Bagi yang sedang mempelajari bahasa Jepang, salah satu langkah awal yang paling menyenangkan adalah mengetahui cara menulis nama sendiri dalam bahasa tersebut. Hal ini membuat proses belajar terasa lebih personal sekaligus memberi Anda identitas baru dalam budaya Jepang.
Kendati demikian, terkadang muncul kebingungan mengenai metode penulisan yang benar. Mari kita bedah cara yang tepat dan keliru dalam menuliskan nama asing ke dalam aksara Jepang.
Benar: Katakana カタカナ
Bagi pemula, katakana merupakan salah satu sistem aksara dalam bahasa Jepang yang secara khusus difungsikan untuk menuliskan kata atau nama serapan dari bahasa asing.
Nama-nama asing biasanya dieja secara fonetik menggunakan katakana. Sebagai contoh, nama Chris berubah menjadi kurisu クリス, Sarah menjadi seera セーラ, dan Michael menjadi maikeru マイケル. Cara ini umumnya sangat praktis dan mudah dipahami.

Menuliskan nama dengan katakana adalah pilihan yang sangat ideal. Cara bacanya sangat jelas, dan orang Jepang akan langsung tahu bahwa itu adalah nama asing. Selain itu, kemungkinan besar sudah ada standar baku penulisan nama Anda yang lazim digunakan oleh banyak orang.
Anda bahkan dapat dengan mudah mencari standar penulisan nama tersebut melalui berbagai kamus daring yang tersedia.
Namun, sebagian orang merasa bahwa menggunakan katakana saja belum cukup. Mereka ingin melangkah lebih jauh dengan menuliskan nama mereka dalam bentuk kanji, yang sebenarnya justru kurang disarankan karena berbagai alasan.
Salah: kanji 漢字
Kanji adalah karakter Tionghoa yang diadopsi dan sering digunakan dalam sistem penulisan bahasa Jepang. Setiap karakter memiliki arti tersendiri yang terkadang cukup kompleks.
Setelah menguasai katakana, beberapa orang tergoda untuk mengubah nama mereka ke dalam bentuk kanji. Meskipun kanji adalah komponen yang sangat penting dalam bahasa Jepang, untuk urusan menulis nama asing, sebaiknya hindari penggunaan kanji sepenuhnya.

Menggunakan kanji mungkin terlihat keren dan terasa lebih autentik, tetapi pada kenyataannya hal ini justru menyulitkan diri sendiri dan orang lain.
Kanji Berdasarkan Bunyi
Salah satu metode yang kerap disarankan adalah memilih karakter kanji yang memiliki kemiripan bunyi dengan nama Anda dalam katakana. Sayangnya, cara ini memiliki banyak kelemahan.
Jika Anda memilih kanji hanya berdasarkan pengucapannya saja, arti dari gabungan karakter tersebut sering kali menjadi sangat aneh dan tidak nyambung dengan nama asli Anda.
Sebagai contoh, jika seseorang bernama Chris memilih untuk menuliskan namanya dengan karakter 躯里子, bunyi yang dihasilkan memang mendekati kurisu. Akan tetapi, arti harfiah dari kanji tersebut adalah “anak angkat mayat”, yang tentu saja tidak masuk akal dan terkesan mengerikan.
Kendala lainnya adalah hampir setiap kanji memiliki cara baca yang beragam. Akibatnya, orang lain akan kesulitan mene bagaimana cara membacanya, atau justru membacanya dengan cara yang tidak Anda inginkan.
Singkat kata, merangkai kanji berdasarkan pelafalan hanya akan membingungkan orang lain tanpa memberikan keuntungan apa pun. Cara lain dalam memadukan kanji pun tidak jauh berbeda hasilnya.
Kanji Berdasarkan Arti
Metode lain yang sering dicoba adalah menerjemahkan arti atau etimologi dari nama asing tersebut ke dalam kanji. Beberapa orang percaya bahwa dengan merekonstruksi makna aslinya, esensi dari nama mereka bisa dipindahkan ke dalam bahasa Jepang.
Pendekatan ini juga tidak berfungsi dengan baik. Jika Anda menyusun nama kanji berdasarkan makna, cara pembacanya kemungkinan besar akan terdengar sangat janggal. Anda mungkin berhasil menyampaikan arti harfiah nama Anda, tetapi telinga orang Jepang tidak akan mengenalinya sebagai sebuah nama yang wajar.
Tapi Ada Orang Asing yang Punya Nama Kanji!
Memang ada beberapa warga negara asing yang menggunakan nama kanji, namun mereka adalah kasus khusus. Masyarakat dari Tiongkok dan Korea menggunakan sistem aksara yang sama atau mirip, sehingga nama mereka dapat disesuaikan ke dalam kanji.
Selain itu, warga negara asing yang resmi menjadi warga negara Jepang memang biasanya memiliki nama kanji. Akan tetapi, mereka tidak sedang menerjemahkan nama asal mereka, melainkan mengadopsi nama Jepang seutuhnya menggunakan karakter kanji yang lazim.
Banggalah dengan Nama Anda
Memaksa menuliskan nama asing ke dalam kanji sama artinya dengan mengubah identitas asli nama tersebut. Alih-alih membuang waktu mencari kombinasi kanji membingungkan yang tidak akan dimengerti orang lain, lebih baik gunakan waktu tersebut untuk mendalami makna nama Anda sendiri.
Pelajarilah asal-usulnya dan cari tahu alasan orang tua Anda memilih nama tersebut. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih bermakna daripada memaksakan nama Anda ditulis dalam bentuk kanji.







