melakukan beberapa latihan vokal akan membantu Anda mengembangkan ketahanan yang Anda perlukan untuk tetap bersemangat memimpin enam kelas berturut-turut dan masih sanggup pergi karaoke pada malam harinya.
Permainan versus Motivasi

Permainan, permainan, dan permainan. Betapa saya membenci permainan. Baiklah, itu terlalu disederhanakan, tetapi saya sangat membenci peran sebagai badut, bukan guru. Ini adalah ruang kelas, bukan pesta ulang tahun anak-anak. Saya berbicara khusus mengenai sekolah menengah atas (SMA) dan mungkin tingkat akhir sekolah menengah pertama (SMP). Permainan hanya akan membawa Anda sejauh ini dalam memotivasi anak-anak yang lebih besar. Apa yang benar-benar memotivasi mereka adalah perasaan bahwa mereka sedang mempelajari sesuatu dan mengalami kemajuan. Anda memang bisa bersenang-senang di kelas, tetapi kesenangan yang mengajarkan siswa sesuatu yang relevan adalah yang terbaik. Jika Anda menggunakan permainan, pastikan permainan tersebut terhubung dengan materi yang sedang dipelajari siswa. Hal itu bisa lebih sulit dari yang terdengar, terutama jika JTE Anda tidak kooperatif dan memberi tahu materi apa yang sedang dibahas, tetapi tetaplah berusaha jika memungkinkan. Anda mungkin perlu mengingatkan beberapa JTE bahwa Anda adalah seorang ALT dan huruf T di belakangnya adalah singkatan dari Teacher (guru).
Hal lain yang memotivasi siswa adalah realisme. Izinkan saya menceritakan kisah tentang permainan terburuk yang pernah saya lihat. Seorang JTE mencetak gambar-gambar sayuran. Para siswa harus berjalan berkeliling dan saling meminta, “Please give me carrot,” atau “Please give me potato.” Lalu siswa lainnya merespons dengan, “I give you carrot,” atau “I give you potato,” sambil menyerahkan kartu tersebut.
“I give you carrot.” Itu bukan bahasa Inggris yang benar! Pernahkah Anda mengatakan itu? Adakah orang yang pernah mengatakannya? Tentu saja permainan itu berakhir dengan anak-anak merasa bosan, menyerah begitu saja, dan duduk kembali. Saya tidak menyalahkan mereka. Apa gunanya belajar bahasa Inggris dengan cara seperti itu?
Ketika saya diminta membuat aktivitas serupa, saya memasukkan realisme sebanyak mungkin ke dalamnya. Untuk menciptakan suasana yang realistis, saya membagi kelas menjadi pembeli dan penjaga toko. Setiap pembeli memiliki daftar belanjaan yang berbeda. Setiap penjaga toko memiliki barang dagangan yang berbeda untuk dijual dari “toko” mereka. Hal yang paling penting adalah meskipun kami masih berada di dalam ruang kelas mereka di Jepang, kami membuat kelas tersebut semirip mungkin dengan pengalaman berbelanja di dunia nyata. Para siswa merespons dengan antusiasme yang jauh lebih besar daripada jika mereka diminta mengatakan, “I give you carrot.”
Realia, atau benda-benda nyata dari negara asal Anda, sangat bagus untuk menciptakan suasana yang hidup. Properti juga merupakan alat yang luar biasa. Bahkan hal sederhana seperti menggunakan buku sebagai paspor saat melakukan role-play di bandara dapat membawa perbedaan besar. Saya tidak bisa cukup menekankan kekuatan sebuah topi, terutama untuk murid-murid yang lebih muda. Para siswa sering kali bersedia mengesampingkan ketidakpercayaan mereka jika Anda memberi mereka sesuatu untuk dipegang secara visual.
Aturan bagus yang perlu diingat, dan diberitahukan kepada para JTE Anda, adalah jika hal tersebut tidak menarik dalam bahasa Jepang, maka hal itu tidak akan menarik dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak serta-merta membuat sesuatu menjadi keren (terlepas dari semua tulisan bahasa Inggris yang ngawur pada kaos oblong).
Menyiapkan Perlengkapan Esensial ALT

Baik Anda ditugaskan di satu sekolah maupun 20 sekolah, Anda dapat membuat kehidupan ALT Anda lebih mudah dengan menyiapkan satu tas perlengkapan khusus. Ambil dan langsung berangkat!
Sepatu!
Sepatu dalam ruangan yang nyaman! Seperti yang mungkin Anda ketahui, di sebagian besar sekolah di Jepang, orang-orang mengenakan jenis sepatu yang berbeda di dalam ruangan. Ada sandal yang disediakan untuk tamu. Hindari sandal-sandal ini sejauh mungkin. Sandal tersebut hanya akan mendatangkan rasa sakit, penderitaan, dan risiko pergelangan kaki patah. Sediakan sepasang sepatu nyaman milik Anda sendiri yang membuat Anda bisa melompat dengan mudah. Sepatu tersebut tidak harus terlihat mewah, yang penting Anda bisa berdiri dan berlari seharian penuh dengannya. Jika Anda sering berpindah-pindah sekolah, pertimbangkan untuk menggunakan tas sepatu bertali serut. Tas ini terlihat lebih profesional daripada kantong plastik dan memudahkan Anda membawa-bawa sepatu.
Poster Bahasa Inggris
Anda bisa mengubah ruang kelas mana pun menjadi ruang bahasa Inggris jika Anda menyiapkan beberapa poster dan membawa beberapa magnet. Banyak sekolah tidak memiliki ruang khusus bahasa Inggris, tetapi Anda tetap bisa memasang poster portabel sebelum kelas dimulai untuk menciptakan lingkungan belajar bahasa Inggris yang baik. Poster milik saya meliputi berbagai cara menjawab “How are you?“, poster mengenai manfaat dari membuat kesalahan, serta beberapa frasa bahasa Inggris kelas yang berguna. Selain memotivasi anak-anak, membuat poster adalah cara yang baik untuk menghabiskan jam kerja di meja kantor.
Penghitung Waktu (Timer)
Alat yang sangat berguna untuk menjaga agar siswa dan diri Anda sendiri tetap berada di jalur yang tepat.
Serangkaian Gambar Laminasi
Atau bahan aktivitas lain yang sederhana dan fleksibel. Saya biasanya mencari sekitar 40 gambar menarik secara daring. Gambar-gambar tersebut telah menyelamatkan saya berkali-kali dari permintaan mendadak “Tolong adakan suatu aktivitas” yang sering kali datang 5 menit sebelum kelas dimulai.
Materi Perkenalan Diri Anda
Anda tidak pernah tahu kapan sebuah sekolah akan mengejutkan Anda dengan kelas berisi siswa yang selama berbulan-bulan disembunyikan dari Anda.
Pahami Dunia Pendidikan

Selalu ada perdebatan mengenai perekrutan ALT yang tidak memiliki kualifikasi mengajar formal. Meskipun perdebatan tersebut menarik, realitas situasi saat ini adalah banyak ALT, baik jalur swasta maupun JET, datang ke Jepang dengan sedikit pengalaman mengajar atau pelatihan pedagogis. Jadi, jika Anda adalah salah satu dari ALT tersebut, saya sangat menyarankan Anda untuk melakukan riset. Hal ini memang tidak sama dengan pelatihan guru profesional, tetapi jika Anda dapat membiasakan diri dengan teori pengajaran, Anda akan memiliki kerangka dasar untuk membangun metode mengajar Anda.
Salah satu titik balik bagi saya sebagai seorang ALT adalah ketika bekerja dalam seminar yang dipimpin oleh Dr. Olenka Bilash. Beliau adalah seorang pendidik asal Kanada yang bekerja sama dengan Dewan Pendidikan Hokkaido untuk meningkatkan pengajaran bahasa Inggris. Situs web miliknya adalah tempat yang bagus untuk memahami cara berpikir tentang pendidikan, khususnya aspek-aspek yang sering kali kurang di Jepang, seperti keluaran siswa (“menggunakannya” dan “membuktikannya”) serta bagaimana penilaian (assessment) harus memberikan umpan balik terhadap cara anak-anak diajar. Dalam seminar tersebut, saya melihat bahwa ada cara mengajar bahasa Inggris yang lebih baik daripada metode baca-ulang-baca-ulang yang banyak saya lihat di ruang kelas di Jepang. Yang lebih penting lagi, saya belajar cara berdiskusi dengan para JTE mengenai ide-ide saya menggunakan istilah-istilah yang sudah mereka kenal.
Ketertarikan saya mulai tumbuh dan dari sana saya mulai melakukan riset sendiri mengenai sumber daya guru yang melampaui sekadar permainan cetak dan mainkan. Setelah saya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai beberapa teori di balik pendidikan, saya mampu merancang aktivitas saya sendiri agar sesuai dengan para siswa. Apa yang saya ketahui memang tidak bisa disamakan dengan guru bersertifikat, tetapi pemahaman sekecil apa pun tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Ada begitu banyak buku dan sumber daya internet. Secara pribadi, saya merekomendasikan Teach Like a Champion karya Norman Atkins, karena buku tersebut memiliki banyak saran praktis yang benar-benar efektif.
Pahami Bahasa Inggris Secara Mendalam

Baiklah, Anda sudah menyiapkan tas perlengkapan, Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam di meja untuk mempelajari teori pendidikan, dan Anda siap berangkat! Belum sepenuhnya. Anda juga perlu sedikit belajar mengenai bahasa Inggris itu sendiri.
“Tapi saya adalah penutur asli atau setara penutur asli,” protes Anda, “kemampuan bahasa Inggris saya sangat luar biasa.” Pembaca Tofugu yang budiman, itulah yang saya pikirkan dulu, tetapi saya keliru. Saya memiliki gelar master di bidang penulisan dan saya terkadang masih dibuat bingung oleh bahasa kita yang aneh ini. Meskipun saya mungkin bisa berfungsi menggunakan bahasa Inggris, hal itu tidak sama dengan kemampuan mengajarnya. Saya sudah sering melakukan pencarian panik di Google untuk mengingatkan diri sendiri mana yang merupakan kata kerja transitif dan intransitif. Anda perlu mengetahui kosakata untuk membahas struktur kalimat yang mungkin sudah Anda gunakan sejak Anda belajar berbicara. Saya tidak pernah diajarkan hal itu di sekolah, terutama beberapa istilah asing yang digunakan di Jepang.
Kabar baiknya adalah hampir semua ALT mengatakan bahwa mereka justru belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris setelah datang ke Jepang daripada sebelumnya. Jangan khawatir. Anda sudah bisa berbahasa Inggris. Anda hanya perlu mengulang kembali bagian-bagian bahasa Inggris yang kita gunakan untuk membahas bahasa Inggris itu sendiri. Anda bisa mendapatkan awal yang baik dengan mencari panduan tata bahasa dan melihat sekilas International Phonetic Alphabet (IPA).
Meskipun demikian, ingatlah bahwa betapapun persiapannya, beberapa pola tata bahasa yang sangat kuno terkadang muncul di buku-buku pelajaran bahasa Inggris di Jepang. Sayangnya, ujian-ujian di Jepang belum diperbarui dalam waktu yang cukup lama, sehingga anak-anak masih harus mempelajari struktur kalimat tersebut, meskipun Anda merasa seperti keluar dari film hitam-putih saat mengucapkannya. Jika Anda merasa terjebak, jangan berkecil hati. Mempelajari bahasa Inggris adalah proses yang berkelanjutan. Anda tidak akan pernah benar-benar selesai, dan menurut saya hal itu cukup keren.
Kiat dan Trik Terakhir

Saya punya tiga hal terakhir untuk dibagikan kepada Anda.
Pertama adalah hal terbaik yang saya pelajari saat orientasi. Jika Anda melihat seorang JTE melakukan kesalahan ejaan atau pengucapan, jangan katakan, “Hei, itu salah!” Sebaliknya, manfaatkan kekayaan variasi bahasa Inggris untuk keuntungan Anda. Frasa seperti, “Mungkin itu ejaan Amerika. Di Inggris kami menulisnya seperti ini…” telah menyelamatkan saya berkali-kali, bahkan ketika saya tahu bahwa ejaan tersebut memang benar-benar salah. Tukar kata Amerika dengan Inggris, Kanada, atau Australia sesuai keinginan Anda. Anda mungkin jauh lebih mahir berbahasa Inggris daripada para JTE tempat Anda bekerja, tetapi dengan menghindari tindakan yang menyinggung perasaan mereka, Anda akan membuat hidup Anda sendiri menjadi lebih mudah dalam jangka panjang.
Kedua, tiga kata yang mengubah tingkat partisipasi siswa saya secara drastis: THINK, PAIR, SHARE. Saya mendapatkan metode ini dari presentasi mengenai ALT yang diberikan oleh guru hebat Rashidat Amanda Oumiya. Pertama, tulis kata THINK, PAIR, SHARE di papan tulis. Terkadang saya juga menggambar ilustrasinya. Setelah itu, berikan pertanyaan atau topik diskusi kepada para siswa. Letakkan timer di bawah kata THINK. Mereka memiliki waktu 1 menit untuk berpikir secara diam-diam sendiri. Selanjutnya, pindahkan timer ke bawah kata PAIR. Para siswa berlatih mengucapkan jawaban mereka dengan pasangan masing-masing selama sekitar 2 menit. Terakhir, pindahkan timer ke bawah kata SHARE dan minta relawan untuk menjawab. Terkadang Anda mungkin masih harus menunjuk siswa jika mereka sangat pemalu, tetapi setidaknya mereka akan merasa lebih nyaman dan siap menjawab. Pada dasarnya, ini adalah kerangka kerja untuk mendorong siswa Jepang yang enggan berbicara agar mau berpartisipasi secara sukarela dengan memberi tahu mereka bahwa hal tersebut diharapkan sejak awal aktivitas. Memindahkan timer berfungsi sebagai petunjuk visual tambahan. Pastikan Anda menjelaskannya dengan jelas pada kesempatan pertama dan metode ini akan sangat membantu.
Terakhir, di Jepang, jawaban yang benar ditandai dengan lingkaran. Jawaban yang salah ditandai dengan garis miring atau garis lurus. Jangan tiru kesalahan saya yang menandai seluruh tumpukan tugas dengan tanda centang dan silang sebelum akhirnya saya mengetahui hal tersebut!
Selamat berjuang, para ALT baru yang berani! Anda akan menghadapi berbagai tantangan, terutama jika Anda ditempatkan di sekolah yang kurang ideal, tetapi profesi ALT ini bisa sangat memuaskan. Jangan terlalu keras pada diri sendiri selama beberapa minggu pertama jika situasi terasa berat. Saya yakin Anda akan segera menemukan ritme kerja Anda sendiri dalam waktu singkat! Cukup ingat untuk selalu tersenyum!








