Berinteraksi dengan orang Jepang terkadang bisa terasa cukup membingungkan. Apabila belum terjalin kedekatan, mereka cenderung menyampaikan pesan lewat kalimat yang singkat namun sarat makna, serta kerap memberikan jawaban atau keinginan yang terasa ambigu.
Bagi masyarakat Jepang, keheningan jauh lebih melekat dalam budaya komunikasi mereka jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa Barat. Selain itu, orang Jepang juga cenderung menunjukkan perlawanan secara pasif. Oleh karena itu, memahami bahasa tubuh mereka menjadi hal yang sangat krusial. Memadukan pemahaman gestur tubuh ini dengan komunikasi verbal akan membantu Anda menghindari kesalahpahaman saat bercakap-cakap dengan orang Jepang.
Kontak Mata
Pernahkah Anda menyadari bahwa saat seseorang di Jepang melakukan kontak mata, mereka justru mengalihkan pandangannya?
Menatap mata lawan bicara secara langsung sering kali dianggap tidak sopan, menimbulkan rasa canggung, dan bisa diartikan sebagai bentuk agresi. Ketika Anda ingin berbicara atau mendekati seseorang di Jepang, lakukan kontak mata secara singkat saja sebagai tanda sapaan, lalu arahkan pandangan ke tingkat yang wajar, misalnya ke bagian leher mereka.
Gestur Tubuh
Berikut adalah daftar gestur tubuh yang umum maupun tidak umum digunakan oleh orang Jepang. Pelajari hal ini agar Anda terhindar dari kebingungan dan ekspresi canggung saat berkomunikasi dengan rekan kerja, teman, maupun orang asing di Jepang!
Marah
Jari telunjuk diangkat di sisi kepala, menyerupai bentuk tanduk.

Meminta Maaf, Meminta Bantuan, atau Berterima Kasih atas Makanan
Menepuk tangan satu kali di depan wajah.

Canggung atau Malu
Meletakkan tangan terbuka di bagian belakang kepala.

Pemberi Pamer atau Sombong
Mengepalkan tangan di depan wajah dengan posisi kelingking di bagian depan, merujuk pada hidung panjang makhluk mitologi Tengu.

Penjilat
Juga dikenal sebagai penggiling biji wijen. Gesturnya mirip gerakan menggunakan lesung dan alu. Bentuk satu tangan seolah sedang memegang wadah lesung, sementara tangan satunya memegang alu, lalu buat gerakan melingkar dengan tangan alu tersebut.

Memesan Tempat atau Kepemilikan
Menjilat jari, lalu menyentuh orang atau benda yang dimaksud.


Menghitung dengan Jari
Sistem hitung jari di Jepang berlawanan dengan sistem di Barat.
1 = jempol dilipat ke dalam
2 = jempol dan telunjuk dilipat
3 = jempol, telunjuk, dan jari tengah dilipat
4 = jempol, telunjuk, jari tengah, dan jari manis dilipat
5 = semua jari dilipat membentuk kepalan tangan





Mabuk atau Mengajak Minum
Membentuk jempol dan telunjuk seolah sedang memegang cangkir sake kecil, lalu gerakkan tangan ke arah mulut seperti sedang minum.


“Permisi”
Menjulurkan satu tangan ke depan dengan posisi seperti sedang berdoa.

Perempuan, Pacar, Istri, atau Selingkuhan
Mengangkat jari kelingking.

Salam dan Menyapa
Bungkuk badan merupakan padanan salam bagi orang Jepang yang setara dengan jabat tangan di budaya Barat, serta menjadi salah satu bentuk bahasa tubuh paling penting di sana.
Semakin rendah dan lama durasi bungkuk tersebut dilakukan, maka semakin tinggi pula tingkat penghormatan yang ditunjukkan kepada orang yang diberi salam. Hal ini mirip dengan bagaimana kuatnya genggaman tangan mencerminkan tingkat kepercayaan diri dan rasa hormat seseorang.
Perempuan biasanya menempatkan kedua tangan di bagian depan atas paha saat membungkuk, sementara laki-laki menjaga tangan tetap berada di samping tubuh.
Gerakan membungkuk ini juga sering kali terlihat dilakukan oleh seseorang bahkan ketika mereka sedang menelepon.








Lapar atau Mengajak Makan
Menjulurkan jari telunjuk dan jari tengah pada satu tangan menyerupai sumpit, sementara tangan satunya dibentuk seperti mangkuk. Gerakkan tangan seperti sedang menyuap makanan ke dalam mulut.

“Aku Bisa Melakukannya!” atau “Tantangan Diterima”
Menekuk lengan dan meletakkan tangan lainnya di atas otot bisep.

Orang yang Sedang Berkelahi
Menyilangkan jari telunjuk satu sama lain.


Kemalasan atau Arogansi
Menyelipkan tangan ke dalam saku celana.

Laki-laki
Mengacungkan jempol.

Mengejek, Mengolok-olok, atau Penolakan
Menarik kelopak mata bagian bawah ke bawah menggunakan jari kelingking sambil menjulurkan lidah.

Uang
Menyatukan ibu jari dan jari telunjuk.

Tidak atau “Saya Tidak Bisa Membantu, Saya Tidak Bisa Berbahasa (Asing)”
Mengibas-ngibaskan tangan bolak-balik di depan wajah.




Tidak Bagus
Menyilangkan kedua lengan membentuk huruf ‘X’ di depan dada.

Baik (OK)
Membentuk kedua lengan di atas kepala menjadi bulatan huruf ‘O’ besar.

Menerima dan Memberikan Hadiah
Dilakukan dengan menggunakan kedua tangan saat memegang hadiah serta merentangkan lengan ke depan, disertai sedikit anggukan kepala sebagai opsi.



Menunjuk Orang Lain secara Sopan
Membuka telapak tangan menghadap ke atas yang diarahkan kepada orang yang dimaksud.

Menunjuk Diri Sendiri
Menunjuk ke arah hidung sendiri.

Memanggil Seseorang untuk Mendekat
Melambaikan tangan ke arah diri sendiri dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah.


Keberhasilan atau Salam untuk Orang Asing
Menunjukkan tanda simbol perdamaian (jari V).

Bau
Mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah.

Pencuri atau Mencurigakan
Menekuk jari telunjuk hingga menyerupai kait.

Berpikir Keras atau Ketidaksetujuan
Melipat tangan di dada. Maknanya bergantung pada konteks; jika mata tertutup, itu tanda bahwa orang tersebut sedang berpikir secara mendalam. Namun, jika mata terbuka, gestur ini bisa berarti mereka tidak sependapat dengan Anda atau bahkan dianggap menunjukkan sikap bermusuhan.


Cara Mempelajari Bahasa Tubuh Orang Jepang
Bahasa tubuh bukanlah sesuatu yang bisa dikuasai dalam semalam. Keterampilan ini terbentuk sepanjang hidup Anda. Bahasa tubuh Anda adalah cerminan diri Anda, dan tidak banyak hal yang bisa mengubahnya secara instan. Kendati demikian, jika Anda ingin tampil lebih bernuansa “Jepang”, bahasa tubuh merupakan salah satu aspek halus yang perlu Anda sesuaikan.
Bahasa tubuh ala Barat dan Jepang memiliki banyak perbedaan. Disarankan agar Anda memulainya dari hal-hal kecil yang lebih subtil, atau gestur yang belum pernah Anda miliki sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa perlahan beralih ke hal-hal yang membutuhkan perubahan besar. Ingatlah bahwa jika Anda menghabiskan banyak waktu bertahun-tahun untuk mengadopsi bahasa tubuh baru, orang-orang di negara asal Anda mungkin akan menganggap Anda sedikit aneh. Jadi, Anda perlu menyeimbangi hal tersebut. Beberapa perbedaan budaya memang jauh lebih mencolok dibanding yang lain, maka pilihlah dengan bijak mana yang ingin Anda terapkan.
Sebelum beranjak, pastikan untuk menyaksikan tayangan video bahasa tubuh ala Jepang yang menampilkan ragam gestur tersebut secara langsung!







