Perjalanan mendadak sering kali berujung pada pengalaman yang paling berkesan. Keinginan untuk menjelajahi wilayah Nasu di Prefektur Tochigi bermula dari ketertarikan terhadap keindahan alamnya saat musim gugur tiba, terutama setelah melihat berbagai ulasan mengenai kawasan pegunungan tersebut.
Kaki Gunung Chausu menyimpan berbagai daya tarik yang membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi. Salah satunya adalah Nasu Yuzen Shrine, sebuah tempat suci yang memuja dewa pemandian air panas atau onsen. Bagi para pecinta onsen, lokasi ini tentu memiliki nilai historis dan spiritual tersendiri. Tidak jauh dari kuil tersebut, terdapat Shika-no-Yu, sebuah pemandian air panas legendaris yang dikabarkan telah berdiri sejak abad ke-7 dan wajib untuk dicoba.
Selain pemandian air panas, kawasan Nasu juga sangat populer di kalangan pendaki sepanjang tahun. Gunung Chausu yang memiliki ketinggian 1.915 meter menawarkan pemandangan yang luar biasa indah, khususnya pada musim gugur. Bagi wisatawan yang ingin menikmati puncak tanpa harus kelelahan mendaki dari bawah, tersedia layanan Nasu Ropeway yang dapat membawa pengunjung ke area dataran tinggi dengan cepat.
Gunung Chausu sendiri merupakan gunung berapi aktif yang masih mengeluarkan uap dan abu secara rutin. Hal ini memberikan lanskap vulkanik yang unik dan berbeda jika dibandingkan dengan gunung-gunomeg lainnya. Gabungan antara jalur pendakian yang menantang dan panorama dari puncak menjadikan tempat ini sangat istimewa.
Cara Menuju ke Nasu
Perjalanan dari Tokyo menuju Nasu tergolong cukup mudah menggunakan transportasi umum. Langkah pertama adalah naik kereta Shinkansen jalur utara menuju Stasiun Nasu-Shiobara. Waktu tempuh perjalanan kereta cepat ini dari Stasiun Tokyo memakan waktu sedikit lebih dari satu jam.
Setibanya di Stasiun Nasu-Shiobara, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan bus lokal menuju kawasan Nasu Onsen. Frekuensi keberangkatan bus yang biasanya hanya ada setiap satu jam sekali membuat perencanaan waktu menjadi hal yang penting.
Sebagai alternatif, wisatawan juga bisa turun terlebih dahulu di Stasiun Kuroiso dengan kereta lokal sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus. Jalur ini sering dipilih karena memungkinkan pengunjung untuk singgah sejenak di area kafe terkenal seperti 1988 CAFE SHOZO yang dikelola oleh Kikuchi Shozo, tokoh yang sangat dihormati di kalangan pecinta kopi lokal.
Pilihan lainnya adalah menggunakan bus malam atau bus jarak jauh langsung dari kawasan Shinjuku di Tokyo. Meskipun membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama sekitar 3,5 jam, opsi ini bisa menjadi pertimbangan untuk menghemat biaya perjalanan.
Nasu Yuzen Shrine dan Shika-no-Yu

Nasu Yuzen Shrine berada tepat di titik awal jalur pendakian menuju puncak Gunung Chausu. Tempat suci yang berasal dari abad ke-7 ini didedikasikan untuk dewa pemandian air panas. Suasana di sekitar kuil sangat fotogenik, terutama pada pagi hari dengan cuaca yang cerah.
Sementara itu, pemandian Shika-no-Yu dikenal sebagai onsen tertua di Prefektur Tochigi. Airnya memiliki karakteristik warna putih susu yang khas. Keunikan utama dari pemandian ini terletak pada enam kolam air panasnya yang memiliki suhu bervariasi mulai dari 41°C hingga 48°C, yang sangat baik untuk merilekskan otot setelah lelah beraktivitas.
Selain kuil dan onsen, terdapat beberapa titik menarik lainnya di sekitar kawasan ini:
- Sessho-seki (Batu Pembunuh): Sebuah batu besar yang dipercaya mengeluarkan uap beracun dan lekat dengan legenda rubah ekor sembilan bernama Tamamo-no-Mae dalam mitologi Jepang.
- Sentai Jizo: Area di antara Nasu Yuzen Shrine dan Sessho-seki yang dipenuhi oleh hampir 1.000 patung batu Bodhisattva Jizo hasil pahatan tangan seorang seniman selama puluhan tahun.
- Tsutsuji Suspension Bridge: Jembatan gantung sepanjang 130 meter yang membentang di atas lembah dengan ketinggian 38 meter, menawarkan pemandangan Gunung Chausu yang memukau saat musim gugur.
- Yahata Azaleas Park: Taman yang dipenuhi oleh bunga azalea dan jaringan jalur pejalan kaki, sangat indah dikunjungi saat musim semi akhir atau musim gugur.
Puncak Gunung Chausu

Menggunakan Nasu Ropeway adalah cara yang paling efisien untuk mencapai area atas Gunung Chausu tanpa harus melakukan pendakian penuh. Dari area pemberhentian kereta gantung, pendaki masih perlu melanjutkan perjalanan kaki sekitar tiga puluh hingga empat puluh menit untuk benar-benar mencapai titik puncak.
Semakin dekat ke puncak, vegetasi hijau mulai menghilang karena pengaruh aktivitas vulkanik serta uap sulfur dari gunung berapi aktif ini. Di bagian paling atas, pengunjung akan disambut oleh gerbang torii serta kuil kecil pegunungan. Gunung Chausu sendiri merupakan bagian dari gugusan tiga gunung bersama Gunung Asahi dan Gunung Sanbonyari, yang secara kolektif sering disebut sebagai Gunung Nasu.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Nasu

Meskipun kawasan Nasu dapat dijelajahi menggunakan transportasi umum, memiliki kendaraan sewaan akan memberikan kebebasan lebih untuk mengunjungi berbagai objek wisata menarik di Prefektur Tochigi. Beberapa tempat yang layak untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan meliputi:
- Kita Onsen Ryokan: Penginapan pemandian air panas terpencil dengan sejarah lebih dari 1,200 tahun dan bangunan bergaya era Edo yang memiliki total tujuh kolam pemandian.
- Nasu Animal Kingdom: Tempat rekreasi yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan berbagai jenis hewan di habitat terbuka.
- Nasu Safari Park: Taman safari tempat pengunjung dapat melihat mamalia besar seperti singa, jerapah, dan gajah dari dekat.
- Nasu Alpaca Farm: Peternakan yang dihuni oleh ratusan alpaka menggemaskan yang dapat diberi makan secara langsung.
- Cheese Garden: Toko pusat oleh-oleh khas Nasu yang terkenal dengan produk keju, hidangan penutup, serta kue keju andalan mereka.
Selain keindahan alam dan budayanya, Nasu juga terkenal dengan hidangan daging sapi wagyu berkualitas tinggi. Menikmati seporsi steak yang lezat di restoran lokal akan menjadi penutup yang sempurna untuk perjalanan liburan di kawasan dataran tinggi ini.








