Karakter sekuat Zeno belum pernah ada sebelumnya di dalam semesta Dragon Ball Super. Sebagai Omni-King, Zeno memegang posisi sebagai penguasa tertinggi atas seluruh makhluk hidup di multiverse. Pengenalan Sang Raja Segala Dimensi ini terjadi pada akhir Tournament of Destroyers, yang langsung membuat Beerus dan Champa ketakutan. Meskipun berwujud seperti anak kecil, Zeno merupakan entitas paling berbahaya yang eksistensinya tidak bisa disentuh oleh siapa pun, dan dia mampu melenyapkan apa saja tanpa kesulitan.
Ketika peristiwa Goku Black Saga berlangsung, Zeno berhasil menghabisi Fused Zamasu yang abadi dengan cara melenyapkan seluruh multiverse, memusnahkan segala sesuatu di garis waktu Future Trunks kecuali dirinya sendiri. Tindakan menghapus garis waktu tersebut sama sekali tidak memerlukan usaha bagi Future Zeno, sesuatu yang kemudian ia ulangi untuk beberapa alam semesta dalam Tournament of Power. Hanya segelintir karakter yang kekuatannya mendekati Zeno, itu pun tidak ada yang mampu mengalahkannya dalam pertarungan. Setelah sempat menghilang cukup lama, Dragon Ball Super bersiap menampilkan kembali Zeno untuk mengingatkan para penggemar anime bahwa Dewa terkuat dalam franchise ini selalu mengawasi.
The Zeno Twins Have Been Missing For Years
Fakta menariknya, kemunculan terakhir Zeno di dalam manga Dragon Ball Super terjadi pada chapter 67 di tahun 2020, yang menandai akhir dari Galactic Patrol Prisoner Saga. Selepas selesainya arc Moro, Beerus dan Supreme Kai terpaksa membiarkan Future Zeno dan Present Zeno menunggangi punggung mereka layaknya kuda. Selepas momen tersebut, Zeno tidak pernah lagi menampakkan diri di halaman manga. Bagi para penonton yang hanya mengikuti versi anime, masa absen Zeno bahkan terasa jauh lebih lama.
Terakhir kali Zeno muncul di anime Dragon Ball adalah pada tahun 2018, tepatnya dalam episode pemungkas Dragon Ball Super. Melalui trailer terbaru untuk proyek versi remake, Dragon Ball Super: Beerus dijadwalkan akan menghadirkan kembali Zeno menjelang akhir Tournament of Universe 6. Kali ini, penampilannya didukung oleh kualitas animasi, arahan seni, dan musik yang jauh lebih memukau untuk memperlihatkan kedahsyatan kekuatan yang dimiliki Zeno. Debut awalnya mungkin terkesan jenaka, namun DBS: Beerus dipastikan bakal mengemas ulang adegan tersebut secara lebih serius kini setelah semua orang memahami betapa berbahayanya Sang Omni-King.
Dragon Ball Super is Reminding Fans Who the Most Powerful God Alive Is
Hierarki kekuatan dalam Dragon Ball Super mengalami lonjakan drastis sejak kemunculan para Gods of Destruction, namun kehadiran Zeno benar-benar merombak seluruh peta kekuatan tersebut. Sebelumnya, peluang bagi Goku dan Vegeta untuk mencapai puncak kekuatan tertinggi masih tampak masuk akal. Akan tetapi, di dunia setelah kemunculan Zeno, hal itu mustahil terwujud. Pada penampilan perdananya saja, Beerus dan Champa yang dikenal sebagai petarung terkuat langsung gemetar ketakutan saat harus berbicara langsung dengan Zeno.
Kehadiran Dragon Ball Super: Beerus memastikan setiap penggemar anime tidak lupa siapa pihak yang memegang kendali penuh. Walaupun Zeno tidak mengambil porsi besar dalam Dragon Ball Super 2, cerita dalam versi manga menyajikan situasi yang berbeda. Manga Dragon Ball Super memang masih berada dalam masa jeda, namun Toyotarou telah memberikan berbagai petunjuk mengenai kelanjutan cerita serta kemunculan Black Frieza Saga. Dengan status Frieza yang kini mencapai titik terkuatnya, momen ini menciptakan peluang naratif yang ideal untuk membawa kembali Zeno ke dalam cerita, atau bahkan menyaksikannya terlibat dalam sebuah pertarungan.








