Mengapa harus puas mengalahkan seorang raja jika Anda bisa menumbangkan dewa? Banyak video game dirancang untuk mewujudkan fantasi kekuatan tertinggi, dan tidak ada yang terasa lebih memuaskan selain meremukkan makhluk abadi menjadi debu. RPG buatan FromSoftware sering kali melibatkan kengerian kosmik, meski nama-nama seperti Queen Marika atau Moon Presence bahkan belum masuk dalam jajaran dewa terkuat di dunia game. Artikel ini memuat karakter-karakter yang tingkat kekuatannya benar-benar melampaui nalar.
Dalam industri game, sering kali terdapat jurang pemisah antara latar cerita dan mekanisme permainan. Akibatnya, entitas penghancur planet yang sangat kuat terkadang bisa dikalahkan begitu saja oleh seorang prajurit bersenjatakan pedang dan beberapa botol pemulih kesehatan. Hal tersebut wajar terjadi dalam desain game, namun bukan berarti para dewa jahat ini kehilangan status mereka sebagai makhluk yang sangat OP (overpowered). Mereka memang sekuat itu.
Beberapa aturan dasar yang digunakan:
- Karakter yang tidak secara spesifik disebut sebagai “dewa” tetap akan dimasukkan selama mereka telah mencapai tingkat kedewaan yang fungsional.
- Kekuatan mereka tidak boleh bersifat metafisik semata; harus ada komponen fisik yang menyertainya.
- Hanya mencakup karakter yang diciptakan khusus untuk video game—artinya tidak ada dewa dari anime seperti Dragon Ball.
- Latar cerita (lore) lebih diutamakan daripada mekanisme permainan.
Meskipun membandingkan karakter dari alam semesta dengan aturan yang berbeda tentu memiliki celah, perdebatan ini tetap menarik untuk disimak.
7
Sargeras Adalah Titan yang Tidak Takut pada Old Gods
World of Warcraft



- Pencapaian 1: Sargeras membantai seluruh jajaran Pantheon of Titans seorang diri.
- Pencapaian 2: Mengubah sistem bintang menjadi abu dengan bantuan Burning Legion.
- Pencapaian 3: Membelah planet berisi jiwa dunia (world-soul) hanya dengan sekali ayunan pedang.
Meskipun secara teknis diklasifikasikan sebagai “Titan” dan bukan dewa, Sargeras dari World of Warcraft sangat memenuhi kriteria arketipe tersebut dalam segala aspek. Para Titan pada dasarnya bertindak sebagai dewa keteraturan, meski entitas satu ini justru lebih memilih kekacauan yang disebarkannya melalui Burning Legion. Sebagai mantan Champion of the Pantheon, Sargeras awalnya diciptakan untuk menjadi pelindung alam semesta, namun ia berbalik melawan tugasnya karena kebencian mendalam terhadap Old Gods serta ancaman yang ditimbulkan oleh Void Lords.
Void Lords jelas memiliki kekuatan yang melampaui Sargeras, karena kekuatan mereka di alam asalnya tidak terbatas. Kendati demikian, mereka tidak dapat eksistensi di dunia fisik nyata.
Meskipun ada argumen tipis yang menyebutnya memiliki niat baik yang kacau (chaotic good), Sargeras pada akhirnya bergerak berdasarkan paham nihilisme berskala kosmik. Untuk membendung korupsi dari Void Lords, solusi yang ia pilih adalah memusnahkan seluruh bentuk kehidupan di alam semesta, memerintahkan Burning Legion untuk membakar habis berbagai dunia hingga menjadi arang. Walaupun kekuatannya murni bersifat fisik, ia berada di puncak tertinggi dari skala tersebut dan hanya dapat diungguli oleh segelintir makhluk fiksi saja.
6
Bhunivelze Menciptakan Dunia Baru
Final Fantasy 13 Trilogy (Utamanya Lightning Returns)



- Pencapaian 1: Menciptakan dimensi saku (pocket dimension).
- Pencapaian 2: Menciptakan para dewa.
Ingatkah Anda pada pembahasan mengenai “ketimpangan antara latar cerita dan mekanisme permainan”? Final Fantasy menampilkan Bhunivelze sebagai contoh terburuk kedua, di mana sistem stagger dalam Lightning Returns dapat membuat pertarungan melawan sang pencipta alam semesta ini terasa sangat mudah dan mengubahnya menjadi sekadar tempat melampiaskan pukulan. Kendati demikian, jika merujuk pada cerita resminya, Bhunivelze bisa dibilang merupakan dewa jahat terkuat di dalam sebuah franchise yang tidak pernah kekurangan entitas perkasa.
Meskipun sebagian besar hidupnya dihabiskan lebih sebagai konsep abstrak, Bhunivelze mengambil wujud fisik menjelang akhir cerita Lightning Returns dan menampilkan bentuk dewa berayap banyak miliknya. Ia mampu membentuk ulang dunia, menciptakan dewa-dewa yang lebih kecil (Pulse, Lindzei, dan Etro), memulai penghancuran seluruh alam semesta, serta menggunakan serangan yang mampu meledakkan bintang dan planet.

Image via Blizzard
Image via Blizzard
Image via Square Enix







