Home / Travel / Menjelajah Koka, Shiga: Surga Ninjutsu, Keramik, dan Keindahan Alam

Menjelajah Koka, Shiga: Surga Ninjutsu, Keramik, dan Keindahan Alam

Donny KImball vs. a Ninja in Koka

Wilayah Koka yang terletak di bagian paling selatan Prefektur Shiga menyimpan kekayaan sejarah serta budaya yang menarik untuk dijelajahi. Daerah pedesaan yang tenang ini bahkan sempat menjadi ibu kota kekaisaran Jepang selama beberapa bulan pada tahun 745 sebelum akhirnya hancur akibat kebakaran hutan.

Kendati demikian, daya tarik utama Koka yang paling terkenal adalah sejarahnya sebagai tempat kelahiran salah satu klan ninja legendaris di Jepang. Bersama wilayah Iga di Prefektur Mie, daerah Koka menjadi cikal bakal seni bela diri ninjutsu. Letaknya yang dikelilingi oleh pegunungan dan lembah terjal—meskipun relatif dekat dari Kyoto jika ditarik garis lurus—menjadikan medan ini tempat berlatih yang sempurna bagi para ninja di masa lampau.

Selain kaitan eratnya dengan dunia ninja, Koka juga dikenal sebagai pusat keahlian pertukangan tradisional. Selama berabad-abad, distrik Shigaraki di wilayah ini telah tersohor di seluruh penjuru negeri berkat produk keramiknya yang berkualitas tinggi. Memanfaatkan tanah liat berpasir dari dasar Danau Biwa yang berada di dekatnya, keramik yang dihasilkan terkenal sangat kokoh dan tahan lama. Hingga hari ini, banyak kiln atau tungku pembakaran bersejarah yang masih berdiri utuh dan dapat dikunjungi.

Bagi wisatawan yang ingin memperkaya pengalaman perjalanan di sekitar Kyoto, menyempatkan diri berkunjung ke Koka adalah pilihan yang tepat. Sedikit destinasi di Jepang yang menawarkan warisan sejarah begitu nyata untuk disaksikan secara langsung.

Cara Menuju ke Koka

A train going to Shigaraki in Shiga Prefecture’s Koka area

Meskipun tergolong kawasan yang cukup terpencil, Koka dapat dicapai menggunakan kereta dari pusat kota Kyoto dalam waktu kurang dari satu jam. Perjalanan ini biasanya memerlukan beberapa kali transit. Anda bisa memulai perjalanan dengan naik Jalur JR Tokaido dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Kusatsu di Prefektur Shiga. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan Jalur JR Kusatsu hingga tiba di Stasiun Kibukawa yang menjadi pusat transportasi umum di Koka.

Sebagian besar objek wisata di Koka tersebar di kawasan pedesaan yang asri, sehingga jaringan kereta dan bus yang tersedia cukup terbatas. Menggunakan mobil sewaan merupakan cara paling praktis untuk menjelajahi seluruh sudut wilayah ini. Namun, jika Anda mengandalkan transportasi umum, kesabaran ekstra sangat diperlukan untuk menyesuaikan jadwal yang ada.

Koka dan Para Ninja Legendaris

Shiga Prefecture’s Koka areaA ninja-adorned train strap in Shiga Prefecture’s Koka area

Pandangan masyarakat modern mengenai ninja sering kali keliru akibat penggambaran di media populer. Berbeda dengan film-film yang menampilkan ninja sebagai mesin pembunuh elit, ninja di era historis sebenarnya lebih berfokus pada spionase rahasia dan pengumpulan informasi. Mereka memang dibekali kemampuan menggunakan senjata, namun tugas utama mereka adalah mencari tahu kelemahan musuh dan melaporkannya secara sembunyi-sembunyi.

Kondisi geografis Koka yang bergunung-gunung membuat wilayah ini sulit dikuasai oleh pihak penguasa pada masa lampau. Hal ini memunculkan desa-desa yang mengatur diri mereka sendiri melalui dewan lokal. Tanpa adanya kendali pemerintahan pusat yang ketat, para ninja di Koka bebas menawarkan jasa mereka kepada pihak yang membutuhkan tanpa rasa takut akan hukuman.

Inside of a ninja-themed museum in Shiga Prefecture’s Koka area

Saat ini, Koka berupaya keras melestarikan warisan ninja yang masih tersisa. Salah satu tempat terbaik untuk menyelami budaya tersebut adalah “Ninja Village” yang terletak di tengah perbukitan berhutan. Kompleks ini merupakan sisa dari perkampungan ninja sungguhan, lengkap dengan berbagai bangunan yang dilengkapi pintu rahasia dan jebakan licik.

Tempat ini sangat cocok dikunjungi oleh keluarga maupun wisatawan dewasa. Pengunjung dapat mencoba jalur rintangan tradisional, berlatih melempar shuriken, serta melihat koleksi artefak ninja di museum setempat. Selain itu, terdapat pula sebuah rumah tinggal ninja berusia 300 tahun yang masih terawat sempurna dengan berbagai perangkat pengamanan kuno.

Menariknya lagi, sejarah mencatat bahwa wilayah Koka juga terkenal sebagai pusat pengobatan tradisional yang erat kaitannya dengan para ninja. Dahulu, menyamar sebagai pedagang obat adalah salah satu cara terbaik bagi seorang ninja untuk memata-matai musuh tanpa menimbulkan kecurigaan. Hingga kini, industri farmasi masih menjadi salah satu sektor penting di kawasan ini.

Keramik Shigaraki di Koka

Statues of tanuki in Shigaraki, a part of Shiga Prefecture’s greater Koka area

Selain ninja, Koka juga bangga dengan tradisi pertukangan keramiknya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Distrik Shigaraki di Koka merupakan salah satu produsen tembikar terbesar di Jepang. Nama Shigaraki sendiri konon berasal dari kata “shigeru ki” yang berarti gunung yang lebat dan berkayu.

Keberhasilan industri keramik di Shigaraki tidak lepas dari kedekatannya dengan Danau Biwa. Para perajin masa lalu mengambil tanah liat berpasir dari dasar danau tersebut untuk menciptakan produk keramik yang sangat kuat dan tahan uji waktu. Di kawasan ini, pengunjung dapat menemukan banyak tungku pembakaran tradisional bertingkat yang disebut “nobori-gama” yang dibangun langsung di lereng bukit.

An old kiln in Shigaraki, a part of Shiga Prefecture’s greater Koka area

Bagi wisatawan yang ingin mencoba membuat keramik secara langsung, Shigaraki menyediakan berbagai kesempatan workshop bersama para perajin lokal. Suasana pedesaan yang tenang di Shigaraki memberikan pengalaman tersendiri yang jarang ditemukan di kota-kota besar seperti Tokyo atau Kyoto.

A pottery workshop in Shigaraki, a part of Shiga Prefecture’s greater Koka area

Miho Museum yang Spektakuler

The amazing Miho Museum in Shiga Prefecture’s Koka area

Satu lagi destinasi luar biasa di Koka yang wajib dikunjungi adalah Miho Museum. Tersembunyi di dalam kawasan perbukitan Shigaraki, museum ini dirancang oleh arsitek kenamaan I.M. Pei sebagai wujud nyata dari “Shangri-La” di dunia modern.

Arsitektur Miho Museum memadukan elemen buatan manusia dan keindahan alam sekitar secara harmonis. Sebagian besar bangunan museum sengaja dibenamkan ke dalam kontur lanskap pegunungan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Di dalam museum, pengunjung dapat menikmati berbagai koleksi seni kuno dari peradaban Mesir, Roma, hingga berbagai belahan Asia lainnya.

Masks at the Miho Museum in Shiga Prefecture’s Koka area

Meskipun letaknya cukup jauh di pedesaan, perjalanan menuju Miho Museum menawarkan pemandangan yang sangat memukau, terutama pada musim semi ketika bunga sakura bermekaran di sepanjang jalur masuk museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *