Sejak mulai memproduksi konten perjalanan, salah satu impian terbesar adalah menjelajahi tiga kuil kuno di Prefektur Wakayama. Dikenal secara kolektif sebagai Kumano Sanzan, ketiganya diyakini sudah ada sejak sebelum berdirinya sistem politik Yamato dan garis kekaisaran. Meskipun masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO dan menawarkan keindahan yang luar biasa, lokasi Kumano Sanzan tergolong cukup sulit dijangkau. Panduan ini merangkum semua informasi penting yang Anda perlukan untuk merencanakan kunjungan ke wilayah Wakayama yang memukau ini.
Sebelum membahas Kumano Sanzan lebih jauh, penting untuk mengenali jaringan jalur ziarah Kumano Kodo. Secara harfiah berarti “Jalan Lama Kumano”, sistem jalur setapak yang luas ini berkembang sebagai sarana bagi para peziarah untuk berpindah di antara berbagai area suci di Semenanjung Kii. Wilayah paling selatan prefektur ini didominasi oleh pegunungan terjal dan menjorok jauh ke Samudra Pasifik, sehingga keberadaan jalur penghubung menjadi sangat vital bagi para pelancong dari masa ke masa.
Secara keseluruhan, Kumano Kodo memiliki lima cabang jalur utama yang saling terhubung dengan berbagai situs suci di Semenanjung Kii:
- Nakahechi: Bermula di dekat kawasan resor pantai Shirahama dan membelah kawasan pegunungan interior, jalur ini menghubungkan sisi timur dan barat Semenanjung Kii. Banyak bagian jalur ini yang masih terawat baik dan relatif mudah dilalui, melewati lanskap berhutan serta desa-desa tradisional.
- Ohechi: Berbeda dengan Nakahechi yang membelah bagian tengah, rute ini mengikuti garis pantai Semenanjung Kii, menghubungkan Kii-Tanabe dan Shirahama dengan Kumano Nachi Taisha.
- Iseji: Berawal dari Kumano Hayatama Taisha di sisi timur, jalur penting ini menghubungkan ujung Semenanjung Kii dengan Ise Jingu yang dihormati di Prefektur Mie.
- Kohechi: Dianggap sebagai salah satu rute tersulit, jalur ini menghubungkan bagian tengah Semenanjung Kii dengan pusat Buddhisme di Mt. Koya. Rute ini panjang dan menantang sehingga membutuhkan persiapan matang.
- Omine Okugake: Jalur ziarah yang menghubungkan Semenanjung Kii dengan Mt. Omine di Prefektur Nara ini dulunya sering digunakan oleh para pendeta gunung Yamabushi yang mempraktikkan ajaran Shugendo.
Kepopuleran Kumano Sanzan melejit pada tahun-tahun akhir zaman Heian (794–1185) ketika banyak peziarah mulai berdatangan. Seiring berjalannya waktu, Kumano Kodo bertransformasi lebih dari sekadar jalur transportasi, melainkan menjadi pengalaman spiritual untuk menguji keteguhan hati para peziarahnya. Saat ini, jalur ziarah Kumano Kodo juga dikenal memiliki hubungan persaudaraan dengan Camino de Santiago di Spanyol.
Bagi yang tertarik menelusuri sebagian jalur Kumano Kodo secara mandiri, persiapan yang matang sangat diperlukan karena perjalanannya cukup menantang. Untungnya, terdapat berbagai agen perjalanan seperti Oku Japan yang menyediakan bantuan logistik untuk memudahkan para pelancong. Wilayah sekitar Kumano Kodo sendiri sejak dulu dijuluki sebagai “tanah orang mati”, karena penganut Shinto purba percaya bahwa arwah dan leluhur datang untuk tinggal di Semenanjung Kii setelah meninggalkan dunia fana. Latar belakang ini semakin memperkuat nuansa kesucian tempat tersebut saat dikunjungi.
Cara Menuju ke Sana

Mengunjungi Kumano Sanzan bukanlah hal yang mudah. Meskipun statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO telah meningkatkan infrastruktur pendukung seperti papan penunjuk berbahasa Inggris, wilayah perdesaan di Jepang ini tetap tergolong sangat terpencil. Dari berbagai opsi perjalanan yang ada, tantangan utamanya tetaplah masalah logistik. Oleh karena itu, destinasi ini sangat direkomendasikan bagi para pelancong berpengalaman di Jepang yang tidak keberatan meluangkan usaha ekstra.
Cara paling praktis untuk mencapai wilayah Wakayama ini adalah dengan mengambil penerbangan singkat menuju Nanki-Shirahama Airport dari kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Dari bandara, perjalanan dilanjutkan menggunakan kombinasi kereta dan bus menuju kuil yang ingin dikunjungi. Alternatif lainnya adalah menggunakan kereta JR, di mana rute tercepat dapat dicek melalui layanan seperti Jorudan, bergantung pada dari sisi mana Anda mendekati Semenanjung Kii.
Perjalanan dengan kereta Kuroshio Limited Express dari Stasiun Shin-Osaka menuju kawasan Kumano Kodo memakan waktu sekitar empat jam. Meski jalurnya sangat nyaman karena langsung mengantar ke selatan, durasinya tergolong cukup lambat.
Kumano Hongu Taisha

Kumano Hongu Taisha merupakan kuil utama dari trio Kumano Sanzan. Selain memuja dewa-dewa yang juga dihormati di dua kuil Kumano lainnya, tempat ini juga memuja dewi matahari Amaterasu Omikami, serta bertindak sebagai pusat dari seluruh sub-kuil Kumano di Jepang.
Catatan tertulis mengenai kuil ini bermula dari abad ke-9, namun eksistensinya diyakini jauh lebih tua dari itu. Berdasarkan mitos sejarah Jepang, jejak kuil ini bahkan terhubung dengan masa ketika kaisar pertama Jepang datang ke wilayah tersebut dalam perjalanannya menuju Nara, membuat usianya diyakini sudah lebih dari 2.000 tahun.
Sebagian besar arsitektur asli Kumano Hongu Taisha hancur akibat banjir besar pada akhir tahun 1800-an. Kompleks kuil kemudian dipindahkan sekitar satu kilometer ke lokasi baru, sementara lokasi aslinya yang berada di dekat pertemuan tiga sungai kini dikenal sebagai Oyu-no-Hara. Meskipun bangunannya musnah, gerbang torii raksasa setinggi 33 meter masih berdiri kokoh di situs lama tersebut.
Untuk mencapai Kumano Hongu Taisha menggunakan transportasi umum, pengunjung dapat naik bus dari Kii-Tanabe yang berangkat setiap dua jam sekali, atau menggunakan bus dari Stasiun Shingu yang tersedia setiap jam dengan waktu tempuh sekitar lebih dari satu jam.
Kumano Nachi Taisha

Di antara tiga kuil Kumano Sanzan, Kumano Nachi Taisha adalah yang paling fotogenik dan sering muncul di berbagai poster pariwisata Jepang. Terletak dekat Air Terjun Nachi yang indah, perjalanan ke kompleks ini membutuhkan waktu yang cukup panjang dengan kereta menuju Stasiun Kii-Katsuura, dilanjutkan dengan naik bus selama sekitar empat puluh menit.
Pelancong disarankan untuk turun di halte Daimon-zaka sebelum mencapai kuil utama. Jalur batu sepanjang 600 meter yang diapit pohon cemara raksasa ini merupakan bagian resmi dari Kumano Kodo, memberikan pengalaman berjalan seperti seorang peziarah zaman dulu. Membawa tongkat jalan sangat disarankan karena jalur bisa menjadi licin saat hujan.
Kompleks utama Kumano Nachi Taisha berada di dataran tinggi yang diakses melalui deretan tangga yang cukup melelahkan. Di sini, pengunjung dapat melihat bukti perpaduan antara agama Buddha dan Shinto yang dikenal sebagai shinbutsu shugo. Kompleks kuil ini berdampingan erat dengan kuil Buddha Seiganto-ji, yang meskipun sempat dipisahkan secara administratif oleh dekrit kekaisaran pada zaman Meiji, pengaruh keduanya masih terlihat menyatu dengan jelas.
Tidak jauh dari Seiganto-ji terdapat pagoda ikonik dengan latar belakang Air Terjun Nachi yang megah. Sebagai air terjun tertinggi di Jepang dengan ketinggian 133 meter, air terjun ini dulunya merupakan objek pemujaan utama sebelum kompleks kuil di sekitarnya dibangun. Pengunjung dapat berjalan kaki menuruni tangga batu untuk mendekati air terjun dan mengunjungi Kuil Hiro di dasarnya, serta membayar biaya masuk kecil untuk naik ke dek observasi.
Kumano Hayatama Taisha

Kumano Hayatama Taisha melengkapi trio kuil utama Kumano Sanzan. Terletak di sisi tenggara Semenanjung Kii di Kota Shingu, kuil ini memiliki kaitan erat dengan pendirian awal Kumano Sanzan. Meskipun bangunan fisiknya kini tampak lebih modern, kegiatan pemujaan di tepi sungai ini telah berlangsung setidaknya sejak abad ke-12.
Aula harta karun di kuil ini menyimpan berbagai artefak penting dan harta karun nasional Jepang yang berasal dari persembahan para peziarah masa lampau yang melewati jalur Kumano Kodo. Akses menuju Kumano Hayatama Taisha tergolong sangat mudah bagi yang sudah berada di Semenanjung Kii, karena lokasinya dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Shingu.
Other Nearby Attractions

Prefektur Wakayama memiliki banyak destinasi menarik lainnya, salah satunya adalah Mt. Koya di bagian utara Semenanjung Kii yang terkenal sebagai pusat Buddhisme Shingon. Bermalam di area pegunungan ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, terutama dengan mengunjungi area pemakaman Oku-no-In.
Bagi yang mencari lokasi menginap di dekat Kumano Sanzan, kota pemandian air panas Kii-Katsuura sangat cocok bagi yang ingin berada dekat dengan Kumano Nachi Taisha dan Kumano Hayatama Taisha. Sementara itu, kawasan Shirahama menawarkan suasana perkotaan pesisir yang lebih berkembang bagi para pelancong.








