Home / Travel / Wisata Kuliner Tematik Tokyo: Memilih Pengalaman Paling Unik

Wisata Kuliner Tematik Tokyo: Memilih Pengalaman Paling Unik

A Busy Crossing in Shinjuku

Tokyo terkenal sebagai surga bagi berbagai pengalaman bersantap tematik yang unik. Sayangnya, media asing sering kali hanya menyoroti beberapa tempat populer seperti Robot Restaurant atau Kawaii Monster Cafe yang sayangnya sudah tutup selama pandemi. Ditambah dengan kurangnya informasi berbahasa Inggris yang memadai dari pihak Jepang, banyak destinasi kuliner tersembunyi yang luar biasa luput dari perhatian wisatawan mancanegara.

Karena minimnya informasi daring, membedakan tempat yang bagus dan yang biasa saja bisa menjadi tantangan tersendiri. Perlu diingat bahwa tidak semua restoran bertema menawarkan kualitas makanan kelas atas. Terkadang, penampilan makanan yang luar biasa tidak sejalan dengan rasanya.

Kendati demikian, masih ada beberapa tempat kuliner tematik di Tokyo yang sukses memadukan suasana unik dengan kualitas makanan serta minuman yang memuaskan. Tempat-tempat ini biasanya mematok harga yang cukup tinggi dan mengharuskan pengunjung untuk melakukan reservasi jauh-jauh hari. Berikut adalah beberapa rekomendasi restoran bertema yang menawarkan pengalaman sekaligus hidangan yang lezat.

Option 1: Ninja Akasaka

Ninja Akasaka, a shinobi-themed restaurant in Tokyo

Terletak di Akasaka, restoran ini memadukan konsep shinobi yang menghibur dengan sajian kuliner berkualitas tinggi. Perjalanan dimulai sejak Anda tiba, di mana seorang ninja akan memandu Anda melewati koridor sempit dan rintangan menuju meja makan. Sebaiknya kenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak. Jika ada anggota rombongan yang memerlukan bantuan fisik, pastikan untuk memberitahu pihak staf saat melakukan reservasi.

Pengunjung dapat memesan menu set atau hidangan à la carte. Menu lengkapnya tersedia dalam bahasa Jepang dan Inggris di situs web mereka. Restoran ini dirancang untuk menyambut wisatawan asing, sehingga mereka juga mengakomodasi berbagai kebutuhan diet khusus seperti pilihan tanpa daging babi atau vegetarian.

Para staf ninja tidak hanya berperan sebagai pelayan, tetapi juga mahir menampilkan berbagai trik sulap saat menyajikan makanan. Di sela-sela waktu makan, mereka juga akan singgah di meja Anda untuk menampilkan pertunjukan ninjutsu yang memukau. Di Jepang, Anda tidak perlu memberikan tip kepada staf, jadi nikmati saja pertunjukan dan makanannya.

Satu hal yang perlu diperhatikan, tata letak restoran ini mungkin berbahaya bagi anak kecil karena jalurnya yang berliku-liku. Oleh karena itu, anak-anak tidak diperbolehkan masuk setelah pukul 7 malam pada hari kerja, dan pengawasan orang tua sangat diwajibkan selama kunjungan.

Option 2: Aquarium Dining

Tokyoites dine by an aquirium full of fish

Restoran bertema akuarium semakin digemari di Tokyo dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pengunjung harus berhati-hati terhadap tempat tiruan atau calo yang menawarkan izakaya akuarium di jalanan. Tempat yang resmi dan berkualitas tidak perlu mencari pelanggan dengan cara seperti itu.

Berikut adalah beberapa pilihan restoran bertema akuarium terpercaya di Tokyo yang memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus hidangan yang memuaskan:

  • Art Aquarium
    Akuarium malam ini sangat cocok bagi mereka yang ingin bersantai menikmati minuman sambil mengamati keindahan ikan tanpa harus makan berat. Pameran visual ini berpindah-pindah antara Tokyo dan Kyoto setiap beberapa bulan sekali. Saat berada di Tokyo, pameran ini biasanya bertempat di kawasan bersejarah Nihonbashi.
  • Aqa Restaurant & Luxis
    Restoran di Ebisu ini memiliki akuarium setinggi 5 meter yang bahkan dihuni oleh seekor penyu laut. Interiornya yang mewah berpadu sempurna dengan suasana elegan di dalam ruangan. Meskipun ada biaya layanan meja dan biaya tambahan untuk kursi di dekat akuarium, harganya masih sepadan dengan kualitas makanan dan pemandangannya.
  • Medusa
    Berlokasi juga di Ebisu dan dikelola oleh perusahaan yang sama dengan Luxis, Medusa menawarkan suasana yang sedikit lebih tenang dengan akuarium ubur-ubur terbesar di Jepang. Interior bernuansa perak dan hitam memberikan kesan modern yang elegan tanpa terasa berlebihan. Kualitas makanannya sebanding dengan Luxis dengan kisaran harga yang mirip.

Option 3: Zauo Fishing Restaurant

Bagi pencinta hidangan laut segar, pengalaman memancing sendiri ikan yang akan disantap tentu menjadi daya tarik tersendiri. Sejak awal tahun 2000-an, Zauo Fishing Restaurant telah menawarkan pengalaman unik di mana pengunjung dapat membayar untuk menangkap tangkapan mereka sendiri. Interior restoran ini dibentuk menyerupai kapal yang berada di tengah kolam buatan penuh ikan. Setelah duduk, staf akan membagikan alat pancing dan umpan.

Kegiatan interaktif ini tentu membutuhkan kesabaran, terutama saat restoran sedang ramai. Menu malam Anda akan bergantung pada hasil tangkapan. Setelah berhasil mendapatkan ikan, panggil staf dan tentukan cara pengolahan yang diinginkan, seperti dipanggang dengan sedikit garam atau dijadikan sashimi.

Untuk beberapa jenis ikan, sashimi disajikan di atas piring beserta kerangka ikannya yang masih bergerak. Setelah dagingnya habis, pelayan akan menggoreng tulang tersebut hingga sangat renyah sehingga dapat dikonsumsi seluruhnya.

Jika Anda kesulitan mendapatkan ikan, restoran ini tetap menyediakan buku menu reguler untuk dipesan. Zauo memiliki beberapa cabang di sekitar Tokyo seperti Shinjuku, Shibuya, Yokohama, serta satu cabang di Osaka. Karena harga makanan dihitung berdasarkan jenis ikan yang ditangkap, tempat ini kurang disarankan bagi wisatawan dengan anggaran terbatas.

Option 4: Owl-no-Mori

A girl holds a fox at an animal cafe in Japan

Kafe hewan di Jepang sudah sangat terkenal di kancah global. Owl-no-Mori merupakan salah satu destinasi unik yang menampung lebih dari 30 ekor burung hantu, serta berbagai hewan lain seperti rubah fennec, meerkat, bushbaby, flamingo, hingga kapibara yang dibiarkan berkeliaran bebas. Pengunjung tidak dibatasi durasi kunjungannya selama jam operasional dari pukul 10 pagi hingga 8 malam.

Interior kafe ini dipenuhi dekorasi kayu, tanaman hijau, dan akuarium sehingga terasa seperti hutan safari dalam ruangan. Pastikan Anda mengunjungi cabang yang tepat di Orange Street, Asakusa, karena ada beberapa lokasi dengan nama serupa di area tersebut.

Pengunjung diizinkan mengambil foto, namun penggunaan lampu kilat (flash) sangat dilarang demi kenyamanan penglihatan hewan-hewan tersebut yang sensitif terhadap cahaya terang. Beberapa hewan seperti burung hantu dapat dipegang karena sifatnya yang jinak, sementara rubah fennec hanya bisa diberi makan dan meerkat hanya bisa diajak berinteraksi tanpa boleh diangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *