
Selamat datang kembali di seri eksplorasi pariwisata lokal! Melalui artikel ini, kita akan membuktikan bahwa hampir setiap sudut di Jepang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara jika dipasarkan dengan cara yang tepat. Kali ini, mari kita jelajahi kawasan Sugamo yang terletak di jantung Tokyo.
Sugamo terkenal dengan jalan perbelanjaannya yang panjang dan sangat populer di kalangan warga berusia di atas enam puluh tahun. Karena keunikan ini, kawasan tersebut sering dijuluki sebagai “Harajuku para nenek”. Sesuai dengan julukannya, banyak toko di sini menjual berbagai keperluan para lansia, termasuk produk yang paling ikonik yaitu pakaian dalam berwarna merah. Menurut pengobatan tradisional, pakaian dalam tersebut dipercaya dapat membantu merangsang pusat energi yang mengatur sirkulasi darah.
Meskipun sering diidentikkan sebagai tempat berkumpulnya para pensiunan Jepang, Sugamo sebenarnya menawarkan lebih dari sekadar kawasan ramah lansia. Tempat ini menyimpan pesona tradisional tersendiri yang layak dipertimbangkan dalam rencana perjalanan Anda berikutnya ke Tokyo, meskipun tidak semeriah kawasan Shibuya.
Cara Menuju ke Sana

Akses menuju Sugamo sangatlah mudah dan praktis. Anda bisa menggunakan jalur kereta pusat Yamanote Line langsung ke Stasiun Sugamo, atau memilih Mita Line sebagai alternatif. Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan untuk mengecek rute mana yang paling efisien dari posisi Anda.
Letak Sugamo di wilayah utara Tokyo juga sangat dekat dengan pusat keramaian Ikebukuro—hanya berjarak dua pemberhentian jika menggunakan Yamanote Line. Anda bisa menggabungkan kunjungan ke Sugamo setelah puas menikmati kawasan Ikebukuro, misalnya usai mampir ke Pokémon Center di Sunshine City.
Destinasi Menarik di Sugamo
Daya tarik utama Sugamo terletak pada atmosfernya yang santai saat Anda berjalan kaki menikmati kawasan metropolitan terbesar di dunia ini. Berikut adalah beberapa titik menarik di Sugamo yang dapat Anda kunjungi:
- Jizo Dori
Kawasan sepanjang 800 meter ini merupakan bagian paling terkenal di Sugamo yang dijuluki “Harajuku para nenek”. Di sini, Anda akan menemukan berbagai toko yang menjual pakaian bernuansa merah, termasuk celana dalam merah yang ikonik. Selain itu, jangan lewatkan kesempatan mencicipi shio-daifuku, camilan mochi dengan tekstur manis dan sedikit asin yang diisi pasta kacang merah. - Shinsho-ji
Terletak di awal jalan perbelanjaan Jizo Dori, kuil ini menyimpan salah satu dari enam patung Jizo berukuran besar di Tokyo yang berasal dari periode Edo (1603–1868). Patung besar inilah yang kemungkinan besar menjadi asal-usul nama jalan Jizo Dori. Pastikan untuk mampir dan melihat langsung patung Buddha bersejarah ini sebelum menjelajahi pertokoan di sekitarnya. - Kogan-ji
Kompleks kuil Buddha berukuran kompak ini berada di tengah-tengah jalur Jizo Dori dan menjadi alasan utama kepopuleran Sugamo di kalangan lansia. Kuil ini menyimpan patung Kanno, dewi belas kasih dalam ajaran Buddha, yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Setiap harinya, banyak pengunjung lansia mengantre untuk menyentuh bagian patung yang sesuai dengan bagian tubuh mereka yang terasa sakit.
Sugamo adalah kawasan yang paling nikmat dijelajahi dengan berjalan kaki secara santai. Menikmati tempat ini dengan terburu-buru akan membuat Anda kehilangan esensi dan keindahan utamanya yang bernuansa tempo dulu.
Atraksi Lain di Sekitar Sugamo

Jika Anda berkunjung ke Sugamo, sangat disarankan untuk menyempatkan diri mampir ke Rikugi-en. Taman tradisional Jepang ini terletak tidak jauh dari jalan perbelanjaan Jizo Dori dan dapat dicapai dengan berjalan kaki. Dibangun pada awal tahun 1700-an untuk shogun Tokugawa kelima, taman ini dianggap sebagai salah satu lansekap terindah di Tokyo yang merepresentasikan estetikadan arsitektur periode Edo secara sempurna.
Keindahan Rikugi-en dapat dinikmati sepanjang tahun, namun taman ini mencapai pesona puncaknya pada musim gugur saat daun-daun berubah warna, lengkap dengan acara iluminasi malam hari yang menawan. Suasana serupa juga dapat Anda nikmati pada musim semi saat bunga sakura bermekaran. Dengan tiket masuk yang terjangkau, taman ini tentu menjadi destinasi pelengkap yang sangat sayang untuk dilewatkan.








