Bagi siapa saja yang sering menelusuri akun-akun bertema Jepang di media sosial, kuil Gotoku-ji tentu bukan pemandangan yang asing. Kuil yang berada di Tokyo ini sangat populer berkat ribuan patung maneki neko—kucing pembawa keberuntungan yang kerap dijumpai di berbagai toko—yang tersusun rapi di area kompleksnya. Meskipun patung kucing tunggal mudah ditemukan di penjuru Jepang, sedikit sekali tempat yang mampu menandingi jumlah koleksi di Gotoku-ji, menjadikannya latar yang sangat fotogenik untuk dibagikan secara daring.
Di balik kepopulerannya, tersimpan cerita rakyat yang diyakini sebagai asal-usul dari tradisi maneki neko itu sendiri. Meskipun catatan sejarahnya tidak sepenuhnya jelas, legenda setempat mengisahkan bahwa kepala biksu di Gotoku-ji memelihara seekor kucing kesayangan. Suatu hari, seorang penguasa feodal dari Hikone Castle melewati area kuil tersebut. Konon, kucing sang biksu memanggil bangsawan tersebut untuk masuk ke dalam tepat ketika badai petir besar mulai menerjang. Berkat tindakan sang kucing, rombongan petinggi tersebut berhasil selamat dari amukan cuaca buruk.
Sebagai bentuk rasa terima kasih atas keramahan yang diberikan, penguasa Hikone Castle menyumbangkan pasokan beras serta lahan yang luas untuk kuil Gotoku-ji yang kala itu masih dalam kondisi sederhana. Sumbangan ini mengangkat derajat kuil dan menjadikannya tempat pemakaman resmi bagi keluarga Ii, klan terpandang yang mengawasi Hikone Castle.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan menuju Gotoku-ji tidak terlalu rumit meskipun lokasinya berada di luar pusat keramaian Tokyo. Letak kuil ini berada di Bangsal Setagaya, wilayah barat Tokyo. Umumnya, pengunjung perlu menuju Stasiun Sangenjaya terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berpindah ke jalur Tokyu Setagaya Line. Beberapa rangkaian kereta di jalur ini bahkan memiliki dekorasi tematik maneki neko yang menggemaskan. Pemberhentian terakhir Anda adalah Stasiun Miyanosaka.
Setibanya di Stasiun Miyanosaka, Anda hanya perlu berjalan kaki selama kurang lebih lima menit untuk mencapai gerbang kuil. Rutenya cukup mudah diikuti, dimulai dengan berjalan lurus meninggalkan area stasiun lalu berbelok ke kiri mendekati area kompleks kuil.
Menjelajahi Area Gotoku-ji

Berkat hibah tanah yang luas dari keluarga Ii, kompleks Gotoku-ji memiliki area seluas sekitar 50.000 meter persegi. Pengunjung akan disambut oleh gerbang utama yang megah saat memasuki kawasan kuil. Semakin ke dalam, terdapat bangunan pagoda tiga tingkat di sebelah kiri serta rumah lonceng di sebelah kanan yang berasal dari abad ke-17.
Daya tarik utama yang paling dinantikan tentu saja barisan patung maneki neko dalam jumlah besar. Kumpulan patung ini tertata rapi di samping bangunan Shofuku-den. Letak aula ini berada di sebelah kanan setelah Anda melewati pagoda tiga tingkat. Di sisi kiri bangunan Shofuku-den inilah ribuan patung kucing putih berbagai ukuran tersusun apik untuk diabadikan dalam foto.
Selain area patung kucing, bagian belakang kompleks kuil juga menyimpan kompleks pemakaman keluarga Ii yang tertata tenang. Menyempatkan diri mengunjungi area makam ini menjadi cara yang tepat untuk menghormati kisah sejarah yang melahirkan tradisi maneki neko.
Destinasi Menarik di Sekitar Kuil

Kawasan sekitar Gotoku-ji menawarkan beberapa titik menarik lainnya untuk dijelajahi. Tepat di sebelah area kuil, terdapat situs reruntuhan Kastil Setagaya. Tidak jauh dari Stasiun Miyanosaka, berdiri pula kuil Shinto Setagaya Hachimangu yang didedikasikan untuk dewa perang Hachiman, serta pilihan rekreasi seperti Komazawa Olympic Park.
Sebagai alternatif penutup perjalanan, Anda dapat mampir ke kawasan Sangenjaya dalam perjalanan pulang. Wilayah yang akrab disapa sebagai Sancha oleh warga lokal ini merupakan pusat komersial yang dipenuhi kafe modis, tempat makan menarik, serta deretan toko unik yang cocok untuk menghabiskan waktu luang.








