Home / Study / 10 Alasan Pacar Orang Jepang Tidak Akan Membantu Kemampuan Bahasa Jepangnya Jangan Asumsi Belajar Terjadi Begitu Saja

10 Alasan Pacar Orang Jepang Tidak Akan Membantu Kemampuan Bahasa Jepangnya Jangan Asumsi Belajar Terjadi Begitu Saja

Pacaran dengan Orang Jepang Tidak Otomatis Bikin Mahir Bahasa Jepang

Banyak orang mengira bahwa cara terbaik untuk menguasai suatu bahasa adalah dengan memiliki kekasih yang menggunakannya sehari-hari. Anggapan ini sering kali membuat para pendatang, pelajar pertukaran, atau wisatawan asing di Jepang berbondong-bondong mencari pacar lokal demi kelancaran kemampuan bahasa mereka.

black t-shirt with Japanese writing

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Semakin lama Anda menjalin hubungan dengan orang Jepang, belum tentu kemampuan membaca atau berbicara Anda akan meningkat secara drastis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi:

1. Anda Terlalu Malas

Pada awalnya, Anda mungkin bersemangat dan berjanji akan belajar kanji serta tata bahasa setiap hari bersama kekasih. Kenyataannya, hal tersebut sangat jarang bertahan lama. Anda pasti memiliki hal lain yang dianggap lebih menyenangkan atau penting untuk dilakukan bersama pasangan dibandingkan membahas radikal kanji.

fat cat reclining on couch with remote and beer bottle

Selain itu, ada kalanya Anda harus membicarakan hal-hal yang melelahkan, seperti kedatangan calon mertua atau masalah sehari-hari. Pada saat itulah rasa malas mendominasi, membuat Anda memilih menggunakan kata-kata paling mudah—bahkan jika itu hanya bahasa Inggris yang diucapkan dengan logat Jepang.

2. Mencampur Bahasa Inggris dan Jepang

Kebiasaan mencampur dua bahasa akibat rasa malas adalah sebuah hambatan besar dalam komunikasi. Anda lama-kelamaan akan menciptakan bahasa sendiri yang membingungkan, di mana makna kalimat menjadi tidak jelas bagi siapa pun, bahkan bagi Anda berdua.

Contoh percakapan campur aduk yang tidak ideal:

A. Kapan ya 図書館 (perpustakaan) buka?

B. さあ (entahlah), I don’t know, setelah makan malam kamu harus チェック (cek).

A. めんどくさいな (Repot ya).

B. Don’t be a バカ (bodoh). Coba lihat, di situs ini it’s written right here!

A. そうか (Begitu ya). Fine, setelah makan malam I’m gonna go return these 本 (buku-buku).

3. Sering Diejek

cartoon cat and wilting flower

Sebaik apa pun kemampuan bahasa Jepang Anda, selalu ada celah bagi pasangan untuk meledek pelafalan, tata bahasa, atau logat Anda. Sebagian orang mungkin menganggapnya sebagai hal yang “imut”, namun dikritik secara terus-menerus sering kali membuat seseorang merasa bodoh seperti anak kecil dan menjadi defensif.

4. Berbicara Seperti Perempuan

large man with beard wearing sailor moon cosplay

Jika Anda menghabiskan seluruh waktu berbicara dengan kekasih perempuan, ada kemungkinan besar gaya bahasa Anda akan ikut terpengaruh menjadi feminin. Pengajar bahasa asing di Jepang sebagian besar memang perempuan, dan pemula biasanya tanpa sadar menyerap gaya bicara tersebut. Sebaliknya, jika Anda mencoba berbicara terlalu tomboy atau kasar, orang-orang di sekitar justru akan menganggap Anda aneh.

5. Pacar Anda Ingin Belajar Bahasa Inggris

Banyak hubungan antarbudaya terjalin bukan semata-mata karena si perempuan berniat menjadi guru bahasa privat sepanjang hari. Sering kali, mereka juga ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Akibatnya, waktu Anda justru lebih banyak dihabiskan untuk menjelaskan sesuatu dalam bahasa Inggris daripada belajar bahasa Jepang.

6. Minimnya Penggunaan Keigo dan Kanji

woman kneeling practicing kanji

Jangan berharap bisa mahir bahasa Jepang formal (keigo) atau memperkaya penguasaan kanji melalui pasangan Anda. Orang Jepang sendiri jarang menggunakan bahasa formal kepada orang terdekat karena akan terdengar kaku dan dingin, seperti percakapan antara rekan bisnis yang canggung.

Begitu pula dengan kanji; kecuali pasangan Anda sangat menyukai seni kaligrafi, mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk aktivitas lain yang lebih santai, seperti makan bersama.

7. Kecepatan Bicara yang Terlalu Tinggi

man standing on overpass bridge
橋だろ?!

Bagi telinga pembelajar asing, kecepatan bicara penutur asli terdengar sangat cepat. Padahal, saat berbicara dengan Anda, mereka sering kali sudah menurunkan tempo bicaranya. Ketika mereka mulai berbicara dengan sesama temannya, kecepatannya akan berlipat ganda seperti kilat.

8. Topik Percakapan yang Monoton

Alih-alih mendiskusikan topik mendalam atau filosofis, sebagian besar percakapan sehari-hari dengan pasangan asing berkisar pada hal-hal repetitif seperti menu makan malam, isi kulkas, atau rencana harian. Hal ini membuat proses belajar terasa seperti mengulang kelas bahasa tingkat dasar secara terus-menerus.

9. Pacar Anda Bukanlah Guru Profesional

red silhouettes man crouching and pointing

Kecuali pasangan Anda adalah seorang pengajar profesional, mereka mungkin tidak tahu cara menjelaskan aturan tata bahasa secara sistematis. Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari juga belum tentu sama persis dengan apa yang diajarkan di dalam buku teks.

10. Kesimpulan

Meskipun memiliki kekasih orang Jepang tidak serta-merta langsung membuat Anda menguasai bahasa dalam sekejap, bukan berarti hal tersebut sama sekali tidak berguna. Berinteraksi dengan penutur asli tetap memberikan wawasan budaya yang berharga dan pengalaman hidup yang luar biasa.

Selama Anda tetap menyadari berbagai tantangannya, tidak menyerah, dan tetap rajin belajar secara mandiri, kemampuan bahasa Anda pasti akan berkembang. Minna ganbare!

Catatan: Dinamika serupa juga dapat berlaku bagi Anda yang menjalin hubungan dengan pria Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *