Home / Travel / Menelusuri Kuil Kuno Enzo-ji di Fukushima yang Dilewati Jalur Tadami

Menelusuri Kuil Kuno Enzo-ji di Fukushima yang Dilewati Jalur Tadami

The Main Hall of Enzo ji

Wilayah barat Aizu di Prefektur Fukushima menyimpan sebuah permata tersembunyi yang kaya akan sejarah dan nuansa pedesaan yang asri, yaitu kuil kuno Enzo-ji di kota Yanaizu. Meskipun tiket terusan seperti JR East Pass (Tohoku Area) sering diandalkan untuk bepergian cepat menggunakan Shinkansen, banyak pelancong yang belum tahu bahwa tiket tersebut juga berlaku untuk kereta lokal. Kuil Enzo-ji sendiri merupakan salah satu dari tiga kuil utama di Jepang yang mendedikasikan pemujaannya kepada bodhisattva Kokuzo, yang kearifannya disimbolkan seluas alam semesta. Kompleks kuil berusia lebih dari satu milenium ini menawarkan pemandangan musim gugur yang sangat memukau dan telah bertahan melalui berbagai bencana selama ratusan tahun.

Nama Enzo-ji mungkin masih asing bagi sebagian besar wisatawan mancanegara, namun jalur kereta Tadami Line yang melewatinya sangat populer di kalangan pencinta fotografi. Jalur kereta api pemandangan sepanjang 35 kilometer ini membentang dari Stasiun Aizu-Wakamatsu hingga Stasiun Koide di Uonuma, Prefektur Niigata. Kereta lokal yang melintas di atas Sungai Tadami sering kali menjadi objek foto ikonik yang menghiasi media sosial. Mengunjungi kuil ini memberikan kesempatan untuk menikmati warisan spiritual yang kaya tanpa harus berdesakan dengan banyak turis.

Cara Menuju ke Sana

Yanaizu Town is about a one hour train ride from Aizu-Wakamatsu Station. After disembarking at Aizu-Yanaizu Station, Enzo-ji is just a few minutes away on foot though you’ll need to climb a few stone steps to access the main areas of the temple.

Perjalanan menuju Enzo-ji dimulai dengan mencapai Stasiun Aizu-Wakamatsu terlebih dahulu, yang dapat diakses menggunakan Tohoku Shinkansen ke Stasiun Koriyama lalu berganti ke jalur Ban-Etsu West Line. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan Tadami Line menuju Stasiun Aizu-Yanaizu selama kurang lebih satu jam. Mengingat jadwal kereta lokal yang cukup jarang dan bisa berjarak hingga dua jam, perencanaan waktu yang matang sangat diperlukan agar tidak terjebak cuaca dingin di tengah pedesaan saat malam hari.

Bagi wisatawan yang fleksibel, menyewa mobil sering kali menjadi pilihan yang jauh lebih praktis untuk menjelajahi wilayah Yanaizu secara menyeluruh. Jadwal kereta yang terbatas terkadang menyulitkan pelancong yang ingin memadukan kunjungan kuil dengan berburu foto panorama kereta di jembatan sungai pada waktu yang sama.

Menjelajahi Kompleks Kuil Enzo-ji

The grounds of Enzo-ji are absolutely breathtaking during the fall months when the foliage is at its finest. You’ll also find that this temple is one of the biggest compounds in all of Fukushima Prefecture, meaning that you can spend a solid hour just exploring.

Didirikan pada tahun 807 oleh seorang pendeta Buddha terkemuka asal Aizu bernama Tokuichi Daishi, aula utama Enzo-ji berdiri megah di atas tebing curam yang menghadap langsung ke Sungai Tadami. Arsitektur bangunannya mengingatkan pada Kiyomizu-dera di Kyoto, lengkap dengan balkon peninjau yang ditopang oleh tiang-tiang kokoh. Pengunjung dapat memilih untuk menaiki sekitar seratus anak tangga batu dari gerbang utama di bawah bukit atau langsung masuk melalui area parkir atas demi kemudahan akses.

Di dalam kompleks kuil yang luas ini, pengunjung dilarang mengambil foto di dalam aula utama, namun dapat mengagumi berbagai arca Buddha serta religi yang berkaitan dengan Kokuzo. Perpaduan antara struktur kayu era Kekaisaran dan semarak warna daun musim gugur menjadikan lokasi ini sangat berkesan untuk disinggahi.

Tempat Kelahiran Legenda Akabeko

Yanaizu Town is allegedly the birthplace of the Akabeko legend and you’ll find red cow statues strew all about if you ever visit the small hamlet in rural Fukushima.

Kota Yanaizu dikenal sebagai tempat asal muasal figur sapi merah legendaris bernama Akabeko yang kini menjadi simbol ikonis Prefektur Fukushima. Berdasarkan cerita turun-temurun, seekor sapi merah dulunya membantu mengangkut kayu berat untuk pembangunan kuil dan memilih untuk tetap tinggal di dekat kuil sebagai lambang pengabdian. Patung-patung sapi merah kini dapat ditemukan di berbagai sudut wilayah ini, termasuk patung khusus di kompleks kuil yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit jika bagian tubuh tertentu diusap.

Selain keindahan alam dan sejarahnya, Enzo-ji juga menjadi tuan rumah ritual musim dingin ekstrem bernama Nanokado Hadaka Mairi setiap tanggal 7 Januari. Dalam tradisi ini, para pria lokal mengenakan kain pinggang fundoshi dan berlari menaiki anak tangga kuil di tengah cuaca bersalju demi membunyikan lonceng utama dan memohon keberkahan tahun baru.

Spot Panorama Jembatan Sungai Tadami

A train crosses a bridge on the Tadami Line as seen from the Tadami River Bridge No. 1 Viewpoint, an iconic spot that many Japanese cameramen find has the been angle to shoot from.

Bagi para pemburu foto pemandangan, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Stasiun Aizu-Miyashita untuk mengakses area observasi kereta. Dari stasiun tersebut, pengunjung disarankan naik bus menuju Michi-no-Eki Ozekaido Mishima-juku karena jalur jalan kaki yang tersedia cukup berbahaya bagi pejalan kaki. Dari pusat layanan wisata ini, jalur setapak akan mengarah ke beberapa titik pemandangan terbaik, termasuk Tadami River Bridge No. 1 Viewpoint yang sangat tersohor.

Karena keterbatasan armada bus pulang dan jadwal kereta yang ketat, menginap di kawasan pemandian air panas Miyashita Onsen sehari sebelumnya menjadi strategi terbaik untuk mengabadikan momen kereta pagi tanpa harus berebut tempat dengan fotografer lain.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Aizu

In addition to visiting Aizu-Wakamatsu, one other spot to check out during autumn after exploring the western parts of Fukushima Prefecture is Urabandai. It’s a place that has jawdropping views of the fall foliage during late October and early November.

Menjelajahi Enzo-ji dan kawasan jembatan Tadami dalam satu hari penuh dari Tokyo merupakan tantangan tersendiri, sehingga disarankan untuk merencanakan malam menginap di Aizu-Wakamatsu atau Miyashita Onsesn. Di Aizu-Wakamatsu sendiri, wisatawan bisa menikmati situs bersejarah lain seperti Kastil Tsuruga dan bangunan unik Sazaedo.

Pilihan menarik lainnya mencakup kawasan Urabandai di sisi utara Gunung Bandai yang terkenal dengan lanskap vulkanik serta gugusan danau warna-warni Goshikinuma. Sementara itu, kota Kanayama di dekat jalur Tadami menawarkan mata air panas alami bersoda serta pemandangan pedesaan yang tenang sebelum mengakhiri perjalanan di pedalaman Fukushima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *