Home / Travel / Jejak Misteri Yotsuya: Sisi Lain Tokyo Pusat yang Tersembunyi

Jejak Misteri Yotsuya: Sisi Lain Tokyo Pusat yang Tersembunyi

A Woodblock Print of the Yotsuya Kaidan

Bagi para penjelajah yang mencari sisi lain dari Jepang, kawasan Yotsuya di Tokyo menyimpan sejarah tersembunyi yang jarang diketahui orang. Di balik hiruk-pikuk kota dan gedung-gedung modern, wilayah ini sarat dengan cerita rakyat, hantu penasaran, hingga legenda ninja yang hidup di masa lalu.

Cara Menuju ke Sana

Yotsuya Sation on Tokyo’s Marunouchi Line

Petualangan ini dimulai dari Stasiun Yotsuya, sebuah titik transit strategis yang disinggahi oleh berbagai jalur kereta JR dan Metro. Anda bisa merencanakan rute terbaik menggunakan layanan navigasi kereta lokal. Jika datang bersama rombongan, area gedung Atre—khususnya kedai kopi yang ada di dalamnya—merupakan tempat berkumpul yang sangat ideal untuk mencairkan suasana.

Ninja Legendaris di Yotsuya

The grave market of the legendary ninja Hattori Hanzo

Sebelum menelusuri jejak makhluk-makhluk gaib, singgahlah terlebih dahulu di Sainen-ji. Kuil kecil ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Hattori Hanzo, sosok ninja paling tersohor dalam sejarah Jepang yang mendapat julukan “Demon Hanzo”. Perannya sangat besar dalam membantu kebangkitan Keshogunan Tokugawa pada abad ke-16.

Meskipun namanya sering diasosiasikan dengan katana di dunia perfilman modern, dalam sejarah aslinya Hattori Hanzo justru merupakan seorang ahli senjata tombak. Menjelang akhir hayatnya, ia mendalami ajaran Buddha dan mendirikan kompleks kuil Sainen-ji sebelum tutup usia pada umur 55 tahun. Makamnya terletak di sisi kanan kuil, dan tombak bersejarah miliknya yang dihadiahkan oleh Tokugawa Ieyasu masih disimpan di tempat ini.

Jejak Masa Lalu di Sharikimon-dori

A lamp post that’s decorated with a rickshaw leading down to Yotsuya’s Sharikimon-dori

Perjalanan berlanjut ke jalan Sharikimon-dori yang memiliki atmosfer lebih kelam. Tiang-tiang lampu di jalan ini dihiasi dengan ornamen penarik becak, menandakan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan pintu masuk menuju distrik lampu merah pada Zaman Edo. Saat ini, kawasan tersebut telah berubah menjadi gang tenang yang dipenuhi bar dan pub kecil.

Tsunokami Benzaiten near the Sharikimon-dori in Yotsuya

Tidak jauh dari area tersebut, terdapat sebuah kuil kecil dan kolam bernama Tsunokami Benzaiten. Konon, menurut cerita rakyat setempat, kolam ini dulunya dihuni oleh kappa—makhluk mitologi air berwujud reptil humanoid yang kerap memperingatkan anak-anak agar menjauhi sungai berbahaya.

Kisah Istri yang Dikhianati di Yotsuya

Oiwa Inari Shrine in Yotsuya, a site linked the famous Yotsuya Kaidan ghost story

Yotsuya juga terkenal sebagai latar dari salah satu cerita hantu paling melegendaris di Jepang, yaitu Yotsuya Kaidan. Kisah ini menceritakan tragedi tragis seorang wanita cantik bernama Oiwa yang dikhianati dan diracun hingga wajahnya cacat oleh suaminya sendiri, Iemon. Ia kemudian mengakhiri hidupnya dengan sumpahnya untuk menghantui sang suami selamanya.

Untuk meredam amarah arwahnya, didirikanlah Kuil Tamiya Inari atau yang lebih dikenal sebagai Kuil Oiwa Inari di gang-gang kawasan Yotsuya Sanchome. Bagi yang ingin berwisata kuliner di dekat sana, terdapat kedai ramen unik bernama Black Scorpion yang menyajikan menu tantanmen tanpa kuah yang patut dicoba.

Menyusuri Sisi Lain Menuju Kuil Taiso-ji

A building at Tokyo’s Taiso-ji that houses statues of King Enma and Datsue-ba

Perjalanan horor berlanjut menuju Kompleks Kuil Taiso-ji yang berdiri sejak tahun 1596. Kuil ini menyimpan salah satu dari enam patung Jizo terbesar di Edo. Selain itu, terdapat bangunan paviliun vermilion yang menyimpan patung Raja Enma, hakim pengadil orang mati dalam mitologi Buddha.

A statue of King Enma, judge of the dead, at Tokyo’s Taiso-ji

Di sebelah patung Raja Enma, pengunjung juga dapat melihat patung Datsue-ba, sosok nenek tua mengerikan yang bertugas melucuti pakaian para pendosa yang tiba di akhirat. Patung-patung ini biasanya hanya dibuka untuk umum pada bulan Agustus saat musim Obon, namun tombol lampu otomatis telah disediakan bagi pengunjung yang datang di luar bulan tersebut.

Warisan Kelam Shinjuku

A common grave for over 2,000 sex workers at Shinjuku’s Jokaku-ji

Sebagai penutup penjelajahan, jejak masa lalu Shinjuku sebagai pusat hiburan malam dapat dilihat di Kuil Jokaku-ji. Di sinilah terdapat makam massal bagi lebih dari 2.200 pekerja seks dari Zaman Edo yang, menurut catatan sejarah, dibuang begitu saja ketika masa kejayaan mereka berakhir. Kuil ini juga mendedikasikan sebuah monumen untuk mengenang tragedi bunuh diri pasangan kekasih yang terjadi antara tahun 1800 hingga 1814.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *