“Shu Shu Popooooooon” adalah tiruan bunyi kereta api dalam bahasa Jepang. Sementara itu, dalam bahasa Prancis, chou chou berarti “sayang” atau “favorit”. Jadi, sangat masuk akal jika ChouChou POPON dipilih menjadi nama sebuah bar di Ginza yang dikhususkan bagi para pencinta kereta api miniatur.
Meskipun ukuran bar ini tidak terlalu besar, kepadatan jalur kereta miniaturnya terasa menyaingi Stasiun Tokyo.
Kami berkunjung sebulan setelah bar ini resmi dibuka pada 1 Februari 2016, dan kembali lagi beberapa tahun kemudian saat mengadakan acara kantor. Dari dua kunjungan tersebut, total ada tujuh anggota Tofugu yang mendatangi ChouChou POPON dengan kesan yang beragam. Jika Anda adalah penggemar berat kereta api miniatur, Anda wajib mampir ke sini. Bagi yang bukan penggemar, Anda tetap bisa menyimak ulasan ini.
Begitu melangkah masuk, suara berderak dari roda-roda kecil langsung menyambut kami. Meskipun ukuran bar ini tidak terlalu besar, kepadatan jalur kereta miniaturnya terasa menyaingi Stasiun Tokyo. Saat kami berkunjung, ada delapan kereta yang berjalan bersamaan dari jalur yang berbeda-beda, dan pihak bar mengganti rangkaian kereta tersebut dengan yang baru setiap dua minggu sekali.
Bagi para otaku kereta api, menyaksikan rangkaian kereta JNR KiHa 181 berjalan berdampingan dengan seri E235 tentu bagaikan sebuah impian yang menjadi kenyataan.

Terdapat dua diorama kota miniatur utama di sana: satu menggambarkan kawasan Ginza pada era Shōwa, dan satu lagi terinspirasi dari novel klasik karya Miyazawa Kenji, Night on the Galactic Railroad.
Diorama Ginza era Shōwa tersebut menampilkan suasana kota di Jepang pada sekitar lima puluh tahun silam dalam skala yang lebih kecil.

Di sudut belakang, terdapat sebuah kota kecil ala Eropa yang menghidupkan kembali nuansa emosional dari novel klasik karya Miyazawa Kenji—meskipun kami hanya menduganya saja, karena tak satupun dari kami yang pernah membaca buku Night on the Galactic Railroad dan sang pemilik juga tidak memberikan penjelasan khusus tentangnya.
Karena kami datang lebih awal untuk sesi wawancara dengan manajer bar, kami memutuskan untuk duduk dan memesan minuman. Kepala bartender, Mr. Nakano, memberikan buku menu kepada kami. Saat kunjungan pertama, seluruh menu tertulis dalam bahasa Jepang, namun pada kunjungan berikutnya beberapa tahun kemudian, mereka telah menyediakan menu berbahasa Inggris.

Bagi Anda yang mengira semua minuman di sini bertema kereta api, tebakan Anda benar. Meski mereka juga menyediakan minuman biasa, koktail spesial mereka diracik berdasarkan berbagai jenis kereta terkenal di Jepang seperti Hayabusa, Komachi, Yamanote, Chūō, dan masih banyak lagi.
Koichi dan Viet memesan dua menu pertama dari daftar tersebut, dan belakangan Koichi kembali memesan koktail Kodama Limited Express.
Semua koktail tersebut dibanderol seharga ¥1.600, harga yang tergolong wajar untuk kawasan Ginza. Saya sendiri tidak memesannya, tetapi Viet dan Koichi merasa kurang puas dengan rasanya. Sepertinya pihak bar lebih mengutamakan penyesuaian warna minuman agar mirip dengan kereta aslinya daripada meracik rasa yang lezat.
Namun, jika tujuan utama Anda datang ke sini adalah untuk menikmati pemandangan kereta miniatur, Anda mungkin tidak ingin indra perasa Anda terganggu oleh alkohol, sehingga hal ini bukanlah masalah besar.
Surga bagi Para Penggemar Kereta Miniatur

Perusahaan induk ChouChou POPON, yaitu Popondetta, merupakan produsen kereta miniatur. Maka tidak heran jika tempat ini sangat unggul dalam urusan perkeretaapian meskipun kurang menonjol dalam hal seni meracik minuman. Para pencinta kereta miniatur dari seluruh penjuru Jepang datang ke sini untuk menyalurkan hobi mereka dan menyaksikan diorama dari jarak yang sangat dekat.
Kami diberitahu bahwa tempat ini biasanya sangat ramai pada malam Jumat, tetapi suasana saat kunjungan kami sedikit lebih tenang. Saat kami tiba, terdapat sepasang lanjut usia dan seorang pria berjas asal Sendai, kota terbesar di wilayah Tōhoku. Pria asal Sendai tersebut mengaku senang bisa mendapatkan kursi terbaik untuk menyaksikan kereta-kereta miniatur. Setelah beberapa gelas minuman, sang manajer bahkan mengeluarkan model kereta klasik spesial yang disambut dengan antusias oleh mereka berdua.

Sesaat setelah kami menikmati otōshi berupa kacang macadamia, sang manajer yang bernama Nagasawa-san datang menghampiri kami bersama seorang pemandu kereta bernama Hirose Hitomi, yang mengenakan seragam kondektur kereta.

Setelah beberapa gelas minuman, sang manajer bahkan mengeluarkan model kereta klasik spesial yang disambut dengan antusias oleh mereka berdua.
Beberapa menit kemudian, Hirose memberitahu kami bahwa sudah waktunya bagi dia untuk memulai pertunjukan.
“Ada pertunjukan?” tanya Mami.
Setiap malam, ChouChou POPON menyelenggarakan acara “Railroad Navigation”, di mana pemandu kereta memperkenalkan berbagai model kereta yang sedang beroperasi, dilanjutkan dengan pembacaan cerita pendek bertema kereta api.
Cerita malam itu berkisah tentang seorang kru baru yang ditugaskan di kereta mewah. Di tengah perjalanan, terjadi perselisihan kecil antara sepasang penumpang lansia. Tokoh utama dalam cerita tersebut kemudian memberikan nasihat bijak kepada mereka, sehingga pasangan itu kembali bahagia. Selesai.
Hirose-san memerankan seluruh karakter dalam cerita tersebut. Meskipun kemampuan pengisian suaranya sangat luar biasa—yang ternyata merupakan profesi sampingannya—durasi pertunjukan tersebut terasa sedikit terlalu panjang.

Setelah itu, kami sempat bertanya kepada manajer apakah seorang pemandu harus memiliki keahlian khusus tentang kereta api untuk bekerja di sini. Ia menjelaskan bahwa tidak ada pertanyaan seputar kereta saat wawancara kerja, tetapi seluruh staf diwajibkan untuk belajar secara mandiri setiap hari. Sering kali, para pelanggan justru memiliki pengetahuan yang lebih mendalam tentang kereta dibandingkan para staf, namun semua pegawai di ChouChou POPON selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Malam masih panjang, jadi kami memesan beberapa minuman lagi sambil menikmati suara deru kereta kecil. Karena suasana tidak terlalu padat, kami bisa leluasa mengamati detail-detail tersembunyi di dalam diorama kota tersebut. Di setiap sudut, terdapat figur-figur manusia plastik berukuran mini yang sedang menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Melihat pergerakan kereta dari berbagai sudut pandang memberikan kesenangan tersendiri.
Menjelang larut malam, kami sepakat bahwa terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, ChouChou POPON tetaplah tempat yang sangat menarik. Minuman yang disajikan memang biasa saja dan sesi cerita sempat mengalihkan perhatian dari suasana utama bar, namun kesempatan untuk melihat dunia miniatur serumit itu secara langsung adalah pemandangan yang luar biasa. Para pencinta kereta api tentu akan menikmati kunjungan berulang ke sini, sementara yang lainnya setidaknya patut mencobanya sekali untuk merasakan sendiri keunikannya.
Bahkan, bayangan kereta-kereta miniatur tersebut sempat terbawa hingga ke dalam mimpi kami malam itu. Saya bahkan sempat mendengar Viet mengigau dari balik dinding kamar hotel: “Ayo naik bukit itu, Thomas! Teruslah berjalan!” Pengalaman ini jelas meninggalkan kesan mendalam bagi setidaknya salah satu dari kami.
Ulasan Mami
Tempat yang menyenangkan untuk menikmati rangkaian kereta miniatur sambil minum. Saya tidak terlalu paham tentang kereta, tetapi pertunjukan singkat yang memberikan fakta-fakta menarik tentang kereta hari itu membuatnya terasa seru dan edukatif. Minumannya cukup enak, meski tidak semengesankan bar otentik lainnya di Ginza. Harganya sedikit mahal bagi saya, tetapi sepertinya itu hal yang wajar untuk kawasan ini.
Ulasan Viet
Bar yang luar biasa jika Anda menyukai kereta miniatur. Minumannya kurang begitu menarik bagi saya, dan saya setuju kalau harganya cenderung agak mahal.
Ulasan Koichi
Jika Anda benar-benar tergila-gila pada kereta, khususnya model miniatur, Anda pasti akan menyukai tempat ini. Namun bagi saya, minuman yang mahal dan biasa saja serta pertunjukan yang terlalu panjang justru mengalihkan perhatian dari daya tarik utama kereta itu sendiri.
Ulasan Michael
Saya tidak pernah memiliki koleksi kereta miniatur, tetapi saya selalu menganggap kereta Jepang itu keren, jadi keunikan ChouChou POPON sangat sepadan untuk dikunjungi. Saya sependapat bahwa minumannya terasa biasa saja, jadi saya menyarankan untuk memesan minuman “normal” dan melewati koktail bertema kereta. Datanglah demi atmosfernya dan bersiaplah merogoh kocek agak dalam, maka Anda tidak akan kecewa.
ChouChou POPON
Informasi Tambahan
8 Chome-4-5 Ginza
Chūō-ku, Tokyo 104-0061
Jepang
Lihat di peta
Situs Web ChouChou POPON
+81 3-3289-8700








