Tokugawa Ienari adalah shogun ke-11 yang memimpin selama periode Edo dari tahun 1787 hingga 1837. Sebagai shogun dari dinasti Tokugawa yang masa jabatannya paling panjang, Ienari memiliki sejarah yang cukup unik dan penuh warna. Di balik statusnya sebagai penguasa, ia dikenal luas sebagai sosok yang gemar berpesta dan memiliki kehidupan pribadi yang sangat bebas.
Salah satu kebijakan besar Ienari yang paling dikenang adalah keputusannya untuk memindahkan banyak kuil dari pusat kota Tokyo ke daerah pinggiran demi mencegah kebakaran, mengingat bangunan saat itu didominasi oleh kayu. Kuil-kuil tersebut dipindahkan ke wilayah Nippori, yang pada abad ke-19 masih berada di tepi kota. Langkah ini terbukti efektif karena kawasan Nippori selamat dari berbagai musibah kebakaran besar yang sering melanda dekat istana.
Namun, di luar kebijakan tata kotanya, Ienari lebih populer karena gaya hidupnya yang hedonis. Ia tercatat memiliki satu istri resmi serta puluhan selir, dengan jumlah perempuan di haremnya mencapai ribuan pada masa puncaknya. Kombinasi antara kegemarannya menenggak minuman keras dan gaya hidup konsumtifnya bahkan disebut-sebut ikut menyeret keuangan Keshogunan Tokugawa ke ambang krisis. Meskipun demikian, ia tetap menikmati umur panjang hingga 67 tahun dan memiliki puluhan anak yang sebagian di antaranya memegang peran penting dalam era Bakumatsu dan Perang Boshin.
Warisan Tokugawa Ienari

Jika Anda berkunjung ke kawasan Nippori atau yang kini dikenal sebagai Yanaka, jejak dari dekrit Ienari masih bisa disaksikan hingga hari ini. Kawasan ini merupakan salah satu dari sedikit wilayah di Tokyo yang berhasil selamat dari kerusakan akibat Gempa Besar Kanto 1923 dan Perang Dunia II. Kuil-kuil yang dipindahkan oleh Ienari pada abad ke-19 pun masih berdiri kokoh di sana.
Bagi wisatawan yang tertarik menjelajahi sudut-sudut bersejarah ini, terdapat beberapa kuil menarik yang bisa dikunjungi di sekitar Yanaka:
- Tenno-ji
Didirikan pada tahun 1274, kuil ini merupakan yang tertua di kawasan tersebut. Pada periode Edo, kompleksnya jauh lebih luas daripada sekarang dan menjadi salah satu dari sedikit kuil yang diizinkan mengadakan lotere. Di sini, pengunjung dapat melihat patung Buddha perunggu yang dibuat pada tahun 1690. - Rinko-ji
Dibangun pada tahun 1630 dan kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini. Kompleks kuil ini menyimpan batu-batu peringatan kuno dari masa ketika rakyat jelata mulai diizinkan memiliki makam sendiri. - Enju-ji
Kuil ini memuja biksu abad ke-14 bernama Nichika yang dikenal sebagai pelindung para pejalan kaki. Di dalam bangunan kayu yang tenang ini, terdapat berbagai penggambaran alas kaki tradisional Jepang. - Jomyo-in
Didirikan pada pertengahan tahun 1600-an, kuil ini terkenal karena menjadi rumah bagi lebih dari 84.000 patung Jizo yang menawarkan pemandangan luar biasa bagi siapa saja yang berkunjung.
Untuk panduan yang lebih lengkap, pusat informasi wisata setempat menyediakan peta khusus yang memuat jalur jalan kaki dengan lebih dari tiga puluh rekomendasi titik kunjungan.
Atraksi Lain di Sekitar

Selain menghabiskan waktu di Yanaka, lokasi ini juga sangat dekat dengan Taman Ueno. Selain kebun binatang yang populer, taman tersebut menyimpan berbagai objek wisata budaya serta jalan perbelanjaan Ameyoko yang berakar dari pasar gelap era pascaperang.
Pilihan menarik lainnya adalah mengunjungi sisa-sisa Kan’nei-ji, bekas kuil pemakaman Keshogunan Tokugawa yang dulunya berukuran sangat besar sebelum sebagian besar wilayahnya terbakar habis selama Perang Boshin. Tempat ini menawarkan pengalaman singkat yang berharga bagi para pecinta sejarah Tokyo.








