Home / Travel / Hemat Waktu untuk Saijo | “Ibu Kota Sake” Hiroshima

Hemat Waktu untuk Saijo | “Ibu Kota Sake” Hiroshima

Saijo Breweries at Sunrise

Prefektur Hiroshima menyimpan lebih banyak daya tarik daripada yang lazimnya diketahui oleh wisatawan mancanegara. Sebagian besar pelancong asing biasanya hanya mendarat di kawasan Kubah Bom Atom serta pulau Miyajima, padahal wilayah yang lebih luas di prefektur ini menawarkan pengalaman yang tidak kalah menarik. Salah satu permata tersembunyi yang patut disinggahi adalah kota Saijo, sebuah kawasan di bagian timur Hiroshima yang sangat terkenal di seluruh Jepang sebagai penghasil sake berkualitas tinggi.

Berbeda dengan sentra sake lain yang telah berkembang sejak lama, Saijo memulai industri ini relatif terlambat. Letaknya yang berada di dataran tinggi pegunungan membuat wilayah ini awalnya terkendala masalah logistik untuk mendistribusikan produknya ke berbagai penjuru negeri. Meski dilalui jalur darat yang menghubungkan Kyushu dan bagian barat Honshu menuju Tokyo modern, industri sake di Saijo baru benar-benar menggeliat seiring kehadiran jalur kereta api pada era Meiji (1868–1912).

Kendati terlambat masuk ke pasar distribusi massal, Saijo menjelma menjadi kekuatan besar dalam dunia pembuatan sake menjelang akhir abad ke-19. Wilayah seperti Nada di Hyogo atau Fushimi di Kyoto memang sudah memiliki jaringan distribusi yang luas, sementara Saijo harus menghadapi tantangan geografis pegunungan. Revolusi transportasi rel kereta api mengubah segalanya, memungkinkan para perajin lokal mengirimkan sake buatan mereka ke pasar yang lebih luas di seluruh Jepang dan memantapkan posisi Saijo di industri ini.

Salah satu terobosan penting yang membedakan Saijo adalah penerapan metode ginjo-zukuri. Dipelopori oleh tokoh lokal seperti Shizuhiko Kimura dari Kamotsuru Sake Brewery, teknik ini sangat selaras dengan sumber daya alam setempat, yakni air pegunungan yang lembut dan kaya mineral. Air yang lunak menuntut pengendalian suhu yang jauh lebih presisi dibandingkan air keras di wilayah Nada, tetapi menghasilkan profil rasa yang jauh lebih halus dan elegan. Inovasi ini tidak hanya mendongkrak kualitas sake Saijo, tetapi juga mengangkat reputasi Hiroshima sebagai salah satu kiblat sake terkemuka di Jepang.

Bagi para pencinta sake yang sedang merencanakan perjalanan ke Hiroshima, menyempatkan diri singgah ke Saijo adalah keputusan yang tepat. Baik mengikuti tur pabrik maupun sekadar berjalan-jalan menyusuri suasananya yang tenang, kunjungan setengah hari ke kota ini menawarkan sisi lain Hiroshima yang jarang dijamah oleh turis asing.

Cara Menuju ke Sana

Saijo’s JR train station is located right by the historic Sake Brewery Street meaning that it is really convenient to just hop off and go exploring this part of Hiroshima Prefecture.

Perjalanan menuju Saijo umumnya dimulai dari Stasiun Hiroshima dengan menaiki Jalur Utama Sanyo mengarah ke Mihara. Waktu tempuh perjalanan kereta ini berkisar antara 35 hingga 40 menit. Menjelajahi kawasan ini pada sore hari dan bermalam di Saijo adalah pilihan yang disarankan agar wisatawan tidak perlu terburu-buru melakukan perjalanan di pagi hari.

Setibanya di stasiun, deretan pabrik sake dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki selama beberapa menit saja. Jantung budaya sake di kota ini berpusat di Jalan Pembuatan Sake Bersejarah atau Sakagura Dori. Kawasan yang memesona ini menampilkan warisan pembuatan sake melalui dinding plester putih yang ikonis, aksen kekisi kayu hitam, serta cerobong bata merah menjulang yang mencantumkan nama masing-masing pabrik. Terdapat tujuh pabrik besar di sepanjang jalan tersebut, masing-masing mempertahankan tradisi turun-temurun sambil menawarkan karakter sake yang khas.

Cara terbaik untuk menikmati kawasan ini adalah dengan mengikuti tur mencicipi berbahasa Inggris yang tersedia. Didampingi oleh pemandu yang berpengalaman, pengunjung dapat mendatangi seluruh pabrik utama dan memahami keunikan sake Saijo secara lebih mendalam.

Pabrik Sake di Saijo

The main entrance and iconic chimney of one of the many sake breweries in Hiroshima Prefecture’s town of Saijo during the mid afternoon.

Meskipun menjelajah bersama pemandu sangat dianjurkan, wisatawan tetap bebas menyusuri ketujuh pabrik sake ini secara mandiri. Berikut adalah beberapa destinasi pabrik sake utama yang patut dikunjungi selama berada di Saijo:

  • Kamotsuru Sake Brewery
    Didirikan pada tahun 1873, pabrik ini merupakan salah satu pelopor metode penyeduhan ginjo-zukuri. Kamotsuru terkenal dengan produk sake premiumnya, termasuk Kamotsuru Daiginjo yang sering digunakan untuk keperluan seremonial. Pengunjung dapat mengikuti tur berpemandu serta mencicipi berbagai koleksi unggulan mereka.
  • Kamoizumi Sake Brewery
    Dikenal berkat produk sake bercita rasa kuat dan bertubuh penuh yang melalui proses penyaringan minimal. Pabrik ini mempertahankan metode tanpa pempasteurisasi dan tanpa penyaringan, sehingga menghasilkan karakter rasa berani yang digemari oleh para penikmat sejati.
  • Saijotsuru Sake Brewery
    Tempat yang tepat untuk merasakan metode penyeduhan tradisional klasik dengan profil rasa yang ringan dan halus. Pabrik ini sangat populer di kalangan warga lokal dan merefleksikan akar sejarah pembuatan sake di Saijo.
  • Hakubotan Sake Brewery
    Berdiri sejak tahun 1675, Hakubotan adalah salah satu pabrik tertua di Saijo yang memanfaatkan kemurnian air setempat untuk menciptakan sake berkarakter lembut dan elegan. Toko di pabrik ini juga menyediakan varian edisi terbatas yang cocok dijadikan oleh-oleh.
  • Fukubijin Sake Brewery
    Pabrik berukuran lebih kecil yang mengandalkan teknik produksi artisanal. Produk mereka menonjolkan keseimbangan antara rasa manis dan keasaman, menjadikannya pilihan favorit bagi peminum kasual maupun kolektor berpengalaman.
  • Sanyotsuru Sake Brewery
    Fokus pada kualitas ketimbang kuantitas, pabrik ini memproduksi sake buatan tangan dalam kelompok kecil yang menyatu dengan alam Saijo. Karakternya yang segar dan ringan sangat pas disandingkan dengan hidangan makanan laut.
  • Kirei Sake Brewery
    Sebagai pendatang baru di kancah sake Saijo, pabrik ini memadukan teknik tradisional dengan sentuhan modern yang inovatif. Varian musiman mereka sering kali memanfaatkan bahan-bahan lokal pilihan.

Setiap pabrik menghadirkan interpretasi rasa yang berbeda, menjadikan perjalanan menyusuri Saijo sebagai pengalaman yang kaya akan tradisi Jepang.

Festival Sake Saijo

The Saijo Sake Festival is a lively autumn celebration featuring over 900 varieties of sake and vibrant cultural performances. Visitors can enjoy sake tasting at the open-air Sake Hiroba and explore illuminated streets during the Saijo Sake Festival.

Bagi yang berkunjung pada musim gugur, Festival Sake Saijo yang diadakan setiap akhir pekan kedua bulan Oktober wajib untuk disinggahi. Perayaan dua hari ini menyatukan lebih dari 900 varietas sake dari seluruh penjuru Jepang. Pusat kemeriahannya terletak di Sake Hiroba, area pencicipan terbuka di mana pengunjung dapat menikmati berbagai produk sake lokal maupun nasional dengan satu tiket masuk. Mengingat tingginya antusiasme, pemesanan tiket masuk lebih awal sangat dianjurkan agar tidak kehabisan.

Selain mencicipi sake, festival ini dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni, pawai budaya, serta alunan musik tradisional di sepanjang jalan. Berbagai gerai makanan juga turut menyajikan hidangan lokal lezat seperti okonomiyaki ala Hiroshima dan camilan musiman lainnya. Sejumlah pabrik di sepanjang Jalan Sake Brewery turut membuka pintu mereka untuk tur khusus, sementara jalanan utama tampak semakin magis berkat pencahayaan lampu hias di malam hari.

Atraksi Lain di Sekitar Saijo

A view of a temple’s main hall along the temple walk path in Onomichi, Hiroshima Prefecture Japan.

Setelah puas menikmati Saijo, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Hiroshima atau bergerak ke arah timur menuju beberapa destinasi menarik lainnya:

  • Onomichi
    Kota pelabuhan berpemandangan indah yang terkenal dengan jalan-jalan berbukit, kuil bersejarah, serta panorama Laut Pedalaman Seto. Onomichi juga merupakan titik awal jalur bersepeda Shimanami Kaido yang menghubungkan Honshu dan Shikoku.
  • Tomonoura
    Desa nelayan tenang yang mempertahankan suasana era Edo (1603–1868), menjadikannya lokasi favorit bagi para pembuat film dan sejarawan. Wilayah ini terkenal dengan pelabuhan indahnya serta minuman keras obat tradisional bernama homeishu.
  • Takehara
    Sering dijuluki sebagai “Kyoto Kecil dari Aki”, kota bersejarah ini menampilkan jejak bangunan pedagang tradisional yang terawat apik serta ikatan erat dengan dunia anime.
  • Okunoshima
    Pulau yang populer dengan sebutan “Pulau Kelinci” karena dihuni oleh ratusan kelinci berkeliaran bebas. Di balik kegemesannya, pulau ini menyimpan sejarah masa lalu sebagai lokasi pabrik senjata kimia selama Perang Dunia II.

Bahkan sekadar singgah di Stasiun Fukuyama untuk melihat Kastil Fukuyama yang terletak persis di sekitarnya sudah cukup untuk memberikan kesan mendalam mengenai keindahan bagian timur Hiroshima. Selamat menjelajah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *