Semakin lama Anda mendalami kanji, sistem di baliknya akan terlihat semakin masuk akal sekaligus membingungkan. Pola-pola tertentu mulai bermunculan, dan Anda mungkin menyadari beberapa hal menarik. Salah satu temuan yang cukup unik adalah adanya “petunjuk bunyi” yang tersemat di dalam kanji bertema hewan. Meskipun tidak selalu terjadi, beberapa kanji yang berkaitan dengan kategori burung, hewan, dan serangga ternyata memuat isyarat mengenai suara asli hewan tersebut di dunia nyata.
Anda bisa menelusuri beberapa contoh menarik ini untuk melihat bagaimana elemen fonetik tersebut bekerja di dalam struktur kanji.
hato 鳩 (Merpati)

Bagi yang sudah belajar bahasa Jepang, Anda mungkin menyadari bahwa radikal untuk burung (鳥) terdapat di dalam kanji merpati (hato 鳩). Bagian sebelah kiri kanji ini adalah radikal “sembilan” (kyuu 九). Pertanyaannya, mengapa angka sembilan ada di sana? Apakah merpati terbang dalam kelompok berjumlah sembilan?
Alasan sebenarnya berkaitan dengan bunyi dari kanji kyuu 九 itu sendiri. Salah satu cara pembacaan kanji tersebut adalah ku. Di sisi lain, dalam bahasa Jepang dan Mandarin, burung merpati mengeluarkan suara “kuu kuu”. Keberadaan radikal kyuu 九 di situ berfungsi untuk menunjukkan bahwa ini adalah burung (tori 鳥) yang bersuara “kuu kuu”. Informasi mengenai suara sekaligus cara bacanya telah terenkripsi langsung di dalam karakter tersebut.
ga 鵞 (Angsa)

Angsa (yang juga dikenal sebagai gachou 鵞鳥) memiliki radikal “burung” di bagian bawahnya. Sementara itu, radikal di bagian atas adalah ga 我 yang berarti “saya” atau “diri sendiri”. Tentu saja, arti “diri sendiri” tidak ada kaitannya secara langsung dengan karakteristik fisik angsa.
Namun, salah satu pembacaan untuk kanji 我 adalah ga. Bunyi ini tidak hanya menunjukkan pembacaan on’yomi untuk kanji tersebut, tetapi juga merepresentasikan suara yang dikeluarkan oleh angsa dalam bahasa Jepang, yaitu “gaa gaa”. Sekali lagi, sebuah kanji menyimpan informasi tersembunyi bagi mereka yang tahu cara mengurainya.
ka 蚊 (Nyamuk)

Mari beralih sejenak dari kategori burung ke serangga. Nyamuk dikenal memiliki suara dengungan yang sangat khas. Untuk menggambarkan suara getaran tersebut, orang Jepang menggunakan tiruan bunyi ブ〜ン (buuun).
Jika dicermati, sisi kiri kanji ini adalah radikal “serangga” (mushi 虫), sedangkan sisi kanannya adalah radikal “tulisan” atau “pola” (bun 文). Bagian bun di sini mewakili bunyi dengungan nyamuk, di mana bun sama dengan suara dengungan “bun”. Karakter ini pada dasarnya merepresentasikan “serangga buun”.
kamome 鴎 (Burung Cemar / Seagull)

Burung cemar mengeluarkan suara pekikan yang mirip dengan “kwa kwa”. Di sisi kanan kanji ini terdapat radikal burung (鳥), sedangkan di sisi kiri terdapat radikal “distrik” (ku 区) yang dibaca ku.
Meskipun bunyi ku tidak sepenuhnya sama persis dengan kwa, keduanya memiliki kemiripan fonetik, terutama dalam pelafalan bahasa Jepang. Radikal ku 区 kemungkinan besar digunakan untuk menandai pembacaan on’yomi dari kanji 鴎, sekaligus menyerupai suara yang dihasilkan oleh burung tersebut.
karasu 鴉 (Gagak)

Kanji untuk burung gagak terdiri dari dua radikal utama, yaitu burung (鳥) dan taring (ga 牙). Pembacaan untuk radikal taring tersebut adalah ga. Suara yang dikeluarkan oleh burung gagak pun berbunyi “gaa, gaa”, selaras dengan pelafalan radikal penyusunnya.
Neko 猫 (Kucing)

Dalam bahasa Jepang, kucing mengeluarkan suara “nya nya”. Namun, karena sistem kanji diadaptasi dari Tiongkok, struktur karakternya mencerminkan pelafalan dari bahasa asal tersebut.
Bagian kiri kanji Neko 猫 adalah radikal hewan, sementara bagian kanannya adalah nae 苗 yang berarti “bibit tanaman”. Dalam bahasa Mandarin, suara kucing mirip dengan bunyi “mao” atau “meow”. Pembacaan untuk radikal bagian kanan di dalam kanji 猫 adalah myou, yang berasal dari onomatope “meong” dalam bahasa Tionghoa.
Misteri yang Terus Berlanjut

Mempelajari pola-pola semacam ini tentu dapat mencairkan kebosanan dalam menghafal kanji sekaligus menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap sejarah karakternya. Masih banyak pesan, makna, dan cara baca tersembunyi di balik berbagai kanji lainnya yang menunggu untuk ditemukan.
Meskipun unsur kemiripan bunyi ini terkadang bisa jadi hanyalah sebuah kebetulan belaka, pendekatan tersebut tetap sangat membantu sebagai teknik mnemonik untuk mempermudah proses belajar Anda.








