Sejak peluncurannya satu dekade lalu, The Witcher 3: Wild Hunt telah diakui luas sebagai salah satu permainan peran dunia terbuka terbaik yang pernah dibuat. Ketika CD Projekt Red mengumumkan ekspansi ketiga untuk game klasik tersebut, komunitas gamer langsung antusias. Setelah merilis trailer resminya di ajang Gamescom Opening Night Live, pengembang memamerkan sesi pratinjau tertutup dari The Witcher 3: Songs of the Past.
Dalam sesi demo berdurasi satu jam tersebut, pengembang dari CD Projekt Red dan Fool’s Theory memperlihatkan wilayah baru, alur cerita utama, serta peningkatan visual yang hadir melalui pembaruan gratis Witcher 3 Remastered. Ekspansi ini menawarkan lebih banyak konten khas The Witcher 3 yang sangat dinantikan para penggemar setia.
Menelusuri Wilayah Letten
Sesi permainan dimulai ketika sang pemburu monster terbangun di tepi Sungai Letten, yang merupakan kampung halaman penyair Dandelion sekaligus latar utama ekspansi ini. Tanpa kehadiran rekannya dan dengan ingatan yang masih kabur akibat festival Belleteyn, Geralt memutuskan pergi ke Lettenhove Manor, kediaman megah masa kecil keluarga Dandelion.
Di sepanjang tepi sungai, Geralt mendapati kecapi milik Dandelion dan berhasil merebutnya kembali setelah menghadapi pemilik barunya. Karakterisasi Geralt tetap dipertahankan dengan sangat baik, menghadirkan dialog khas yang tajam seperti pada game utamanya.
Perjalanan berlanjut menggunakan perahu melintasi danau menuju Lettenhove Manor. Pada momen inilah peningkatan grafis dari versi remaster terlihat jelas, terutama pada sistem pencahayaan dan pantulan air yang tampak dinamis. Wilayah Letten digambarkan sebagai area pedesaan yang asri dan berbeda dari peta dasar game sebelumnya.
Geralt kemudian melanjutkan perjalanan darat menggunakan kudanya, Roach, melewati desa nelayan kecil. Interaksi antar NPC di wilayah ini terasa lebih hidup dan padat, menegaskan bahwa Letten adalah kawasan open world utuh yang dilengkapi konten sampingan, musuh baru, serta persenjataan anyar.
Koneksi Personal dalam Alur Cerita
Tiba di gerbang Lettenhove Manor, Geralt disambut oleh nenek Dandelion serta sepupunya yang bernama Lilla. Diskusi keluarga tersebut mengarah pada misteri hilangnya Dandelion dan mimpi Geralt tentang sebuah sumur yang dikelilingi duri, yang merujuk pada legenda lokal bernama The Garden of Thorns.
Sekuens dialog dalam ekspansi ini disajikan dengan pergerakan kamera yang lebih sinematik dibanding game dasarnya. Lilla kemudian bergabung dengan Geralt untuk menyelidiki legenda leluhur mereka yang di masa lalu pernah mencintai seorang penyihir.



Setibanya di Garden of Thorns, suasana siang hari yang cerah berubah drastis menjadi hutan gelap gulita di bawah cahaya bulan purnama. Di sinilah Geralt berhadapan dengan Swarmion, jenis monster baru yang dilindungi oleh sekumpulan tawon. Perisai tersebut hanya dapat dihancurkan menggunakan senjata baru berjenis rantai untuk menarik musuh dari jarak jauh.
Sesi demo berlanjut dengan pertarungan bos melawan Slumbering Knight. Pertarungan ini memamerkan sejumlah peningkatan mekanik tempur, seperti kamera yang bergerak dinamis mengikuti gerakan menghindar Geralt serta animasi serangan dan tangkisan yang terasa lebih mulus.
Kesimpulan
Melalui sesi pratinjau ini, The Witcher 3: Songs of the Past memang tidak mencoba merombak total formula yang sudah ada. Namun, fondasi kuat yang dibangun oleh CD Projekt Red dan Fool’s Theory terbukti masih sangat solid dan menjanjikan pengalaman petualangan yang memuaskan bagi para penggemar franchise ini.








