Home / Travel / Legenda Enoshima: Kisah Gozuryu dan Benzaiten

Legenda Enoshima: Kisah Gozuryu dan Benzaiten

A Dragon Statue on a Temizuya near Enoshima

Pulau Enoshima dan kawasan pantai di sekitarnya sering kali terlewatkan oleh wisatawan yang lebih memilih destinasi populer seperti Kyoto atau Kamakura. Padahal, wilayah ini menyimpan sejarah yang sangat kaya. Meskipun kini lebih terkenal dengan suasana pantainya yang meriah, Enoshima dulunya merupakan lokasi ziarah yang sangat diminati pada masa Edo (1603–1868).

Keindahan pulau ini bahkan diabadikan oleh seniman ternama seperti Hiroshige. Daya tarik utama Enoshima berakar dari kisah legendaris tentang dewi Benzaiten dan naga berkepala lima bernama Gozuryu. Perjalanan menelusuri jejak legenda ini dapat dirangkum dalam kunjungan satu hari penuh, meski ritmenya tergolong padat. Bagi yang menginginkan liburan lebih santai, membagi perjalanan ini menjadi dua hari adalah pilihan yang sangat disarankan.

Kisah tertulis mengenai legenda ini termuat dalam Enoshima Engi, sebuah kronik cerita rakyat yang disusun pada tahun 1047 oleh seorang biksu Tendai bernama Kokei. Naskah tersebut mengisahkan asal-usul Enoshima serta mitologi kuno di sekitar Koshigoe. Menurut catatan tersebut, warga desa sempat menderita selama seribu tahun akibat teror Gozuryu yang kerap memangsa anak-anak setempat. Bahkan, aksara kanji lama untuk Koshigoe dulunya dikaitkan dengan peristiwa kelam tersebut.

The legend of the Enoshima Engi with Benzaiten and the dragon Gozuryu

Situasi berubah ketika wilayah tersebut dilanda badai besar dan gempa bumi. Di tengah kekacauan itu, seorang dewi turun dari langit bersamaan dengan munculnya sebuah pulau dari dasar laut, yang kemudian dikenal sebagai Enoshima. Dewi tersebut adalah Benzaiten, pelindung air, kefasihan, musik, dan pengetahuan. Gozuryu yang melihat kedatangan sang dewi langsung jatuh hati dan datang melamarnya.

Benzaiten menolak pinangan tersebut kecuali sang naga bersedia mengubah perilakunya dan melindungi warga Koshigoe. Gozuryu menyetujuinya, bertobat, dan menjadi pelindung kawasan yang sebelumnya ia teror. Ketika Gozuryu akhirnya mati, tubuhnya yang sangat besar membentang di dekat Fukazawa hingga kawasan Ryuko-ji saat ini. Perbukitan di antara Kamakura dan Enoshima dipercaya masih membentuk siluet naga yang telah tiada tersebut.

Cara Menuju ke Sana

Koshigoe Station near the island of Enoshima in Kanagawa Prefecture

Bagi pelancong dari pusat Tokyo, rute tercepat adalah menuju Stasiun Katase-Enoshima dengan menaiki Shonan-Shinjuku Line yang dilanjutkan dengan Odakyu Line. Alternatif lainnya adalah menggunakan Yokosuka Line menuju Stasiun Ofuna, lalu berpindah ke Shonan Monorail gantung menuju Stasiun Shonan-Enoshima. Tersedia pula tiket terusan seperti Odakyu Enoshima-Kamakura Freepass atau tiket harian Enoden Noriorikun yang dapat disesuaikan dengan rencana perjalanan Anda.

Stasiun Katase-Enoshima sendiri dibangun ulang dengan gaya istana naga Ryugu-jo untuk menyambut Olimpiade Tokyo, menghadirkan nuansa mitologis sebelum wisatawan mencapai garis pantai. Namun, bagi yang ingin menelusuri kisah Enoshima Engi secara utuh, perjalanan idealnya dimulai dari Kamakura dengan menaiki kereta klasik Enoden menuju Koshigoe.

Pulau Enoshima

The island of Enoshima as seen from the Shichirigahama Beach in Kanagawa Prefecture

Enoshima terletak sekitar satu kilometer di lepas pantai dan terhubung ke daratan melalui Jembatan Benten-bashi. Pengunjung dapat berjalan kaki menyeberang melalui jalur pejalan kaki khusus. Setibanya di pulau, jalur utama akan mengarahkan pengunjung melewati gerbang torii perunggu menuju Nakamise-dori, jalan perbelanjaan yang dipenuhi kedai makanan ringan dan suvenir khas setempat.

Untuk mendaki area kuil, tersedia eskalator luar ruangan bernama Escar dengan tiket terusan, atau pengunjung bisa memilih menaiki anak tangga bagi yang ingin menikmati pemandangan dan suasana sekitar dengan lebih leluasa.

Tiga Kuil Enoshima

A map of the attractions on the island of Enoshima in Kanagawa Prefecture

Kompleks Enoshima Shrine terdiri dari tiga kuil utama yang tersebar di seluruh pulau: Hetsu-no-Miya, Nakatsu-no-Miya, dan Okutsu-no-Miya. Masing-masing memuja dewi saudari Munakata, yaitu Tagitsuhime, Ichikishimahime, dan Tagirihime. Sejarah religius pulau ini juga sangat erat kaitannya dengan Klan Hojo, di mana Hojo Tokimasa konon pernah bertapa di sini dan mendapatkan tiga sisik ular yang kemudian menjadi lambang klan tersebut.

Dua Kuil Pertama

A stone relief of Benzaiten and Gozuryu that was commissioned for the 1450 anniversary of Enoshima Shrine

Perhentian utama pertama adalah Hetsu-no-Miya, yang dapat dicapai setelah melewati gerbang Zuishinmon bergaya istana naga. Di sekitar area kuil ini, pengunjung dapat menjumpai berbagai ritual kecil dan objek menarik:

  • Purification Chinowa: Lingkaran rumput di sisi kanan kuil yang dipercaya dapat membersihkan diri saat dilewati.
  • Hoanden: Bangunan khusus di sebelah kuil yang menyimpan patung Benzaiten.
  • Kotak Persembahan Unik: Kotak amal berbentuk kantong koin yang jarang ditemui di kuil Shinto lainnya.
  • Kolam Naga: Tempat mencuci uang dengan harapan rezeki akan berlipat ganda, mirip dengan tradisi di Kamakura.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Nakatsu-no-Miya, kuil paling megah di Enoshima yang dibangun ulang pada masa Keshogunan Tokugawa dan memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan dunia teater kabuki.

Sea Candle dan Bagian Dalam Pulau

A dragon statue sits on top of Enoshima's Wadatsumino-miya in Kanagawa Prefecture

Di atas Nakatsu-no-Miya berdiri Enoshima Sea Candle, menara observasi yang menawarkan panorama pesisir Shonan hingga Gunung Fuji saat cuaca cerah. Menjelajah lebih jauh ke bagian belakang pulau akan membawa pengunjung ke Yama-Futatsu, sebuah lembah curam akibat abrasi Teluk Sagami. Di dekat area ini, pengunjung dapat mencoba es krim unik dengan berbagai pilihan rasa lokal seperti shirasu (ikan teri putih).

Titik ibadah terakhir di jalur ini adalah Okutsu-no-Miya, serta kuil naga Wadatsumi-no-Miya dan Ryuren-no-Kane (Lonceng Cinta Naga), di mana pasangan kekasih biasa memasang gembok cinta.

Menjelajahi Gua Enoshima

The Enoshima Iwaya Caves on the backside of the island in Kanagawa Prefecture

Dari bagian belakang pulau, jalur melandai turun menuju Gua Iwaya. Sepanjang jalan terdapat berbagai warung makan yang menyajikan hidangan laut segar, terutama shirasu. Gua Iwaya sendiri telah lama menjadi tempat suci dan tujuan ziarah sejak zaman kuno.

A stone turtle swims back to the dragon gods palace outside of the back of Enoshima

Sebelum masuk ke gua, terdapat terumbu karang Chigogafuchi yang terbentuk akibat Gempa Besar Kanto tahun 1923. Di dalam gua pertama, pengunjung akan diberi lilin untuk menerangi jalan menuju lokasi asli bersemayamnya Benzaiten serta gua kedua yang menyimpan patung naga berukuran khusus untuk menguji peruntungan.

Atraksi Terkait Lainnya

A dragon sculpture at the temizuya of Ryuko-ji in Kanagawa Prefecture's island of Enoshima

Setelah menuntaskan kunjungan di pulau, perjalanan dapat dilanjutkan ke daratan utama untuk melengkapi penelusuran legenda Enoshima Engi:

  • Ryuko-ji: Kuil sekte Nichiren di Katase yang berdiri di bekas lahan eksekusi Tatsunokuchi, tempat Gozuryu diyakini merebahkan kepalanya setelah mati.
  • Ryuko-myo: Kuil terpencil di perbukitan antara Enoshima dan Kamakura yang memuja arwah Gozuryu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *