Home / Travel / Sisi Lain Jepang | Alasan Menjelajahi Destinasi Anti-Mainstream

Sisi Lain Jepang | Alasan Menjelajahi Destinasi Anti-Mainstream

Crowded Ninen zaka

Alih-alih membahas salah satu permata tersembunyi di Jepang seperti biasanya, mari kita lihat gambaran yang lebih luas mengenai pentingnya menjelajahi jalur yang tidak biasa saat berkunjung ke sana. Masalah overtourism di Jepang sudah menjadi rahasia umum dan terus berlanjut. Kota-kota seperti Kyoto kini begitu padat hingga kehilangan esensi ketenangan dan keaslian yang dulu menjadi daya tarik utamanya.

Bagi saya, pengalaman perjalanan yang autentik merupakan kombinasi dari tempat wisata yang menarik, pemahaman konteks sejarah yang memadai, dan minimnya keramaian. Sangat sulit untuk merasa terhanyut dalam suasana suatu tempat jika Anda harus berdesakan dengan ribuan turis lain yang berebut mengambil foto yang sama. Terlebih lagi, nilai tukar yen yang lemah turut menarik gelombang kunjungan yang kurang menghargai budaya lokal.

Dulu, wisatawan mungkin cukup mengunjungi alternatif seperti Kanazawa atau Hida-Takayama untuk menghindari kepadatan di rute utama. Namun kini, seiring dengan semakin luasnya definisi destinasi populer, para pelancong yang mencari keaslian harus berusaha lebih keras menemukan lokasi yang belum terjamah.

The Old Town of Hida-Takayama

Mencari keaslian adalah kunci utama untuk mendapatkan pengalaman yang mendalam di Jepang. Ini adalah perbedaan antara mengikuti kelas memasak berbahasa Inggris di Tokyo dan meracik mi ramen langsung bersama seorang legenda lokal di Kitakata, prefektur Fukushima. Sayangnya, pengalaman semacam ini sulit didapat di tempat yang mengalami overtourism parah.

Kondisi ini membuat aktivitas keluar dari jalur wisata mainstream menjadi sebuah keharusan bagi siapa saja yang ingin menikmati budaya Jepang secara utuh. Suasana sakral di kuil Shinto tentu akan terganggu jika ada keributan atau orang-orang yang hanya mengincar konten untuk media sosial.

Cara Keluar dari Jalur Wisata Utama di Jepang

Untungnya, menghindari keramaian di Jepang tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan di sepanjang rute populer antara Tokyo dan Hiroshima, terdapat banyak kesempatan untuk menyisipkan destinasi alternatif ke dalam rencana perjalanan Anda, seperti Pulau Shodoshima yang terletak di Laut Pedalaman Seto.

Kitakata Ramen

Selain memilih destinasi yang tidak biasa, Anda juga bisa menghindari kerumunan dengan datang pada jam-jam tertentu atau berkunjung saat musim sepi. Contohnya, bulan September sering kali menjadi periode yang lebih tenang sebelum musim gugur tiba, di mana Anda bisa menikmati bunga laba-laba merah di Taman Kinchakuda Manjushage.

Pilihan lainnya adalah pergi langsung ke wilayah yang jarang dikunjungi wisatawan massal, seperti Prefektur Kochi di Shikoku. Wilayah ini kaya akan keindahan alam, sejarah samurai, dan hidangan laut yang luar biasa tanpa harus dibanjiri oleh rombongan turis.

Shodoshima’s Olive Park

Menemukan Permata Tersembunyi

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini membuat riset perjalanan menjadi jauh lebih mudah. Kendala bahasa dan masalah kurangnya informasi mengenai tempat tersembunyi dapat diatasi dengan memanfaatkan alat bantu digital untuk merencanakan perjalanan sesuai dengan preferensi Anda.

Higanbana & Kinchakuda Manjushage Park

Sebagai kesimpulan, menjelajahi sisi lain Jepang yang jarang dijamah orang kini jauh lebih penting dari sebelumnya. Langkah ini tidak hanya menghindarkan Anda dari kerumunan di lokasi populer, tetapi juga mengembalikan esensi autentik ke dalam perjalanan Anda di negeri sakura.

A Tourist at Kyoto’s Fushimi Inari Taisha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *