Prefektur Saitama sering kali dipandang sebelah mata oleh para pelancong asing dan dianggap sekadar kota penyangga bagi Tokyo. Padahal, wilayah yang berada di utara ibu kota ini menyimpan banyak sekali tempat menarik yang jarang diketahui orang. Salah satu destinasi tersembunyi yang patut dikunjungi adalah Hyakuana Yoshimi atau Ratusan Gua Yoshimi.
Terletak di Saitama, kompleks makam buatan manusia ini berusia sangat tua. Para ahli memperkirakan gua-gua tersebut dipahat pada paruh kedua periode Kofun di Jepang, sekitar tahun 300 hingga 538 Masehi. Meskipun warga sekitar sudah lama mengetahui keberadaannya, penelitian arkeologi baru dimulai pada tahun 1887 untuk memastikan fungsi dari rongga-rongga tebing tersebut sebagai makam kuno.
Daya tarik utama tempat ini adalah struktur batu pasir tuf yang menyusun bukit tempat gua dipahat. Batuan ini cukup lunak dan mudah dibentuk, mirip dengan tebing yang digunakan untuk memahat arca Buddha di Prefektur Oita. Karena teksturnya yang rapuh namun mudah dikerjakan, masyarakat masa lampau memilih lokasi ini sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para pemimpin terkemuka dan keluarga bangsawan mereka, jauh sebelum kekuasaan Yamato menyatu sepenuhnya di bawah istana kekaisaran.
Pada masa lalu, setiap makam ditutup rapat menggunakan batu hijau besar. Ketika para arkeolog melakukan penggalian lebih dari seabad yang lalu, mereka menemukan platform berbentuk tempat tidur yang disebut kanza di dalam gua-gua tersebut, yang diduga berfungsi sebagai alas peti mati. Selain itu, ditemukan pula sistem drainase yang menunjukkan perencanaan tata letak yang matang pada masa itu.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan ke Hyakuana Yoshimi membutuhkan sedikit usaha dari pusat Tokyo. Anda bisa memulai perjalanan dari Stasiun Ikebukuro dengan menaikkan kereta jalur Tobu Tojo Line menuju Ogawamachi dan turun di Stasiun Higashi-Matsuyama. Sebaiknya pilih kereta langsung agar tidak perlu berganti kereta di tengah perjalanan, sehingga Anda bisa menikmati perjalanan sekitar 52 menit dengan nyaman.
Setibanya di Stasiun Higashi-Matsuyama, keluar melalui pintu timur dan cari halte bus nomor tiga di sisi kanan. Naiklah bus yang mengarah ke Menkyo Center dan turunlah di pemberhentian Hyakuana Iriguchi setelah perjalanan singkat sekitar lima menit. Dari sana, kompleks gua dapat dicapai dengan berjalan kaki dalam beberapa menit saja. Bagi yang ingin berjalan kaki sepenuhnya dari stasiun, waktu tempuhnya sekitar 20 menit.
Menjelajahi Kompleks Gua

Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 300 yen untuk memasuki area Hyakuana Yoshimi, yang sudah termasuk brosur berbahasa Inggris berisi penjelasan mendalam mengenai situs bersejarah ini. Di sebelah kiri gerbang terdapat jajaran gua, sementara di sebelah kanan berdiri Pusat Budaya Pemakaman Yoshimi yang menawarkan pengalaman kerajinan tangan.
Meskipun dinamakan “Ratusan Gua”, jumlah total makam di situs ini sebenarnya mencapai lebih dari dua ratus buah. Gua-gua tersebut dipahat pada lereng bukit dengan kemiringan sekitar 45 derajat, namun pihak pengelola telah menyediakan tangga untuk memudahkan pengunjung naik. Pengunjung bahkan diizinkan masuk ke dalam lubang makam jika tidak keberatan pakaian mereka kotor. Di sekitar bukit ini, Anda juga bisa menemukan lumut bercahaya yang merupakan salah satu spesies langka di wilayah Greater Tokyo.
Selain makam kuno, terdapat pula terowongan-terowongan besar di area tersebut. Saluran bawah tanah ini ternyata bukan bagian dari makam kuno, melainkan bekas pabrik mesin pesawat terbang milik Nakajima Aircraft Company yang dibangun pada tahun-tahun akhir Perang Dunia II, memanfaatkan struktur tebing batu yang aman dari serangan udara.
Destinasi Menarik di Sekitar

Jika Anda memiliki waktu lebih, terdapat beberapa lokasi menarik di dekat Hyakuana Yoshimi yang layak dikunjungi:
- Iwamuro Kannon-do: Kuil yang didedikasikan kepada dewi belas kasih Buddha ini berasal dari awal tahun 1600-an dan menyimpan 88 arca batu Buddha di lantai dasarnya.
- Gankutsu Hotel: Pahatan tebing buatan seorang petani pada awal tahun 1900-an yang dibentuk menyerupai hotel mewah bergaya Mediterania menggunakan palu dan pahat.
- Matsuyama Castle: Mantan lokasi benteng pertahanan masa lampau yang berada di atas jalur pendakian curam di belakang Iwamuro Kannon-do.
- Tosen-ji: Kuil yang cukup populer di kalangan politisi lokal dan pemenang lotre karena diasosiasikan dengan keberuntungan takdir.
Apabila memiliki waktu luang dalam perjalanan pulang, Anda juga bisa mampir ke kawasan bersejarah Kawagoe yang terletak searah kembali ke Tokyo.








