Bagi para pencinta cerita rakyat dan makhluk gaib Jepang, kawasan Chofu di Tokyo menyimpan banyak sekali daya tarik tersembunyi. Wilayah ini sangat erat kaitannya dengan Shigeru Mizuki, mangaka legendaris di balik serial terkenal GeGeGe-no-Kitaro. Cerita tersebut berfokus pada kisah yokai, yaitu berbagai makhluk mitologi, roh, dan monster dalam cerita rakyat tradisional Jepang. Meskipun Anda belum pernah membaca manga karyanya, Chofu tetap menawarkan pengalaman wisata setengah hari yang sangat menarik dan mudah diakses dari pusat kota Tokyo.
Cara Menuju ke Sana
Chofu terletak di kawasan Sungai Tama dan dapat dicapai dengan menaiki jalur Keio dari Stasiun Shinjuku. Kereta ekspres dapat membawa Anda langsung ke sana dalam waktu sekitar 15 menit saja. Setelah tiba di Stasiun Chofu, Anda bisa keluar melalui gerbang utama dan menikmati suasana sekitar sebelum memulai perjalanan.
Meskipun berada di area metropolitan terbesar di dunia, Chofu memiliki banyak ruang hijau, sungai, dan keindahan alam. Secara historis, wilayah ini dulunya menjadi tempat tinggal bagi para imigran asal Korea pada abad ke-7 serta pusat industri pembuatan kain tradisional. Bahkan, karakter “fu” pada nama Chofu sendiri berasal dari kata yang berarti kain.
Kuil Fudaten di Chofu

Destinasi pertama yang wajib dikunjungi adalah Kuil Fudaten yang terletak tidak jauh dari Stasiun Chofu. Kuil ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-4, meskipun sempat dipindahkan pada akhir tahun 1400-an akibat banjir dari Sungai Tama. Konon, berdasarkan legenda setempat, kuil ini berkaitan erat dengan sejarah penamaan wilayah Chofu itu sendiri.
Selain nilai sejarahnya, Kuil Fudaten juga sangat terkenal di kalangan penggemar budaya pop karena sering dikaitkan dengan serial GeGeGe-no-Kitaro. Dalam cerita manga tersebut, rumah karakter utama Kitaro digambarkan berada di area hutan di bagian belakang kuil. Sebelum berkunjung, Anda dapat menyusuri Jalan Perbelanjaan Tenjin-dori atau yang sering dijuluki “Kitaro-dori”. Sepanjang jalan ini, terdapat sekitar 50 patung karakter yokai yang sangat cocok dijadikan latar belakang foto.

Kuil Jindai-ji yang Bersejarah

Titik pemberhentian berikutnya adalah Kuil Jindai-ji, kuil tertua kedua di Tokyo setelah Senso-ji. Didirikan pada tahun 733, kompleks kuil ini menawarkan suasana yang tenang dan asri. Salah satu daya tarik utamanya adalah gerbang Sanmon yang berasal dari periode Edo (1603–1868) dan mempertahankan gaya arsitektur klasik di tengah bangunan modern.
Area di depan Kuil Jindai-ji menyerupai sebuah desa tradisional yang dipenuhi oleh toko-toko kecil dan restoran mi soba. Kawasan ini terkenal dengan tradisi pembuatan mi soba buatan tangan yang telah berjalan selama ratusan tahun. Salah satu menu populer yang patut dicoba adalah tororo soba. Selain itu, Anda juga tidak boleh melewatkan Kitaro-chaya, sebuah kafe bernuansa retro yang mendedikasikan seluruh ruangannya untuk pernak-pernik dan menu makanan bertema yokai.

Atraksi Lain di Sekitar Chofu

Karena seluruh rangkaian tur di Chofu ini hanya memerlukan waktu beberapa jam, Anda dapat menggabungkannya dengan kunjungan ke destinasi menarik lainnya di sebelah barat Tokyo:
- Mt. Takao & the Tengu – Gunung suci yang terkenal dengan patung makhluk mitologi Tengu.
- Open Air Museums – Koleksi bangunan bersejarah di Tokyo.
- Fantastic Fuchu – Kawasan tetangga yang tenang dan berpemandangan indah.
- Tokyo’s Mt. Mitake – Perpaduan antara nilai spiritualitas dan keindahan alam di tengah megapolitan.
- Tokyo’s Retro Koenji – Destinasi wisata bernuansa retro.

Tepat di belakang Kuil Jindai-ji, terdapat Kebun Raya Jindai Botanical Gardens yang menawarkan pemandangan indah sepanjang tahun. Bagi yang ingin bersantai, terdapat pula pemandian air panas Yukemuri-no-Sato Onsen, meski fasilitas di sana lebih ditujukan untuk warga lokal ketimbang wisatawan mancanegara.








