Secara umum, masyarakat Jepang dikenal sangat menjunjung tinggi kesopanan. Hal ini tercermin dari bagaimana kebanyakan orang Jepang membawa diri di ruang publik, termasuk saat berjalan-jalan di area perkotaan. Ada beberapa kebiasaan yang dianggap tidak sopan jika dilakukan sambil berjalan kaki di Jepang. Walaupun beberapa di antaranya mulai dimaklumi oleh generasi muda, kaum terzo di sana mungkin akan memandang sebelah mata jika melihat Anda melakukan hal-hal tersebut.
Berbicara Sambil Berjalan

Serupa dengan aturan di dalam kereta, melakukan panggilan telepon dengan suara keras di tempat umum dinilai kurang pantas. Pengguna transportasi umum biasanya memilih berkirim pesan agar lebih sopan, sementara warga yang menerima panggilan di jalanan yang sibuk cenderung menepi ke tempat yang lebih sepi supaya tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
Meskipun demikian, situasi ini kerap terasa membingungkan karena pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan mengobrol bersama teman saat berjalan kaki. Barangkali yang membedakan adalah kesan mengganggu ketika orang-orang di sekitar hanya mendengar satu sisi percakapan saja. Aturan ini jauh lebih masuk akal saat berada di dalam kereta karena suasananya yang cenderung hening, membuat suara sekecil apa pun akan terdengar sangat mencolok.
Merokok Sambil Berjalan

Salah satu hal yang paling mencolok dari Jepang adalah kebersihan jalanan dan trotoarnya yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. Di banyak tempat lain, puntung rokok merupakan salah satu jenis sampah yang paling sering ditemui di trotoar. Namun, kondisi tersebut tidak akan Anda jumpai di Jepang.

Merokok sambil berjalan kaki merupakan salah satu tabu terbesar di ruang publik Jepang, dan di beberapa wilayah bahkan tindakan ini melanggar hukum. Aturan ini sangat masuk akal jika dipikirkan kembali. Berjalan di belakang seseorang yang sedang merokok tentu sangat mengganggu, memaksa Anda untuk menghirup asapnya atau mendahului pejalan kaki tersebut. Bayangkan jika situasi ini terjadi di kawasan padat seperti Tokyo, di mana paparan asap rokok pasif bisa terjadi di mana-mana.
Selain masalah polusi udara, kepadatan jalanan juga meningkatkan risiko tidak sengaja menyenggol orang lain dengan rokok yang menyala. Sentuhan bara api dapat merusak pakaian atau membakar kulit pejalan kaki lain, terutama anak-anak kecil yang tinggi badannya sejajar dengan posisi rokok dan rentan terkena percikan abu panas pada bagian wajah atau mata mereka.

Kebersihan jalanan dari puntung rokok di Jepang terjaga karena warganya sangat dilarang merokok sambil berpindah tempat. Sebagai solusinya, tersedia banyak area khusus merokok yang terpisah dari jalur lalu lintas pejalan kaki, lengkap dengan wadah pembuangan puntung rokok khusus. Fasilitas seperti ini mungkin juga ada di negara lain, tetapi kesadaran masyarakatnya untuk memanfaatkan area khusus tersebut sering kali masih minim.
Kendati aturan di luar ruangan sangat ketat, Jepang justru masih melonggarkan aturan merokok di dalam ruangan. Berbeda dengan sebagian besar wilayah di Eropa dan Amerika Serikat, aktivitas merokok masih diterima dengan baik di hampir semua bar dan restoran di Jepang.
Makan atau Minum Sambil Berjalan

Meskipun tidak berbahaya seperti merokok di tempat umum, makan dan minum sambil berjalan kaki juga dipandang sebagai kebiasaan yang kurang beretika di Jepang. Padahal, jika melihat banyaknya mesin penjual otomatis yang tersebar di berbagai sudut, orang mungkin mengira kebiasaan ini adalah hal yang lumrah.
Pandangan mengenai hal ini memang tidak seketat dahulu, tetapi tetap saja dinilai kurang pantas. Biasanya, warga lokal yang membeli minuman dari mesin penjual otomatis akan berdiri di dekat mesin tersebut hingga selesai menikmati camilan atau minumannya sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Fakta ini juga yang mendasari mengapa banyak mesin penjual otomatis kini dilengkapi fasilitas Wi-Fi gratis.

Saat menikmati masa studi di Kobe, membeli sarapan di minimarket lokal lalu memakannya di perjalanan menuju asrama merupakan hal biasa bagi para pelancong. Meski demikian, tindakan tersebut sering kali mengundang tatapan keheranan dari penduduk setempat.







